Haramnya Peperangan Atau Menumpahkan Darah Karena Fitnah Sudah Disepakati

بسم الله الرحمن الرحيم

Inilah nukilan perkataan Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam pengasuh Dar Al-Hadits Ma’bar dalam kitab karya beliau, beliau mengatakan ketika menyebutkan haramnya tindakan peperangan karena fitnah:

Nukilan Kesepakatan Akan Pengharaman Peperangan Karena Fitnah, Sama Saja Perang Melawan Pemerintah Yang Zhalim Ataupun Yang Lainnya

Banyak dalil telah menunjukkan akan pengharaman perang karena fitnah, sama saja perang melawan pemerintah ataupun selainnya. Dan juga telah terjadi kesepakatan akan pengharaman hal itu.

Al-Lalika’i rahimahullah berkata dalam “Syarh Ushul I’tiqad Ahlis Sunnah wa Al-Jama’ah” (1/193-194) terkait keyakinan Al-Imam Al-Bukhary yang dia katakan: “Aku berjumpa padanya seribu guru daru guru-guruku, … Agar kami tidak memperselisihkan suatu perkara dari yang berhak memegangnya, dan kami tidak membolehkan ditebaskannya pedang terhadap umat Muhammad shallallahu ‘a;aihi wa sallam.”

Abu Zur’ah rahimahullah berkata: “Kami bertemu dengan para ulama di semua negeri, di Hijaz (Makkah dan Madinah), Iraq, Syam (Yordan, Syiria, Palestina, Lebanon), dan Yaman. Dan termasuk dari madzhab mereka adalah: .. Dan kami tidak berpendapat bolehnya memberontak kepada pemerintah, tidak pula melakukan peperangan karena fitnah. Kami mendengar dat taat kepada yang Allah U jadikan pengurus usrusan kami, dan kami tidak melepaskan tangan dari ketaatan. Kami mengikuti As-Sunnah dan Al-Jama’ah dan kami menjauhi hal-hal yang cacat, perselisihan dan perpecahan.” Diriwayatkan oleh Al-Lalikaiy dalam “Syarh Ushul I’tiqad Ahlis Sunnah wal Jama’ah” (1/197-198).

Ibnu Qudamah rahimahullah berkata dalam “Alm-Mughny” (11/443): “Kaum muslimin sepakat akan pengharaman membunuh tanpa alasan yang benar.”

An-Nawawy rahimahullah berkata dalam “Syarh Muslim” ketika mensyarah hadits no. 4748: “… Adapun memeberontak mereka (pemerintah) dan memerangi mereka adalah haram sesuai kesepakatan kaum msulimin, meskipun mereka itu fasik dan zhalim. Dan telah diriwayatkan beberapa hadits dengan makna yang aku sebutkan. Dan ahlus sunnah sepakat bahwa pemimpin itu tidak dilepas dari kepemimpinan dikarenakan kefasikan.”

Ibnu Baththal rahimahullah berkata dalam syarahnya terhadap “Shahih Al-Bukhary” terkait dengan hadits memberontak terhadap pemimpin: “Para ahli fiqih telah sepakat akan wajibnya taat kepada pemerintah yang berhasil merebut kekuasaan, serta berjihad bersamanya, dan bahwa taat kepada mereka lebih baik dibanding memberontak pada mereka. Karena padanya ada penjagaan terhadap darah dan ketenangan bagi rakyat. Landasan (kesepakatan) mereka adalah hadits ini dan selainnya yang mendukungnya. Dan mereka tidak mengecualikan dari hal itu kecuali jika timbul kekufuran yang nyata dari pemimpin tersebut.” Dinukil dari “Fath Al-Bary” (13/7).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah telah ditanya sebagaimana dalam “Majmu’ Al-Fatawa” (35/84) tentang peperangan antara dua kelompok, masing-masing dari keduanya menginginkan kekuasaan, maka beliau menjawab: “Alhamdulillah, peperangan antara kedua kelompok tersebut haram berdasarkan Al-Qur’an, As-Sunnah, dan Ijma’ (kesepakatan)”.

Dan beliau juga berkata dalam “Minhaj As-Sunnah” (4/529-530): “Oleh karenanya telah tetap pernyataan ahlus sunnah untuk meninggalkan peperangan dalam fitnah, berdasarkan hadits-hadits yang shahih yang sah dari Nabi r. Dan mereka menyebutkan semua ini dalam keyakinan mereka dan mereka memerintahkan untuk bersabar atas kejahatan para pemimpin dan tidak memerangi mereka. Meskipun ada sekian banyak ahlul ‘ilm wa ad-din yang ikut serta dalam peperangan karena fitnah.”

Barangsiapa menelaah kondisi fitnah yang terjadi antara kaum muslimin, akan jelas baginya bahwa tidaklah seorangpun masuk padanya lalu memuji akibat masuknya dia. Hal ini dikarenakan dia justru terkena kecelakaan dalam agamanya dan dunianya.

Peringatan: Mungkin seorang pengkritik akan berkata: “Bagaimana mungkin tidak bolehnya memberontak itu telah disepakati, padahal banyak ulama salaf yang ikut serta melakukannya?”

Jawabannya: Benar, sebagian ulama salaf ikut serta melakukan hal itu. Namun ketika mereka melihat apa yang diakibatkan perbuatan memberontak ini berupa kejelekan dan gawatnya perkara ini serta tambah pontang-pantingnya kaum muslimin pada kebanyakan kurun, mereka sepakat dengan apa yang dinyatakan para ulama berupa tahdzir (peringatan untuk menjauh) dari pemberontakan dan (sepakat dalam menjelaskan) akibat pemberontakan. Oleh karenanya Al-Hafizh Ibnu Hajar v mengatakan dalam biografi seoranga yang ikut dalam memberontak: “Dahulu dia memandang bolehnya mengangat senjata melawan pemerintah yang zhalim, dan ini adalah sebuah pendapat para pendahulu yang lama. Akan tetapi perkara telah tetap bahwa untuk meninggalkan hal itu, dikarenakan mereka memandang hal ini telah mengakibatkan kejelekan yang lebih besar. Dalam peristiwa Al-Harrah dan peristiwa Ibnu Al-Asy’ats dan selain keduanya ada pekajaran bagi orang yang merenungkan.”

Berdasarkan semua ini tidak boleh berdalih dengan apa yang terjadi berupa pemberontakan yang timbul dari sebagian salaf. Hal ini berdasarkan hal-hal berikut:

  1. Pemberontakan itu menyelisihi dalil-dalil yang shahih terkait dengan pengharamannya dan peringatan untuk menjauh darinya.
  2. Orang-orang yang ikut memberontak dan selamat tidak terbunuh, mereka menyesal dan bersedih dengan kesedihan yang sangat, dan mereka bertaubat kepada Allah U. Dan orang-orang yang terbunuh, kerabat mereka menyesalkan keikut sertaan mereka dalam fitnah. Lalu bagaimana bisa berdalih dengan perbuatan yang pelakunya telah bertaubat kepada Allah U dari perbuatan itu?
  3. Yang dijadikan ukuran adalah akhir dari seseuatu. Maka ketika akhir dari dampak pemberontakan itu adalah akhir yang jelek yang mana para pemberontak tidak dipuji bahkan mereka dicerca akan hal itu, lalul bagaimana bisa berdalih dengan perbuatan yang pelakunya dicerca atasnya?

Tamamul Minnah karya Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam -hafizhahullah- (225-227).

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: