Perbedaan Antara Ilham Dan Was-was Syaithan

بسم الله الرحمن الرحيم

Perbedaan Antara Ilham Dan Was-was Syaithan

Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam hafizhahullah berkata dalam “Al-Inqadz” hal. 19:

Membedakan antara ilham yang terpuji dan was-was syaithan adalah perkara yang penting yang selayaknya untuk dipahami. Allah berfirman tentang jiwa manusia,

وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا * فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا

“Dan jiwa serta penyempurnaan (ciptaann)nya. Maka Allah mengilhamkan pada jiwa itu (jalan) kejelekan dan ketakwaannya.” (Asy-Syams: 7-8)

Ibnu ‘Athiyah berkata dalam “Tafsir”nya (15/371): “Dan makna firman Allah “Maka Allah mengilhamkan pada jiwa itu (jalan) kejelekan” yaitu mengabarinya jalan kejelekan itu dan menjadikan baginya kekuatan yang dengannya bisa menempuh jalan kejelekan atau menempuh jalan ketakwaan.”

Saya berkata: Ilham jiwa kepada takwa itulah ilham yang terpuji dan ilham jiwa kepada kejelekan itulah ilham yang tercela. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata dalam “Majmu’ Al-Fatawa” (17/529): “Maka jadilah perbedaan antara ilham yang terpuji dengan was-was yang tercela adalah berpatokan pada Al-Kitab dan As-Sunnah. Jika yang diilhamkan pada jiwa merupakan perkara yang ditunjukkan oleh Al-Kitab dan As-Sunnah bahwa hal itu adalah ketakwaan kepada Allah maka hal itu adalah ilham yang terpuji. Dan jika perkara itu adalah yang ditunjukkan (oleh Al-Kitab dan As-Sunnah) bahwa hal itu adalah kejelekan maka hal itu merupakan was-was yang tercela. Inilah adalah perbedaan yang paten yang tidak bisa ditolak.”

Tambahan penjelasan: Dari keterangan di atas kita mengetahui bagaimana cara menentukan apakah ini was-was atukah ilham yang baik. Yaitu dengan mengukurnya dengan al-kitab dan sunnah. Jika yang terbisikkan itu merupakan perkara yang dinyatakan al-kitab dan sunnah sebagai kebaikan maka itulah bisikan kebaikan, jika yang dibisikkan itu merupakan perkara yang dinyatakan sebagai kejelekan maka itulah bisikan kejelekan yang berarti was-was. Jadi ukurannya adalah disandarakan kembali pada kitab dan sunnah.

Kemudian Asy-Syaikh hafizhahullah berkata pada hal. 22:

Saudaraku, syaithan berusaha untuk meragukan kaum mukminin dari keimanannya melalui jalan was-was yang berbeda-beda. Maka syaithan terkadang membuat kejelekan tampak bagus bagi mereka dan membuat kebaikan tampak jelek, terkadang membuat kaum mukminin lupa terhadap kebaikan dan mengingatkan pada kejelekan, terkadang menakut-nakuti mereka sehingga tidak mau lagi berada pada kebaikan, dan terkadang membisikkan pada mereka keraguan, dan persangkaan yang menjadikan mereka berada pada perkara yang samar dan tidak jelas.

Dan was-was syaithan kepada kaum mukminin itu tidak terbatas pada perusakan kaum mukminin dalam hal kejelekan dan menjauhkan mereka dari jenis kebaikan saja. Bahkan was-wasnya itu umum mencakup seruan kepada kekufuran, kefasikan dan pembangkangan.

Ini adalah isyarat akan gigihnya usaha syaithan untuk menyesatkan kaum mukminin. Maka sadarlah!!!

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: