Bersamalah Al-Haq Di Manapun Berada

بسم الله الرحمن الرحيم

Bersamalah Al-Haq Di Manapun Berada Dan Relalah Terhadapnya Entah Ketika Al-Haq Mendukungmu Atau Mengecammu

Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam hafizhahullah berkata dalam kitab “Al-Ibanah ‘An Kaifiyah At-Ta’amul Ma’a Al-Khilaf Baina Ahlis Sunnah Wa Al-Jama’ah” hal. 25:

Termasuk dari kaidah yang para shahabat dan orang-orang yang mengikutinya dengan baik berjalan di atasnya adalah berputar bersama al-haq kemana dia berputar, tetap bersamanya di manapun berada, berpegang dengannya karena ketundukan, beramala dengannya karena keridhaan, dan berjalan di atasnya karena menjalaninya sebagai agama.

Al-Bukhary meriwayatkan no. 2382 dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata dalaam do’a istikharah,

وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ رَضِّنِي بِهِ

“Dan tetapkanlah bagiku kebaikan di manapun berada, kemudian jadikan aku ridha padanya.”

Dan dalam hadits Abu Sa’id Al-Khudry radhiyallahu ‘anhu,

وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ أَيْنَمَا كَانَ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

“Dan tetapkanlah bagiku kebaikan di manapun berada, dan tiada daya dan upaya kecuali dengan (pertolongan) Allah.”

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata dalam “Al-Fath” (11/187): “Yaitu: jadikan aku ridha padanya… Dan rahasia padanya adalah agar kalbunya tidak lagi bergantung padanya, sehingga tidak tenang jiwanya. Keridhaan adalah ketenangan jiwa pada ketetapan.”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata dalam “Minhaj As-Sunnah” (5/262): “Sesungguhnya petunjuk itu berputar bersama Rasul kemana dia berputar, dan berputar bersama para shahabat beliau bukan shahabat selain beliau kemana mereka berputar.”.

Al-‘Allamah Ibnul Qayyim berkata dalam “Ash-Shawa’iq” (2/516): “Barangsiapa ditunjuki oleh Allah Ta’ala untuk berpegang dengan al-haq di manapun berada, bersama siapapun, meskipun bersama orang yang membencinya dan memusuhinya, dan membantah kebathilan yang bersama siapapun, meskipun bersama orang yang dia cintai dan dia bela, maka dia termasuk orang yang ditunjuki oleh Allah Ta’ala terhadap perkara yang diperselisihkan berupa al-haq.”.

Maka berjalannya seorang muslim yang berpegang teguh dengan islam di atas kaidah ini akan menyelamatkan dia dari penentangan dan penolakan terhadap Allah Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka dia tidak melenceng ke timur, tidak pula ke barat, tidak kepada hizbiyah, tidak pula kepada fanatik jahiliyah, bahkan berpegang kepada sunnah nabawiyah dan atsar para salaf. Tidak ada ketenangan bagi seorang muslim kecuali dengan berpegang dengan al-haq, sama saja al-haq itu mendukungmu atau mengecammu. Maka waspadalah wahai muslim untuk engkau berbuat terhadap manhaj nubuwah dengan hawa nafsu, sehingga engkau hanya menerima al-haq yang mendukungmu, dan menolak al-haq itu jika ia mengecammu. Maka ini adalah keadaan orang yang mengikuti hawa nafsunya dan membuat murka Tuannya (Allah Ta’ala).

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: