Nasehat Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam Untuk Salafiyin Kendari 02

Rabb kita jalla sya’nuhu menguji dan memberi cobaan pada kita dengan sebagian kita, agar bisa diketahui adanya kesabaran kita atau tidak adanya, dan agar diketahui mana yang jujur dalam ta’awun dalam kebaikan dan ketakwaan dan yang tidak seperti itu. Rabb kita berfirman dan Dia adalah yang paling benar ucapannya,

وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيرًا

“Dan Kami jadikan sebagian kalian bagi yang lainnya fitnah (ujian), apakah kalian akan bersabar? Dan adalah Rabbmu itu Maha Melihat.”

Subhanallah, betapa banyak saudara kita yang lalai dari ayat ini. Ketika timbul dari saudaranya sesuatu dia berusaha bagaimana bisa menyingkirkannya, bagaimana bisa mengalahkannya, dan bagaimana bisa memaksakan pendapatnya -kecuali orang yang dirahmati Allah Ta’ala-.

Rabb kita mengajak kita kepada pemberian yang paling luas yang Dia berikan kepada hamba, memuliakan dengannya hamba. Al-Bukhary dan Muslim telah meriwayatkan dari hadits Abu Sa’id bahwa Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa salam- bersabda,

وَمَا أَعْطَى اللَّهُ أَحَدًا مِنْ عَطَاءٍ أَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ

“Tidaklah seorangpun diberi pemberian lebih baik daan lebih luas dari kesabaran.”

Wahai saudara sekalian, aku ingakan kalian akan atsar yang sangat agung, yaitu atsar yang hasan dari Ibnu Mas’ud dia berkata ditujukan kepada shahabat di saat itu, pada saat terjadinya sedikit perselisihan: “Sesungguhnya apa yang kalian benci selama dalam jama’ah itu lebih baik dari apa yang kalian cintai dalam perpecahan”.

Maka tetap bersamanya kalian dengan saudaramu ahlus sunnah lebih baik bagimu, wallahi, meskipun ada sedikit perselisihan, meski terjadi perselisihan antara engkau dan saudaramu, yang ini keterlaluan dalam bicara tentangnya atau tentang saudaranya. Kesabaran, perbaikan dan nasehat dan yang semisalnya adalah obat, penyembuh, dan terapinya semua perkara ini. Maka janganlah kalian ceburkan diri kalian dalam perselisihan, dan jadilah sebagaimana yaang kalian diperintah Allah ta’ala, merujuk kepada ulama dan bertanya kepada mereka, apa yaang harus diperbuat, bagaimana sikapnya bersama ini atau bersama orang-orang yang terjadi dari mereka ini.

Maka kita memuji Allah Ta’ala bahwa dakwah ahlus sunnah di Yaman berjalan di atas kebaikan demikian pula di tempat lain. Dikarenakan orang-orangnya mengikuti arahan para ulama yang mana mereka lebih tahu akan peristiwa perselisihan, yang mana mereka berusaha untuk memperbaikinya dan menutup pintu-pintu fitnah. Maka merujuk kepada mereka inilah yang diwajibkan oleh Allah Ta’ala, dan ialah yaang dibutuhkan oleh setiap orang yang memikul dakwah di manapun berada, dia butuh akan hal itu. Maka merujuk kepada ulama hadits ulama sunnah adalah diantara sebab yang paling besar untuk memperbaiki keadaan, untuk berlangsungnya kebaikan dan persatuan. Allah Ta’ala berfirman,

وَلَوْلا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَا مِنكُم مِّنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلَكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّي مَن يَشَاء وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Kalau bukanlah keutamaan Allah atas kalian dan rahmat-Nya tidaklah Dia akn mensucikan seorang dari kalian selamanya, akan tetapi Allah mensucikan siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Mendengar lagi Maha Tahu.”

Dan Allah Ta’ala berfirman,

وَإِذَا جَاءهُمْ أَمْرٌ مِّنَ الأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُواْ بِهِ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَى أُوْلِي الأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنبِطُونَهُ مِنْهُمْ وَلَوْلاَ فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لاَتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلاَّ قَلِيلاً

“Dan jika datang suatu perkara keamanan atau ketakutan serta merta mereka menyebarkannya, kalau saja mereka mengembalikannya kepada Rasul dan ulil amri dari mereka niscaya akan mengetahui orang jeli memandangnya dari mereka. Dan kalau bukan karena keutamaan Allah atas kalian niscaya kalian benar-benar mengikuti syaithan kecuali sedikit.”

Kapan kita bisa menjadi pengikut syaithan? Jika kita meninggalkan merujuk kepada ulama ketika terjadi perselisihan dan fitnah. Maka kami mewasiatkan kepada saudara kami -hafizhahumullah- dengan kelurusan, petunjuk dan kesabaran dan mengikuti bimbingan ulama sehingga daerah perselisihan tidak meluas, sehingga tidak terjadi saling hajr dan menghizbikan dengan cara yang tergesa-gesa, buru-buru dan tidak tahu hakekat masalah dengan batasan-batasannya. Maka terjadilah antara dulu dan sekarang si fulan berbeda dengan si fulan tapi apa itu kelurusan? Kelurusan adalah bahwa manusia tidak merujuk kepada yang berselisih atau salah satunya, namun merujuk kepada ulama yang mengetahui perselisihan ini, yang hidup atau mengetahui perselisihan ini.

Jika sikap merujuk ini terjadi, maka bergembiralah dengan tetapnya keadaan lurus, dan terus-menerusnya kebaikan, lestarinya ta’awun, persaudaraan, saling mendukung, dan saling menolong. Dan inilah yang terjadi -bihamdillah- pada diri kami di Yaman, mereka menempuh jalan merujuk kepada ulama dan mendengarkan bimbingannya dan apa yang mereka katakan. Maka kebaikan terjaga dan dakwah ahlus sunnah tetap berlangsung  -bi idznillah-, juga tertolong dengan pertolongan Allah Ta’ala, terjaga dengan penjagaan Allah Ta’ala sampai hari kiamat. Entah dakwah itu akan tertolong dengan kita entah dengan selain kita, entah akan tersebar dengan sebab kita atau dengan selain kita. Allah Ta’ala telah berfirman,

وَإِن تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ثُمَّ لا يَكُونُوا أَمْثَالَكُمْ

“Jika kalian berpaling (Allah) akan mengganti dengan suatu kaum selain kalian kemudian mereka tidak menjadi seperti kalian.”

Barang siapa bukan orang yang berhak mengampu dakwah ini, namun dia menjadikan dakwah ini untuk meraih kepentingan dunia, maka perbuatan seperti ini tidak akan langgeng. Karena Allah Ta’ala itu lebih pencemburu dari pada kita akan agama-Nya, akan dakwah rasul-Nya -shallallahu ‘alaihi wa salam-. Jika saudar-saudara kita ahlus sunnah berada di atas bimbingan para ulama, akan tetap ada kebaikan ini, ukhuwah akan langgeng, dakwah kepada Allah akan kuat.

Yang penting, dakwah ahlus sunnah akan tertolong dengan kita atau selain kita. Allah Ta’ala berfirman,

وَإِن تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ثُمَّ لا يَكُونُوا أَمْثَالَكُمْ

“Jika kalian berpaling (Allah) akan mengganti dengan suatu kaum selain kalian kemudian mereka tidak menjadi seperti kalian.”

Sepantasnya bagi kita untuk menjihadi diri-diri kita dengan kejujuran terhadap Allah, keikhlasan kepada Allah, ridha terhadp al-haq dan menerimanya. Jika ini terwujudkan akan lestari kebaikan ini biidznillah. Berusahalah dengan sunguh-sungguh, maka berbekallah dengan ilmu syar’i dan mengamaalkan konsekuensinya.

Aku memohon kepada Allah dengan anugerah-Nya dan kemurahan-Nya, dengan keutamaan-Nya dan kebaikan-Nya agar mengkokohkan kita semua di atas al-haq sampai kita bertemu dengan-Nya. Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah Ta’ala.

 

4 responses to this post.

  1. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Afwan akh -barakallahufik- ana mohon izin untuk mencopy artikel-artikel yang terdapat didalam blog antum. Jazaakallahukhair.

    Balas

    • Wa’alaikum salam warahmatullah wabarakatuh
      wa fiika barakallahu wa hayyakallah.
      Silahkan saja di copy asal tidak diubah ataupun dikurangi atau ditambahi.
      Dan diharap mencantumkan sumbernya kalau untuk publikasi.
      A’anakallah wa jazakallah khair.

      Balas

  2. Posted by ummu muhammad on 16/06/2010 at 16:52

    Bismillaah. Assalaamu’alaykum.

    Siapakah abu mahfudz dan benarkah beliau majhul? tidak ada yang kenal nama tersebut?

    Allaahu yubaarik fiyk

    Balas

    • Wa’alaikum salam warahmatullah wa barakatuh
      Mungkin pasnya dikatakan “dia majhul” bagi sebagian orang yang memang tidak tahu siapa dia.
      Meskipun sebenarnya dia itu ma’ruf dikenal oleh orang-orang bahkan sebagian ustadz.
      Dan tidak ada keraguan pada ana pribadi akan diri Abu Mahfuzh.

      wa fiik barakallah, waffaqaniyallah wa iyyaki ila al-huda.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: