Ukhuwah Islamiyah Adalah Kenikmatan Rabbaniyah Dan Anugerah Ilahiyah

بسم الله الرحمن الرحيم

Ukhuwah Islamiyah Adalah Kenikmatan Rabbaniyah Dan Anugerah Ilahiyah

Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam hafizhahullah berkata dalam kitab beliau “Al-Ibanah ‘An Kaifiyah At-Ta’amul Ma’a Al-Khilaf Baina Ahlu As-Sunnah Wa Al-Jama’ah”:

Allah Ta’ala berfirman,

وَاذْكُرُواْ نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاء فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنتُمْ عَلَىَ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

“Dan ingatlah akan nikmat Allah padamu ketika kamu dahulu bermusuh-musuhan maka Allah menyatukan kalbu-kalbu kalian, lalu jadilah kalian dengan nikmat Allah orang-orang yang bersaudara, dan kamu telah berada di tepi jurang neraka lalu Allah menyelamatkanmu darinya. Demikian Allah menerangkan ayat-ayat-Nya pada kalian agar kalian mendapat petunjuk.” (Ali ‘Imran: 103)

Dan Allah Ta’ala berfirman,

وَإِن يُرِيدُواْ أَن يَخْدَعُوكَ فَإِنَّ حَسْبَكَ اللَّهُ هُوَ الَّذِيَ أَيَّدَكَ بِنَصْرِهِ وَبِالْمُؤْمِنِينَ * وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ لَوْ أَنفَقْتَ مَا فِي الأَرْضِ جَمِيعاً مَّا أَلَّفَتْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“Dan jika mereka bermaksud hendak menipumu, maka cukuplah Allah (sebagai pelindungmu). Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan kamu mukminin. Dan yang mempersatukan kalbu mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun engkau infaqkan apa yang ada di bumi semuanya, tidaklah engkau akan bisa menyatukan kalbu-kalbu mereka, akan tetapi Allah yang telah menyatukan kalbu-kalbu mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Al-Anfal: 62-63)

Merupakan keharusan dari ukhuwah ini adalah engkau mencintai kebaikan bagi seluruh kaum muslimin, dan engkau tidak suka kejelekan bagi mereka dan (tidak suka) mereka terjatuh pada kejelekan. Dan merupakan keharusannya juga adalah agar engkau tetap bersaudara dengan mereka sesuai apa yang pantas bagi mereka, yang shalih sesuai kadar keshalihannya, yang menyimpang sesuai dengan kadar selamatnya dia dari penyimpangannya. Dan tidaklah akan terangkat kenikmatan ukhuwah ini kecuali dengan hilangnya keislaman. Ukhuwah yang sempurna diperuntukkan bagi yang memiliki ittiba’ yang sempurna, dan ukhuwah yang kurang bagi yang kurang ittiba’nya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata dalam “Majmu’ Al-Fatawa” (28/55): “Aku tidak suka untuk menang dari seseorang disebabkan kedustaannya atasku atau kezhalimannya atau permusuhannya. Sesungguhnya aku telah merelakan bagi setiap muslim, dan aku mencintai kebaikan bagi setiap muslim. Dan aku mencintai kebaikan bagi setiap mukmin sebagaimana aku mencintai kebaikan itu untukku.”.

Tidak boleh seseorang meremehkan ukhuwah islamiyah sehingga menjadi sasaran adanya saling bermusuhan, saling menghajr, memfasiqkan, membid’ahkan dan mengkafirkan. Yang mana merupakan hasil dari ketergesaan, buru-buru dan emosional.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata sebagaimana dalam “Majmu’ Al-Fatawa” (24/173): “Kalau saja tiap kali dua muslim berselisih pada sesuatu lalu keduanya saling menghajr, maka tidak tersisa di tengah-tengah kaum muslimin penjagaan dan tidak pula ukhuwah.”.

Saya berkata: Ukhuwah syar’iyah antara kaum muslimin akan tetap ada selama islam masih ada pada mereka. Akan sempurna ukhuwah itu dengan sempurnanya ittiba’, dan akan berkurang dengan kurangnya ittiba’. Dan dengan ditegakkannya ukhuwah akan terwujud keadilan dan keseimbangan antara kaum mukminin, akan kuat kekuatan mereka dan akan terjaga dakwah mereka. Tiada daya dan upaya kecuali dengan Allah Ta’ala.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: