Nasehat Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam Untuk Salafiyin Kendari 01

Nasehat Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam Untuk Salafiyin Kendari

(Muhadharah Via Telepon)

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji bagi Allah Ta’ala, dan aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang benar kecuali Allah semata tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya -shallallahu ‘alaihi wa salam-. Amma ba’du:

Aku memuji Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Mampu, Rabb Al-‘Arsy Al-Karim yang telah memudahkan kami untuk berhubungan dengan saudara-saudara kami. Maka ini merupakan keutamaan dari Allah Ta’ala untuk kita dan untuk manusia, hanya saja kebanyakan manusia tidak mensyukurinya. Hal ini merupakan nikmat yang besar disaat kita bisa saling berhubungan, kita tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, kita bersama-sama memerangi hawa nafsu, menghadap kepada peribadatan kepada Al-Maula (Allah Ta’ala).

Wahai saudarku sekalian, ketahuilah -barakallahu fiikum-. Sesungguhnya Allah telah memilih umat islam di antara sekian umat, dan memilih Muhammad sebagai seorang rasul dan nabi di antara sekian banyak orang dan di antara sekian banyak pahlawan, dan memilih ahlus sunnah wal jama’ah, ahlu ittaba’ wal atsar, ahlul hadits wal khabar di antara sekian banyak semapalan dan kelompok. Pemilihan dari Allah Ta’ala ini adalah setelah pemilihan, pengkhususan, penyaringan dan taufiq dari Allah Ta’ala. Dan pengkhususan yang kedua ini adalah pengkhususan ahlul atsar wal khabar diantara sekian banyak kelompok sempalan dan kesesatan. Dan ini adalah pengkhususan, pemilihan, taufiq dan penyaringan yang sempurna, yang dengannya akan sempurna kehidupan seorang muslim dalam segi agama, lurus dengannya agama ini, dan akan baik dunianya dengannya.

Dan sebagaimana kalian ketahui bahwa Allah Ta’ala telah menjadikan kitab-Nya yang mulia dan sunnah nabi-Nya penjagaan dari kesalahan bagi siapa saja yang berpegang teguh dengan keduanya, sebagai nikmat bagi yang diberi taufiq mengamalkan keduanya, dan sebagai rahmat bagi siapa saja yang menjadi sebab ketaatan kepada keduanya. Maka seorang muslim yang meniti jalan rasul bukan pelaku bid’ah, yang berpegang teguh bukan bercerai berai, yang mengarah kepada al-haq bukan berpaling, yng mengamalkan syari’at bukan berpaling, menunaikan la-haq bukan mengubah dan bukan mengganti, yang seperti ini Allah Ta’ala telah menjamin baginya adanya dukungan dan pertolongan yang khusus beserta perlindungan dan penjagaan yang dikhususkan baginya dari sekian banyak manusia.

Allah Rabb semesta alam berfirman kepada nabi-Nya,

إِلاَّ تَنصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُواْ ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لاَ تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا فَأَنزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَّمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِينَ كَفَرُواْ السُّفْلَى وَكَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ الْعُلْيَا وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“Jika kalian enggan menolongnya (Muhammad) maka sungguh Allah telah menolongnya, ketika orang-orang kafir mengeluarkannya sedang dia salah satu dari dua orang, ketika keduanya berada di dalam goa, ketika dia mengatakan kepada temannya: “Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita”. Maka Allah menurunkan ketenangan dari-Nya atasnya, dan Allah mengkokohkaan mereka dengan tentara yang kalian belum melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itu hina. Dan seruan Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (At-Taubah: 40)

Maka seorang muslim yang berpegang teguh jika dihinakan manusia dan jika dimusuhi manusia maka sesungguhnya bersamanya ada penolong yang paling baik (yaitu Allah Ta’ala). Allah Ta’ala berfirman,

إِن يَنصُرْكُمُ اللَّهُ فَلاَ غَالِبَ لَكُمْ

“Jika Allah menolong kalian maka tiada yang bisa mengalahkan kalian.”

Mak seorang muslim jika meminta bantuan kepada Allah tidak akan merugikannya hinaan para penghina dan tidak akan terealisasikan padanya makarnya pembuat makar. Bahkan Allah ‘Azza wa Jalla mengawasi mereka semua.

Wahai saudaraku sekalian, yang dituntut adalah agar kita memperkuat hubungan kita dengan pencipta kita, pemelihara kita, da yang memiliki perkara kita semua. Kita memperkuat hubungan kita dengan Rabb kita. Dengan penuh rasa takut mereka diawasi oleh-Nya, takut kepada-Nya, berharap kepada-Nya, mengejar apa yang ada di sisi-Nya, menjauhi apa yang menjadi ancaman-Nya Maha Suci Allah dan Maha Tinggi.

Kapan kalbu-kalbu itu dihidupkan dengan dzikir kepada Allah Ta’ala, penuh dengan pengagungan kepada Allah Ta’ala dan rasa takut kepada Allah Ta’ala serta merasa di awasi oleh Allah Ta’ala, maka akan mudah bagi anggota badan untuk melahirkan ucapan dan amalan yang baik, yang shalih. Hati-hatilah engkau dari kelalaian untuk memperbaiki kalbumu karena perbaikan kalbu-kalbu kita ini lebih berat dari pada perbaikan bendungan, lebih berat dari pembangunan pabrik, lebih berat dari pembuatan kapal. Jangan engkau lalai untuk memperbaiki kalbumu. Jika baik kalbumu maka akan baik keadaanmu, jika lemah kalbumu akan lemah keadaanmu, dan jika rusak kalbumu akan rusak keadaanmu. Dan jika kalbumu menjauh dari Allah Ta’ala maka Allah akan menjauh dari hamba. Dan balasan itu sesuai dengan amalannya.

Wahai saudaraku sekalian, sesungguhnya berpegang teguh dengan manhaj nubuwah benar-benar wujud kelurusan dan hakekat petunjuk, penegak amalan hamba di atas sebaik-baik perbekalan. Hendaknya semua semangat untuk berada di atas titian ini, titian di atas manhaj nubuwah. Syaikhul Islam -rahimahullah- berkata: “Al-haq itu perputar bersama Rasul kemana dia mengarah, dan bersama para shahabatnya tanpa yang lainnya kemana mereka mengarah”. Maka merupakan kaidah yang sangat agung yang bertolak darinya ahlus sunnah dan mereka membangun pegangan teguih mereka di atasnya: “Bahwa mereka bersama al-haq di manapun berada, berputar bersama mereka kemanapun mereka mengarah”. Sungguh pemimpin orang terpilih dan orang-orang terbaik telah mengajarkan pada kita agar kita mengatakan pada do’a istikharah:

وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ رَضِّنِي بِهِ

“Dan taqdirkan bagiku kebaikan di manapun berada, kemudian jadikan aku ridha padanya.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhary dan lainnya.

Lafazh: “Kemudian jadikan aku ridha padanya”, sesorang terkadang mengetahui al-haq, ditampakkan oleh Allah Ta’ala al-haq padanya tapi dia enggan menerimanya, jika dia menerimanya tidak bisa jujur dalam menerimanya dan tidak ikhlas dalam menunaikannya. Tidaklah setip orang yang menerima al-haq terus menjadi al-haq.

Maka kita butuh untuk memahami bagaimana bisa berpegang teguh dengan agama Allah Ta’ala dan menegakkan syari’at Allah Ta’ala, berhenti pada batasan-batasan Allah Ta’ala. Jika Allah Ta’ala merizkikan kepadamu sikap berpegang teguh dengan al-kitab dan as-sunnah maka engkau akan puas tenang dengan keduanya dan engkau tidak akan menginginkan selainnya, dan tidak menginginkan gantinya. Maka ketahuilah bahwa Allah Ta’ala telah memuliakan dengan sesuatu yang mencukupkan engkau dari adat manusia dan pandangan manusia serta aturan manusia. Engkau tidak membutuhkan sedikitpun apa yang mereka miliki, sesungguhnya kita ini butuh untuk mempelajari dan mendalami syari’at islam, mengamalkannya dan medakwahkannya serta membelanya. Kita butuh akan itu semua.

Maka setiap kita hendaknya menuji Allah Ta’ala akan anugerah-Nya dan akan apa yang dikhususkan dengannya dan dia dimuliakan dengannya. Ingat dan ingatlah jangan sampai syaithan mendatangi kita dari pintu kelalaian. Syaithan itu musuh manusia dan makhluk yang paling keras gangguannya terhadap orang-orang beriman dan terhadap orang yang berpegang teguh, dan orang yang baik dan shalih. Sesungguhnya gangguan untuk golongan orang ini sangatlah besar. Allah Ta’ala berfirman mengabarkan tetntang syaithan,

لأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ

“Benar-benar aku akan duduk (merintangi) bagi mereka jalan-Mu yang lurus.”

Syaithan tidaklah duduk merintangi di jalannya orang-orang yang menyimpang, dan jalannya orang sesat dan kafir. Hanyalah dia duduk (melazimi) merintangi jalan kebenaran dan jalan istiqamah. Sebagaimana yang dikabarkan, siapa yang ingin istiqamah dan memperbaiki hubungan dia dengan Allah Ta’ala, dan ingin kokoh dalam syari’at Allah Ta’ala bertindaklah syaithan dengan makrnya dan tipu dayanya, dengan was-wasnya dan tipuan hiasannya, dengan hinaannya dan manakut-nakuti beserta pemecah-belahannya. Rasul -shallallahu ‘alaihi wa salam- telah benar dalam sabadanya,

إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ أَيِسَ أَنْ يَعْبُدَهُ الْمُصَلُّونَ فِى الجَزِيرَةِ وَلَكِنْ فِى التَّحْرِيشِ بَيْنَهُمْ

“Sesungguhnya syaithan telah putus asa untuk bisa diibadahi orang yang shalat di jazirah. Akan tetapi (dia merusak) dengan memecah belah antara mereka.” Diriwayatkan oleh Muslim dari Jabir -radhiyallahu ‘anhu-.

Maka syaithan memecah belah antara orang-orang yang beriman, bahkan antara orang yang bajik dan shalih. Maka siapa diantara kita yang tidak waspada dan sadar akan pemecah belahannya syaithan akan menjerumuskannya dalam pergualatan dan pertarungan terhadap saudaranya sesama muslim untuk bisa menyingkirkan keduanya. Oleh karena itu, waspadalah dari datangnya syaithan melalui kelalaian kita. Dan kita semangat sebatas kemampuan kita melakukan segala perkara sehingga kita bisa membendung pintunya dan bisa memotong jalannya bi idznillah. Kita semangat untuk saling menasehati antara kita, karena tujuan perbaikan bukan tujuan yang lain dari keinginan-keinginan yang menjauhkan keikhlasan dan kejujuran. Dan juga kita semangat untuk saling menasehati antara kita ketika telah terjadi perselisihan antara si fulan dan yang lain, dan kita harus berhias, bersenang-senang dan bernikmat-nikmat dengan sifat sabar demi terjaganya ukhuwah dalam agama ini, dan demi dakwah kepada Allah Rabb semesta alam, serta demi tambahnya kebaikan dan saling tolong-menolong dalam kebaikan.

Nasehat … Untuk Salafiyin Kendari 02

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: