Profil Ma’had Dar Al-Hadits Ma’bar, Yaman 01

Kenali Ma’had Dar Al-Hadits Ma’bar, Yaman 01

بسم الله الرحمن الرحيم

Setelah kita mengetahui biografi seorang ulama Yaman yang menjadi pimpinan inti Ma’had Dar Al-Hadits Ma’bar, maka kini saatnya kita mengenal ma’had tersebut secara ringkas.

Letak Ma’had Dar Al-Hadits Ma’bar

Beriku denah M’abar

Ma’had ini teletak di selatan ibu kota Yaman (Shan’a) sekitar 1,5 jam perjalanan dengan kecepatan rata-rata 130 KM/jam, dan di utara kota propinsi Dzamar sekitar 40 menit perjalanan dengan kecepatan yang sama. Dan Ma’bar adalah kotamadya yang masuk wilayah Dzamar.

Disekitar ma’had adalah pasar dan pertokoan, semua apa yang kita butuhkan sebagian besarnya tersedia di sini. Terkhusus buah-buahan yang jarang ada di Indonesia.

Iklim Di Ma’bar

Wilayah Dzamar termasuk di dalamnya Ma’bar dikenal dengan kulkas Yaman. Ketika musim dingin (Dzul Qa’dah – Muharram) suhu bisa mencapai minus. Tahun pertama saya di sini musim dinginnya mencapai -7 derajat C, tahun kedua mencapai -4 derajat C, tahun-tahun berikutnya sudah tidak memperdulikan lagi. Alhamdulillah saya sudah terbiasa berkat keutamaan dari Allah تعالى.

Bangunan Ma’had

Disamping adalah bangunan ma’had dari atas. Bangunan masjid yang diawali pada 25 tahun yang lalu kini telah berubah.

Lantai 1 adalah masjid, lantai 2 perpustakaan, lantai tiga perpustakaan baru, namun sementara ini digunakan untuk asrama.

Rumah As-Syaikh Al-Imam dan Asy-Syaikh Taufiq masuk dalam lingkungan ma’had, adupun Asy-Syaikh Abdurraqib maka terpisah di samping masjid. Rata-rata 2-3 lantai rumah beliau-beliau ini.

Dapur ma’had ada di dalam gandeng dengan ruang tamu dan tempat makan santri.

Adapun para pelajar yang berkeluarga maka mereka mengontrak rumah di sekitar ma’had. Harga kontrakan pun berbeda-beda. Adapun saya alhamdulillah sekitar 70 meter dari masjid.

Pengamanan Ma’had

Sudah kita sebutkan bahwa ada pihak-pihak yang tidak suka terhadap Asy-Syaikh dan dakwah, sebagaimana hal ini terjadi padaAsy-Syaikh Muqbil. Oleh karena itu siapa yang pernah melihat gambar ‘curian’ yang ditayangkan Metro TV mungkin melihat kok ada matras jaga dan penjaga siaga di pintu dan beberapa tempat. Kami sebut ‘curian’ karena kami dan mereka sepakat untuk tidak ada pengambilan gambar, ternyata mereka belakangan ketahuan ingkar janji .

Syaikh sendiri di dalam ma’had dikawal 3 orang bersenjata, karena yang shalat di masjid bukan santri semata, namun ada orang-orang yang tidak dikenal. Di masjid ada beberapa penjaga, di setiap pintu gerbang ada beberapa penjaga. Adapun ketika Syaikh keluar maka dikawal 2-3 mobil, dengan bersenjata lengkap.

Namun benarkah ma’had ini yang demikian ketat penjagaannya sulit untuk dimasuki? Atau benarkah mengajarkan teror dan perang?

Pertama: Siapa saja bisa mudah masuk, kecuali mencurigakan maka layak dicurigai. Kamipun aman tenang belajar, pemerintah Yaman juga tahu, senjata tersebut untk penjagaan, karena senjata memang bebas di sebagian tempat di Yaman.

Kedua: Kesibukan Asy-Syaikh yang kami sebutkan menunjukkan teror macam apa yang diajarkan?? Tidak ada waktu untuk itu dan tidak akan mengajarkan hal itu!!! Demikian pula telah kami tulis penjelasan beliau akan hal ini dalam artikel yang lewat khususnya ketika wawancara dengan Metro. Dan nanti dari kegiatan belajar mengajar akan jelas apa yang diajarkan. Justru kamilah yang terdepan dalam menjelaskan bahaya orang yang terjangkit pemikiran teror.

Bersambung………

6 responses to this post.

  1. Posted by muhammad priok on 27/09/2012 at 10:09

    MassyaAllah Barakallahufikum.. ditunggu lanjutannya…jazakallhukhairan katsira

    Balas

  2. Posted by imambudi on 14/10/2012 at 06:46

    Bagaimana tahapan agar saya juga bisa ikut menuntut ilmu seperti Antum sekalian
    Jazakulloh khair

    Balas

    • Para ulama berkata dalam nasehat-nasehat mereka bahwa menuntut ilmu itu bertahap, dari yang paling penting dan mudah kemudian tahap berikutnya dan seterusnya.
      Agar bisa maksimal dalam menuntut ilmu syar’i kita harus memahami bahasa arab secara benar, memiliki landasan yang lurus (yaitu aqidah yang lurus sehingga tidak salah memahami).
      Saran Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam, bagi yang baru mengawali menuntut ilmu ditekankan untuk mempelajarai aqidah dahulu (yang ringan-ringan), karena untuk membangun pondasi yang kuat, dan disertai dengan belajar bahasa arab, serta tata cara membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Setelah itu baru naik jenjang berikutnya bersamaan dengan mempelajari aqidah pada tahap berikutnya, maka mulai mempelajari ilmu musthalah dan ilmu ushul fiqih serta qawa’id fiqihnya. Ini saran beliau bagi yang belajar di Ma’bar.
      Adapun untuk yang belajar di Indonesia, maka jika belajar di pondok hendaknya mengikuti saran Syaikh AL-Imam.
      Yang tidak mondok dan sekedar hadir di pelajaran-pelajaran yang diadakan, maka hendaknya memulai dari yang mudah sambil terus mengulang-ulang dan bersabar.
      Barakallahu fiik.

      Balas

  3. Posted by muhammad priok on 23/10/2012 at 10:28

    Barakallahufikum Afwan lanjutannya apakah masih lam yan ustad..ga sabar nuggunya..jazakallhukhairan katsira..

    Balas

    • insyaallah akan segera kami sajikan, harap maklum sedang banyak tugas dan alhamdulillah ditambah Allah dengan diberi tambahan kesibukan dengan lahirnya seorang putra. Segera insyaallah

      Balas

  4. Posted by Khaledo on 10/12/2012 at 20:02

    Ustadz mau tanya gimana informasi belajar ke mahad yg terletak di yaman..syukron

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: