19. Penderita Gula (Diabetes) Haruskah Puasa?

Haruskah Penderita Diabetes (Penyakit Gula) Meninggalkan Puasa?

Sebuah pertanyaan dari seseorang di Aljazair dikirimkan kepada Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam hafizhahullah:

Pertanyaan: Seseorang terkena penyakit gula (diabetes) dan telah disarankan oleh dokter untuk meninggalkan puasa, dikhawatirkan akan berpengaruh pada kesehatannya. Maka apa yang harus dia lakukan?

Jawab: Kami menasehatkan kepada penderita penyakit ini -semoga Allah Ta’ala membrikan kesembuhan dan kesehatan padanya serta memberinya kekuatan untuk melakukan ketaatan kepada-Nya- kami nasehatkan agar tetap berpuasa, dan Allah Ta’ala adalah sebaik-baik penolong. Bisa jadi puasa yaang dia tunaikan akan menjadi sebab bertambahnya kesehatannya. Selama di mampu menjalankan puasa maka dia hendaknya bersegera menjalankannya.

Para dokter itu bisa jadi mengatakan demikian karena memandang jalan yang lebih hati-hati, tapi bisa jadi di antara para dokter ada yang berkata demikian karena dia memang tidak peduli dengan puasa. Di sana ada dokter yang berusaha memberikan image bahwa penderita diabetes sama sekali sudah tidak bisa puasa, dan ini tidak benar. Karena telah dilakukan penelitian terhadap beberapa penderita di berbagai tempat bahwa para peneliti memberikan hasilnya bahwa banyak penderita diabetes mampu menjalankan puasa.

Maka hendaknya bersegera untuk menunaikan puasa, karena ini adalah kesempatan yang besar bertemu dengan bulan puasa bulan yang penuh kemuliaan. Hendaknya dia berpuasa dan memohon pertolongan kepada Allah Ta’ala, karena bisa jadi dia merasa lemah, merasa takut kalau-kalau batal, mintalah tolong kepada Allah Ta’ala. Dan juga berusaha untuk tidak menggunakan hal-hal yang justru akan menjatuhkan dia pada perkara yang membatalkan puasa. Wallahu A’lam.

2 responses to this post.

  1. Posted by A. Noor on 11/08/2010 at 19:00

    Ass.wr.wb.
    saya lansia 71 tahun penderita diabates sdh 7 tahun (sy mkn macam2 obat diabetes); sy mencoba puasa ramadhan dan setiap kali tidak berhasil sy langsung bayar fidiyah. sy terus mencoba dan mencoba. untuk info sy juga makan berbagai jenis obat2-an skt antung (hipertentensi,koroner, arithmia, artial fibrilasi, rbb, vertigo, dll). menurut syari’at apakah dibenarkan?
    terima kasih dan salam

    Balas

    • Semoga Allah Ta’ala memberikan kesembuhan kepada bapak, dan semoga diberi kekuatan untuk beribadah kepada Allah Ta’ala dengan baik. Bapak bisa berdoa dengan doa yang dituntunkan Rasulullah berikut,
      اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
      “Ya Allah, tolonglah hamba untuk bisa berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu dan membaguskan ibadah kepada-Mu”.
      Pertanyaan bapak bisa dilhat solusinya artikel ini (klik di sini)

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: