Doa Ampunan Bagi Pemilik Ilmu / Thalibul Ilmi

بسم الله الرحمن الرحيم

Hafizh Al-Hakamy rahimahullah berkata dalam “Al-Manzhumah Al-Mimiyah”:

Ilmu wahai teman, akan memintakan ampun bagi para pemiliknya

Para penduduk langit dan bumi dari kesalahan-kesalahan kecil

Demikian juga akan memintakan ampun (baginya) ikan-ikan dalam samudra

Di lautan yang dalam terang dan kegelapan

Asy-Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr hafizhahullah berkata dalam “Syarh Al-Manzhumah Al-Mimiyah” (59-61):

Dalam dua bait ini, penulis menerangkan keutamaan yang besar bagi pemiliki ilmu. Yaitu bahwa para penduduk langit dan bumi memmintakan ampun baginya sampaipun ikan yang dalam air. Sebagaimana hal ini disebutkan dalam hadits Abu Ad-Darda’ radhiyallahu ‘anhu yang padanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِى السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِى الأَرْضِ وَالْحِيتَانُ فِى جَوْفِ الْمَاءِ

“Dan sesungguhnya seorang ‘alim (pemilik ilmu) itu, akan memohonkan ampun baginya penduduk langit dan bumi, dan juga ikan dalam air.” (Diriwayatkan oleh Ahmad (21715) dan Abu Dawud (3641). Dishahihkan oleh Al-Albany dalam “Shahih At-Targhib wa At-Tarhib” (1/63, 68)).

Dan disebutkan dalam hadits Abu Umamah dia berkata: “Disebutkan pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dua lelaki, salah satunya gemar beribadah dan yang satu pemilik ilmu, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِى عَلَى أَدْنَاكُمْ. ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ حَتَّى النَّمْلَةَ فِى جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ

“Keutamaan seorang pemilik ilmu dibanding orang yang gemar beribadah seperti keutamaan diriku dibanding orang yang paling rendah dari kalian.” Kemudian beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya serta penduduk langit dan bumi sampai semut dalam lubangnya, sampai ikan, mereka bershalawat (mendoakan) kebaikan bagi para pengajar manusia.” Diriwayatkan oleh At-Tirmidzy (2685) dan beliau menshahihkannya, dihasankan oleh Al-Albany dalam “Shahih At-Targhib” no. 91.

Ucapan penulis: bagi para pemiliknya Para penduduk langit dan bumi

Yaitu penduduk langit dan bumi memintakan ampun bagi para penuntut ilmu. Penduduk langit adalah para malaikat. Dan disebutkan dalam Al-Qur’an tentang permohonan ampunnya malaikat untuk kaum mukminin,

الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا

“(Malaikat) yang membawa ‘Arsy dan yang di sekitarnya bertasbih dengan memuji Rabb mereka dan mereka beriman kepada-Nya, dan mereka memohonkan ampun bagi orang-orang yang beriman.” (Ghafir: 7).

Dan permohonan ampun bagi pemilik ilmu itu memiliki kekhususan.

Ucapan penulis: dari kesalahan-kesalahan kecil

Yaitu mendekati maksiat dan tidak terjatuh padanya, dan kata ini untuk mengungkapkan sesuatu yang kecil. Dalam hal ini ada peringatan akan keutamaan pemilik ilmu, yaitu jauhnya mereka dari dosa-dosa besar, dari maksiat dan dari dosa. Allah menganugerahkan pada mereka ilmu terhadap agama-Nya, nama-nama-Nya dan sifat-sifat-Nya. Dan kalaupun mereka jatuh pada dosa hanyalah terjatuh pada perkara yang berupa kesalahan-kesalahan kecil. Allah Ta’alaa berfirman,

الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ إِلاَّ اللَّمَمَ

“Yang menjauhi dosa-dosa besar dan kemaksiatan selain kesalahan-kesalahan kecil.” (An-Najm: 32)

Ucapan penulis: Demikian juga akan memintakan ampun (baginya) ikan-ikan dalam samudra Di lautan.

Sebagai tambahan terhadap permohonan ampun malaikat untuk penduduk bumi (pemilik ilmu), maka ikan dalam lautan juga meminta ampun untuk pemilik ilmu. Dan dalam hadits yang lewat disebutkan,

حَتَّى النَّمْلَةَ فِى جُحْرِهَا

“Sampaipun semut dalam lubangnya.”

Maka sebagian ulama meraba-raba dalam ungkapan ini sebagian mutiara hikmah, makaa mereka berkata: “Manfaat seorang pemilik ilmu tidak hanya terkhusus pada manusia, bahkan mencakup binatang dan apa yang dalam lautan, dan semut dan selainnya. Karena seorang pemilik ilmu mencerahi manusia dengan agama, jika mereka istiqamah terhasilakanlah banyak kebaikan dan barakah. Dimana jika manusia berada dalam kesesatan dan penyimpangan mereka, rusaklah langit dan bumi. Maka akan memudharatkan ikan, dan binatang melata.”

Dan dari sisi lain, sesungguhnya seorang pemilki ilmu itu juga menjelaskan pada manusia kelembutan terhadap binatang, dan berbaik dalam memanfaatkan mereka. Maka semua ini merupakan kebaikan seorang pemilik ilmu dan barakahnya yang sampai kepada mereka dengan sebab anugerah Allah Ta’ala kepada mereka berupa ilmu, dan pengajarannya, nasehatnya kepada manusia, juga bimbingan dan arahannya.

Ucapan penulis: dalam terang dan kegelapan

Yaitu di malam hari dan siang hari mereka memohonkan ampun untuk pemilik ilmu, dan terus-menerus memintakan ampun.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: