Jika Ilmu Telah Dihilangkan Maka Hilanglah Dunia Dan Agama

بسم الله الرحمن الرحيم

Al-Hafizh Al-Hakamy rahimahullah berkata dalam “Al-Manzhumah Al-Mimiyah”:

Dunia dan agama akan hilang jika ilmu (syar’i) telah menghilang

(ilmu)Yang padanya ada keselamatan bagi yang berpegang teguh

Asy-Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr hafizhahullah berkata dalam “Syarh Al-Manzhumah Al-Mimiyah” (58-59):

Jika ilmu telah hilang maka dunia dan agama akan hilang karena hilangnya ilmu. Oleh karenanya diriwayatkan dalam “Ash-Shahihain” dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ

“Sesungguhnya termasuk tanda-tanda hari kiamat adalah diangkatnya (dihilangkannya) ilmu.” Hadits dari Anas radhiyallahu ‘anhu.

Dan diriwayatkan dalam “Ash-Shahihain” juga bahwa beliau bersabda,

إِنَّ بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ لأَيَّامًا يَنْزِلُ فِيهَا الْجَهْلُ وَيُرْفَعُ فِيهَا الْعِلْمُ وَيَكْثُرُ فِيهَا الْهَرْجُ وَالْهَرْجُ الْقَتْلُ

“Sesungguhnya di dekat terjadinya hari kiamat ada hari-hari yang turun paanya orang-orang jahil dan diangkatlah ilmu, dan banyak terjadi harj.” Harj yaitu pembunuhan. Hadits dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu.

Hilangnya ilmu itu dengan perantara perginya pembawa ilmu (ulama), sebagaimana disebutkan dalam “Ash-Shahihain” dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda,

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُؤُوسًا جُهَّالاً فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

“Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu dengan mencabutnya dari manusia, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan mematikan para ulama. Sehingga tidak tinggal seorang ‘alim pun maka manusia menjadikan orang-orang jahil sebagai pemimpin, lalu mereka ditanya, maka mereka berfatwa tanpa ilmu. Maka mereka sesat dan menyesatkan.”

Dan pada akhir zaman Al-Qur’an akan di angkat dari mushaf dan dari dada-dada manusia sehinga tidak tersisa satu ayatpun di muka bumi. Hal ini berdasarkan yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dari Syadad bin Ma’qil bahwa dia mendengar Ibnu Mas’ud berkata: “Sesungguhnya pertama kali yang kalian merasa kehilangan dari agama kalian adalah sifat amanah, yang terakhir kalian merasa hilangnya adalah shalat. Sesungguhnya Al-Qur’an yang ada di tengah-tengah kalian ini akan terangkat.” Aku berkata pada Ibnu Mas’ud: “Bagaimana Al-Qur’an terangkat padahal Allah Ta’ala telah mengkokohkannya dalam dada-dada kita dan kita mengkukuhkannya dalam mushaf-mushaf kita?” Dia berkata: “Dilakukan pengangkatan semalaman maka tiada tersisa sedikitpun pada dada manusia tidak pula dalam mushaf.” Kemudian ia membaca,

وَلَئِن شِئْنَا لَنَذْهَبَنَّ بِالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ ثُمَّ لاَ تَجِدُ لَكَ بِهِ عَلَيْنَا وَكِيلاً

“Dan jika Kami mau niscaya Kami benar-benar akan menghilangkan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu kemudian engkau tidak menemukan bagimu dengan sebab itu penolong atas Kami.” (Al-Isra’: 86).

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: