Biografi Ringkas Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam 02

Perjalanan Beliau Menuntut Ilmu

Fase Pertama: Pada tahun-tahun awal beliau, masalah pendidikan masih sangat minim. Namun beliau tetap belajar membaca dan menulis pada seseorang di desa beliau.

Fase Kedua: Menginjak masa remaja, maka beliau melakukan selayaknya anak muda Yaman, yaitu mencari rizqi untuk keluarganya. Dan waktu itu arah perjalan beliau adalah ke kota Ta’iz (kota industri Yaman). Namun beliau tidak berhenti belajar, maka disamping mencari rizqi, beliau juga belajar di suatau Ma’had di Ta’iz, sampai beliau menghafal 15 juz dari Al-Qur’an.

Fase Ketiga: Setelah menghafal setengah dari Al-Qur’an, maka Allah تعالى anugerahkan kelezatan ilmu pada diri Asy-Syaikh, sehingga merasa kalau hanya seperti ini maka tidak akan lega dahaga ilmu ini. Maka beliau berpikir harus rihlah menuntut ilmu, namun kemana??

Dan Allah تعالى taqdirkan jalannya, maka beliau mendengar ada seorang ‘alim ulama yang datang dari Arab Saudi ke Sha’dah (Dammaj), yang mana mengajari para pelajar tanpa menmungut biaya dari muridnya, bahkan ‘alim tersebut menanggung semua kebutuhan pangan dan papan. ‘Alim tersebut adalah Syaikh dari para Masyayikh Yaman, ahli hadits Yaman saat ini, yaitu Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’iy رحمه الله.

Maka Asy-Syaikh tergugah untuk mereguk siraman yang memuaskan dahaganya itu dari Asy-Syaikh tersebut. Berangkatlah beliau ke Dammaj dengan dana tabungannya, karena Asy-Syaikh bukanlah orang yang suka berpoya-poya denga hartanya. Maka beliau belajar di ma’had yang dikenal dengan Dar Al-Hadits As-Salafiyah Dammaj. Di sinilah beliau berubah total perjalanannya, beliau berusaha segigih mungkin untuk menjadi ulama. Karena kecintaan kepada ilmu ini beliau pernah bercerita pada kami, bahwa ceramah Asy-Syaikh Muqbil yang sangat beliau sukai adalah yang membahas keutamaan dan kelezatan ilmu.

Di Dammaj beliau menyelasaikan hafalan Al-Qur’annya dalam dua bulan. Beliau bahkan mau membantu pekerjaan dapur, asalkan yang dibantu ini mau menyimak hafalan Al-Qur’annya. Sehingga beliau merasakan bagaimana besarnya jasa orang yang mengurusi dapur santri, sehingga di Ma’bar pun beliau sangat memuliakan para petugas yang mengurusi dapur santri, sebuah pelayanan yang sangat besar kata beliau. Beliau juga mempelajari ilmu-ilmu yang lain, dari bahasa, aqidah, hadits, fiqih, dan lain sebagianya. Beliau juga mengahfal kitab-kitab penting.

Fase Keempat: Setelah Asy-Syaikh menikah dan telah dipandang matang oleh Asy-Syaikh Muqbil, maka beliau dipilih dan diutus oleh Asy-Syaikh Muqbil رحمه الله untuk berdakwah dan mengajar di Ma’bar, yang kala itu masih terpenuhi oleh pemikiran syi’ah. Utusan ini atas permintaan Asy-Syaikh Ahmad Al-Banus رحمه اللهpendiri masjid An-Nur Dar Al-Hadits Ma’bar.

Di Ma’bar Asy-Syaikh Al-Imam terus melanjutkan telaah ilmunya melalui kitab-kitab di perpustakaan, yang sekarang berisi puluhan ribu kitab dari berbagai bidang ilmu. Beliau mulai mengajar para pelajar yang ingin merasakan ilmu al-haq, meskipun syi’ah pada waktu itu begitu benci dan berusaha menyakiti Asy-Syaikh, naum beliau bersabar.

Murid beliau pada awalnya hanya tujuh orang saja, namun makin hari makin bertambah dengan keutamaan Allah تعالى. Hingga kini telah mencapai kurang lebih empat ribu orang, dan sudah ada yang mempunyai ma’had sendiri-sendiri dan murid-murid yang di ajari. Perjuangan yang tak kenal lelah selama 25 tahun, perjuangan yang hasilnya tidak sia-sia. Karena perjuangan ini karena Allah تعالى dan untuk Allah تعالى. Semoga kami bisa sebutkan diantara murid-murid Asy-Syaikh yang berhasil tersebut.

Kini Ma’bar telah menjadi daerah yang bersinar darinya cahaya ilmu syar’i al-haq. Sampai-sampai Asy-Sayikh Abdullah ‘Utsman Adz-Dzamary حفظه الله mengatakan: “Dakwah Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam telah dirasakan hasilnya orang manusia dan jin.” Adapun manusia maka kami lihat secara nyata. Adapun jin mungkin karena banyaknya orang kesurupan yang datang ke beliau untuk dibantu lepas dari jin, dan mungkin diantara jin tersebut ada yang menerima dakwah beliau. Itulah keutamaan Allah تعالى yang Dia berikan kepada siapapun yang dikehendaki-Nya.

Keluarga Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam

Beliau hanya memilki satu istri, yang mana istri beliau sifatnya tak kalah jauh dengan beliau. Demikian istri saya menyebutkan. Mengajar dan mengurusi pelajaran para santriwati, terlebih santriwati yang dari luar Yaman, maka sangat diperhatikan agar bisa mendapat pelajaran yang pas.

Putra-putri beliau: Setahu saya ada sekitar 9 anak. Yang laki-laki secara urut: Abdurrahman, Abdullah, Nashr, Yusuf, Abdurrahim, Abdul ‘Aziz, dan mungkin sisanya putri. Semuanya ini dari satu istri tadi yaitu Ummu Abdurrahman Al-Imam.

Yang Berusaha Merintangi Dakwah dan Perjuangan Beliau

Suatu ketika saya pernah ngobrol dengan orang dekat beliau, maka saya gunakan kesempatan itu untuk bertanya. Pihak siapa sajakah yang merintangi perjuangan Asy-Syaikh dan berusaha mencelakakan Asy-Syaikh?

Orang tersebut berkata: “Yang sangat berusaha merintangi dan mencelakakan Asy-Syaikh ada empat pihak:

1. Orang-orang Syi’ah (khususnya Rafidhah – Al-Hutsy),

2. Orang-orang Al-Qaidah (Jama’ah Jihad, termasuk didalamnya oknum Ikhwan Al-Muslimin),

3. Isytiraky (sekelompok orang yang berada di Yaman Selatan, yang kebanyakannya berpemikiran komunis),

4. Amerika Trio (karena Asy-Syaikh selalu berusaha menyingkap makar trio (Amerika-Israel-Iran) terhadap arab dan islam).” Sehingga sering sekali Asy-Syaikh setelah khutbah jum’ah berdoa: “Ya Allah runtuhkan Amerika dan pihak-pihak yang bersamanya 3x, Ya Allah runtuhkan Israel dan pihak-pihak yang bersamanya 3x, dan jadikanlah ia ghanimah untuk kaum muslimin.”

Beberapa kali pihak-pihak tertentu berusaha mencelakakan nyawa beliau dan tinggal menarik pelatuk saja, akan tetapi Allah تعالى  masih berkehendak cahaya ini tetap bersinar. Perlindungan Allah تعالى menggagalkan tindakan orang tersebut. Dalam hadits Qudsy Allah تعالى berfirman: “Siapa yang memusuhi waliku maka Aku telah mengumumkan peperangan terhadapnya.” Semoga Allah تعالى senantiasa menjaga beliau dan memperbanyak orang yang seperti beliau.

Dan dari musuh beliau yang kedua yaitu (Al-Qaidah) bisa kita simpulkan: Bagaimana Asy-Syaikh dan ma’hadnya disebut teroris dan mengajarkan teror? Padahal kaum teroris saja mengancam beliau? Kenapa Al-Qaidah memusuhi Asy-Syaikh? Karena Asy-Syaikh selalu mengingatkan orang dan pemerintah agar hati-hati dari perbuatan bejat teror, pengeboman, penggulingan dan semisalnya.

Akankah Asy-Syaikh Bersedia ke Indonesia??

Banyak orang dari Indonesia berharap dan bertanya apakah Asy-Syaikh bersedia ke Indonesia?? Saya bersama beberapa teman pernah menanyakan kesediaan beliau untuk ke Indonesia. Beberapa ustadz yang berkunjung juga melakukan hal yang sama. Kalau dijumlah mungkin sudah 5 kali kami bertanya.

Dan jawaban beliau: “Lebih baik kalian meminta selain aku, alhamdulillah beberapa masyayikh ada yang siap untuk itu. Adapun aku sangat padat kegiatan dan tanggung jawabku, lebih dari itu tidak mudah (aman) bagiku untuk bepergian keluar.” Dari empat pihak yang memusuhi beliau tadi kami menjadi tahu kenapa beliau sulit diminta daurah ke negeri lain. Padahal permintaan banyak berdatangan dari beberapa negara Eropa, Jazair, Tunis, termasuk Indonesia.

Semoga Allah تعالى membalas kebaikan yang berlimpah pada beliau.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: