<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Blog Thalib Ma&#039;bar</title>
	<atom:link href="http://thalibmakbar.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://thalibmakbar.wordpress.com</link>
	<description>Saduran faedah ilmiyah dan faedah bermanfaat dari Yaman</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Dec 2011 11:10:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='thalibmakbar.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/2554ebc07c2bbaa39d605f5174b60201?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Blog Thalib Ma&#039;bar</title>
		<link>http://thalibmakbar.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://thalibmakbar.wordpress.com/osd.xml" title="Blog Thalib Ma&#039;bar" />
	<atom:link rel='hub' href='http://thalibmakbar.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Apakah Meminta Diruqyah Akan Mencemari Sifat Tawakkal????</title>
		<link>http://thalibmakbar.wordpress.com/2011/07/10/apakah-meminta-diruqyah-akan-mencemari-sifat-tawakkal/</link>
		<comments>http://thalibmakbar.wordpress.com/2011/07/10/apakah-meminta-diruqyah-akan-mencemari-sifat-tawakkal/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jul 2011 22:52:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thalibmakbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Petuah Syaikh Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[al-imam]]></category>
		<category><![CDATA[darul hadits]]></category>
		<category><![CDATA[ma'bar]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[ruqyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thalibmakbar.wordpress.com/?p=580</guid>
		<description><![CDATA[Apakah Meminta Diruqyah Akan Mencemari (Membatalkan) Sifat Tawakkal???? Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam حفظه الله berkata: Para ulama berbeda pendapat dalam permasalahan ini menjadi dua pendapat: Sebagian berpendapat bahwa meminta diruqyah itu mencemari (membatalkan) sifat tawakkal. Sebagian yang lain mengatakan bahwa meminta diruqyah itu tidaklah mencemari tawakkal dan tidak pula membatalkannya. Al-‘Allamah Ibnul Qayyim رحمه الله berkata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thalibmakbar.wordpress.com&amp;blog=10792081&amp;post=580&amp;subd=thalibmakbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><strong>Apakah <span style="text-decoration:underline;">Meminta Diruqyah</span> Akan Mencemari</strong><strong> (Membatalkan) Sifat Tawakkal????</strong></h2>
<p>Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam حفظه الله berkata:</p>
<p>Para ulama berbeda pendapat dalam permasalahan ini menjadi dua pendapat:</p>
<p>Sebagian berpendapat bahwa meminta diruqyah itu mencemari (membatalkan) sifat tawakkal.</p>
<p>Sebagian yang lain mengatakan bahwa meminta diruqyah itu tidaklah mencemari tawakkal dan tidak pula membatalkannya.</p>
<p><span id="more-580"></span>Al-‘Allamah Ibnul Qayyim رحمه الله berkata dalam kitabnya “Zaad Al-Ma’ad” (4/15): “Dalam hadits-hadits yang shahih ada perintah untuk berobat, dan tindakan berobat itu tidaklah menghilangkan sifat tawakkal, sebagaimana tawakkal itu tidaklah hilang ketika orang mengobati rasa lapar, dahaga, panas, dan dingin dengan segala hal yang bertentangan dengan hal-hal tadi. Bahkan tidak akan sempurna hakikat suatu tawakkal kecuali dengan menempuh langsung sebab-sebab yang diletakkan oleh Allah تعالى untuk mencapai suatu hasil yang dikejar secara teori ataupun syar’i.</p>
<p>Dan meninggalkan sebab-sebab itu justru akan mencemari tawakkal itu sendiri, sebagaimana hal itu mencemari perintah dan hikmah. Dan juga melemahkannya dari sisi orang yang meninggalkan sebab itu menyangka bahwa meninggalkan sebab itu akan lebih kuat dalam bertawakkal. Maka meninggalkan sebab karena merasa lemah itu akan menghilangkan tawakkal, yang mana hakikat tawakkal adalah: “Bersandarnya kalbu kepada Allah تعالى dalam meraih perkara-perkara yang bermanfaat untuk agama dan dunianya, serta menangkal perkara-perkara yang merugikan agama dan dunianya.” Maka harus ada bersandarnya kalbu dan menempuh langsung sebab-sebab yang diletakkan, kalau tidak jadilah dia meniadakan hikmah dan pensyari’atan. Maka seorang hamba tidak boleh menjadikan rasa lemahnya itu sebagai tawakkal dan tidak boleh menjadikan tawakkalnya itu sebagai bentuk kelemhan.”</p>
<p>Al-Hafizh (Ibnu Hajar) رحمه الله berkata dalam “Fath Al-Bary” (10/261): “Yang benar adalah bahwa orang yang percaya penuh kepada Allah تعالى dan merasa yakin bahwa ketetapan Allah تعالى itu yang berlaku, maka tidak akan mencemari tawakkalnya sikap dia menempuh suatu sebab, sebagai bentuk mengikuti sunnah Allah تعالى dan sunnah Rasul-Nya صلى الله عليه وسلم. &#8230;. Beliau berkata kepada orang yang bertanya: “Apakah aku menambatkan ontaku atau membeirakannya?” Beliau berkata: “Tambatkan (ikatkan) dan betawakkallah.” Hal ini mengisyaratkan bahwa berusaha menjaga dengan sebab tersebut tidaklah menghilangkan tawakkal.”</p>
<p>Aku (Asy-Syaikh Muhammad) berkata: Asal dari perbedaan ini adalah hadits Al-Mughirah bin Syu’bah رضي الله عنه bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>مَنِ اكْتَوَى أَوِ اسْتَرْقَى فَقَدْ بَرِئَ مِنَ التَّوَكُّلِ</strong></h3>
<p><em>“Barangsiapa melakukan kay atau <strong>meminta diruqyah</strong>, maka dia telah terlepas dari tawakkal.”</em></p>
<p>Diriwayatkan oleh At-Tirmidzy (2055), Ahmad (4/249), Ibnu Majah (3489). Dan ini hadits yang hasan.</p>
<p><strong><em>Maknanya adalah menghilangkan kesempurnaan tawakkal, bukan menghilangkan tawakkal secara keseluruhan.</em></strong></p>
<p>Al-‘Allamah As-Sindy رحمه الله berkata: <em>“Telah terlepas dari tawakkal” </em>artinya adalah bukanlah dari kesempurnaan tawakkal sikap terkait dengan sebab-sebab yang jauh, seperti ruqyah dan kay. Orang-orang yang yang bergantung kepada sebab-sebab semacam ini bukanlah merupakan orang yang sempurna tawakkalnya.</p>
<p>Dinukilkan dari catatan kaki terhadap Musnad Al-Imam Ahmad (3/117) dengan tahqiq Syu’aib.”</p>
<p>(Jawaban dinukil dari kitab “Ahkam At-Ta’amul Ma’a Al-Jin Wa Adab Ar-Ruqa Asy-Syar’iyah”  hal. 83-86 dengan sedikit peringkasan.)</p>
<p>Dan silahkan lihat pada “Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah” (1/82-84).</p>
<p>Abu Zubair &#8216;Umar Al-Indunisy</p>
<br />Filed under: <a href='http://thalibmakbar.wordpress.com/category/syaikh-muhammad-al-imam/petuah-syaikh-muhammad/'>Petuah Syaikh Muhammad</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thalibmakbar.wordpress.com/580/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thalibmakbar.wordpress.com/580/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thalibmakbar.wordpress.com/580/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thalibmakbar.wordpress.com/580/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thalibmakbar.wordpress.com/580/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thalibmakbar.wordpress.com/580/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thalibmakbar.wordpress.com/580/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thalibmakbar.wordpress.com/580/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thalibmakbar.wordpress.com/580/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thalibmakbar.wordpress.com/580/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thalibmakbar.wordpress.com/580/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thalibmakbar.wordpress.com/580/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thalibmakbar.wordpress.com/580/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thalibmakbar.wordpress.com/580/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thalibmakbar.wordpress.com&amp;blog=10792081&amp;post=580&amp;subd=thalibmakbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thalibmakbar.wordpress.com/2011/07/10/apakah-meminta-diruqyah-akan-mencemari-sifat-tawakkal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">thalibmakbar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kepada Segenap Pembaca</title>
		<link>http://thalibmakbar.wordpress.com/2011/03/06/kepada-segenap-pembaca/</link>
		<comments>http://thalibmakbar.wordpress.com/2011/03/06/kepada-segenap-pembaca/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Mar 2011 16:54:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thalibmakbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thalibmakbar.wordpress.com/?p=573</guid>
		<description><![CDATA[بسم الله الرحمن الرحيم &#160; Kepada segenap pembaca -yang semoga dijaga oleh Allah تعالى-, Kami meminta maaf selama ini kami terhenti menyiapkan materi, karena tersitanya kesempatan untuk itu, demi mengutamakan yang lain. Namun insyaallah kami akan berusaha untuk kembali menyajikan artikel yang semoga Allah تعالى menjadikannya bermanfaat bagi pembaca semua, setelah selesai dari kegiatan dadakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thalibmakbar.wordpress.com&amp;blog=10792081&amp;post=573&amp;subd=thalibmakbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;">بسم الله الرحمن الرحيم</h2>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepada segenap pembaca -yang semoga dijaga oleh Allah تعالى-,</p>
<p>Kami meminta maaf selama ini kami terhenti menyiapkan materi, karena tersitanya kesempatan untuk itu, demi mengutamakan yang lain. Namun insyaallah kami akan berusaha untuk kembali menyajikan artikel yang semoga Allah تعالى menjadikannya bermanfaat bagi pembaca semua, setelah selesai dari kegiatan dadakan kami.</p>
<p>Barakallahu fiikum.</p>
<br />Filed under: <a href='http://thalibmakbar.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thalibmakbar.wordpress.com/573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thalibmakbar.wordpress.com/573/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thalibmakbar.wordpress.com/573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thalibmakbar.wordpress.com/573/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thalibmakbar.wordpress.com/573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thalibmakbar.wordpress.com/573/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thalibmakbar.wordpress.com/573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thalibmakbar.wordpress.com/573/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thalibmakbar.wordpress.com/573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thalibmakbar.wordpress.com/573/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thalibmakbar.wordpress.com/573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thalibmakbar.wordpress.com/573/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thalibmakbar.wordpress.com/573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thalibmakbar.wordpress.com/573/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thalibmakbar.wordpress.com&amp;blog=10792081&amp;post=573&amp;subd=thalibmakbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thalibmakbar.wordpress.com/2011/03/06/kepada-segenap-pembaca/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">thalibmakbar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Benarkah Syaikh Rabi’ Menghentikan Penyebaran Kitab “Al-Ibanah”???</title>
		<link>http://thalibmakbar.wordpress.com/2011/01/07/benarkah-syaikh-rabi%e2%80%99-menghentikan-penyebaran-kitab-%e2%80%9cal-ibanah%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://thalibmakbar.wordpress.com/2011/01/07/benarkah-syaikh-rabi%e2%80%99-menghentikan-penyebaran-kitab-%e2%80%9cal-ibanah%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Jan 2011 14:32:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thalibmakbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Petuah Syaikh Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[Tanya Jawab]]></category>
		<category><![CDATA[al-hadits]]></category>
		<category><![CDATA[al-ibanah]]></category>
		<category><![CDATA[dar]]></category>
		<category><![CDATA[fitnah]]></category>
		<category><![CDATA[ma'bar]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[syaikh. al-imam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thalibmakbar.wordpress.com/?p=537</guid>
		<description><![CDATA[Benarkah Syaikh Rabi’ Menghentikan Penyebaran Kitab “Al-Ibanah”??? &#160; Sebuah pertanyaan diajukan kepada guru kami Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam حفظه الله تعالى pada Rabu 16 Muharram 1432H di Darul Hadits – Ma’bar, Yaman: Diisukan di tengah-tengah para penuntut ilmu bahwa Asy-Syaikh Rabi’ Al-Madkhaly حفظه الله belum mengkoreksi kitab anda “Al-Ibanah”, dan tersebar isu bahwa beliau telah memerintahkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thalibmakbar.wordpress.com&amp;blog=10792081&amp;post=537&amp;subd=thalibmakbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align:center;"><strong>Benarkah Syaikh Rabi’ Menghentikan Penyebaran Kitab “Al-Ibanah”???</strong></h3>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebuah pertanyaan diajukan kepada guru kami Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam حفظه الله تعالى pada Rabu 16 Muharram 1432H di Darul Hadits – Ma’bar, Yaman:</p>
<p><strong>Diisukan di tengah-tengah para penuntut ilmu bahwa Asy-Syaikh Rabi’ Al-Madkhaly </strong><strong>حفظه الله belum mengkoreksi kitab anda “Al-Ibanah”, dan tersebar isu bahwa beliau telah memerintahkan untuk menghentikan penyebaran kitab dan isu-isu selain itu. Maka kami mohon Asy-Syaikh memberikan penjelasan dan keterangan tentang hakekat perkara ini, Jazakumullah khair?</strong></p>
<p>Guru kami Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam حفظه الله تعالى  berkata:</p>
<p>Penjelasan terkait masalah ini secara ringkas adalah: Masalah ini telah kami dengar dari sebelum Ramadhan. Dan kalian belum mendengar aku berbicara karena aku الحمد لله merasa tenang, hanya saja kitab “Al-Ibanah” itu sudah membela dirinya dengan sendirinya. Karena kitab ini dipenuhi dengan mutiara kata dari ucapan para ulama hadits dan para peneliti dari ulama ahlus sunnah. Maka ia adalah kitab yang bisa diambil manfaatnya biidznillah.</p>
<p><span id="more-537"></span>Perkara yang lain, bahwa Asy-Syaikh Rabi’ حفظه الله lupa kalau telah mengkoreksi kitab, maka ketika aku pergi haji pada kesempatan ini aku bawa naskah yang di telah beliau koreksi dan telah beliau beri catatan kaki, lalu aku tunjukkan pada beliau. Waktu itu ada beberap masyayikh bersama saya seperti Asy-Syaikh Al-Bura’i, Asy-Syaikh Adz-Dzamary dan Asy-Syaikh Ash-Shoumaly حفظهم الله. Maka aku serahkan naskah tersebut dan jelaslah catatan kaki beliau, maka ketika beliau melihatnya beliau teringat bahwa beliau telah mengkoreksinya.</p>
<p>Adapun terkait perintah beliau menghentikan penyebaran kitab, maka hal ini tidaklah benar dan tidak ada. Yang ada justru Asy-Syaikh Rabi’ telah mengkoreksi sebagian besar isi kitab untuk kedua kalinya. Dan beliau mengirimkan padaku beberapa lembar kertas ini pada bulan Ramadhan dan beliau berkata telah mengkoreksi kitab dan aku melihat ada beberapa yang perlu dikoreksi. Dan ini isi ucapan beliau, beliau berkata:</p>
<p>“Fadhilatu Al-Akh Asy-Syaikh Muhammad bin Abdillah Al-Imam –semoga Allah تعالى menjaganya dan membimbing langkahnya-</p>
<p>السلام عليكم ورحمة الله وبركاته</p>
<p>Bersamaan dengan salamku untuk murid-murid anda dan saudara-saudara ahlus sunnah, Amma ba’d,</p>
<p>Maka aku beritahukan bahwa aku telah mengkoreksi sebagian besar kitab anda “Al-Ibanah”, maka nampaklah dari pengkoreksian ini beberapa hal yang butuh koreksi yang mana sebagai berikut:</p>
<p>-Kemudian disebutkan beberapa tempat yang butuh koreksi-</p>
<p>Aku berharap kepada Allah تعالى jika anda pegang koreksi ini dan juga apa yang bisa anda temukan sendiri ketika mengkoreksi ulang maka semoga terwujud tujuan yang karenanya anda mengarang kitab ini. Dan semoga tersingkirkan itu isu: “katanya, kata fulan”. Semoga Allah تعالى membimbing anda dan mewujudkan apa yang anda harapkan berupa kebaikan dan perbaikan serta persatuan ahlus sunnah.”</p>
<p>Ini adalah isi dari ucapan beliau حفظه الله. Maka aku merasa gembira karena beliau mengkoreksi kitab ini kedua kalinya, beliau mengkoreksi kitab ini kedua kalinya. Maka ini merupakan perkara yang sangat aku sukai. Karena aku ingin, dan tiada larangan bagiku untuk dikoreksi lebih dari para masyayikh yang telah mengkoreksi kitab tersebut, yang nama-nama mereka disebutkan dalam kitab. Hal ini tiada larangan bagiku, karena aku menganggap kitab ini kitab ahlus sunnah dan bukan kitab Muhammad Al-Imam. Karena kitab terkait dengan kasus-kasus dan bagaimana menyelesaikan kasus-kasus itu. Dan tidaklah kami meminta kepada sekumpulan dari masyayikh untuk mengkoreksinya kecuali agar kitab ini bisa diterima di tengah-tengah ahlus sunnah kemudian diamalkan, dan diperlakukan dengan perlakuan yang baik. Alhamdulillah.</p>
<p>Maka seperti yang kalian dengar bahwa Asy-Syaikh Rabi’ telah mengkoreksi kitab ini untuk kedua kalinya dan Alhamdulillah. Maka kita memohon kepada Allah تعالى agar memberikan kepada kita taufiq dan bimbingan, dan tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah تعالى.</p>
<p>Saya sampaikan kepada Asy-Syaikh Rabi’ bahwa koreksi beliau telah aku jadikan sandaran dan aku terima, maka beliau merasa bahagia sekali dan senang sekali dan beliau berkata: “Sedikit sekali orang yang melakukan ini.” Kemudian beliau mendoakan aku: “Jazahullah ‘anna wa ‘an al-islam khaira.”.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Sebagai tambahan kami nukilkan pula dari dua ulama Mamlakah As-Su’udiyah:</strong></p>
<p>Asy-Asyaikh Abdul Muhsin Al-‘Abbad حفظه الله berkata terkait kitab “Al-Ibanah” karya Asy-Asyaikh Muhammad Al-Imam حفظه الله:</p>
<p>Dan telah terbit akhir-akhir ini sebuah karya tulis yang sangat berharga yang berjudul “Al-Ibanah ‘An Kaifiyah At-Ta’amul Ma’a Al-Khilaf Baina Ahli As-Sunnah wa Al-Jama’ah” karya Asy-Syaikh Muhammad bin Abdillah Al-Imam حفظه الله dari Yaman, yang telah diberi resensi oleh lima ulama Yaman. Kitab tersebut mengandung banyak nukilan dari ulama ahlus sunnah generasi dahulu dan sekarang. Terlebih dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Al-Imam Ibnul Qayyim رحمهما الله. Kitab ini adalah nasehat bagi ahlus sunnah untuk membaguskan sikap pergaulan antara mereka.</p>
<p><strong>Aku telah mentelaah banyak pembahasan dalam kitab ini dan aku mendapatkan faedah</strong> pendalilan pada sebagian nukilan yang aku sebutkan dalam nasehat di atas dari kedua iman yaitu Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qayyim.</p>
<p><strong>Maka aku menasehatkan untuk membaca kitab tersebut dan mengambil manfaat darinya.</strong> Betapa indah apa yang beliau katakan dalam kitab ini pada halaman 170:</p>
<p><em>“Terkadang orang yang ahli dalam jarh wa ta’dil itu menjarh (mengkritik) sebagian ahlus sunnah maka berkobarlah fitnah hajr, pecah belah dan berbagai kerusakan. Bahkan bisa jadi mengobarkan peperangan antara ahlus sunnah sendiri. Maka ketika terjadi hal ini diketahui nahwa jarh itu terkadang bisa menyebabkan fitnah. Maka yang wajib adalah, meninjau ulang terkait cara menjarh serta meninjau ulang terkait mashlahah dan mafsadahnya, memperhatikan hal-hal yang akan melestarikan ukhuwah, yang akan menjaga dakwah dan menyembuhkan kesalahan. Dan tidak boleh terus-menerus menempuh cara jarh yang muncul padanya kerusakan.”</em></p>
<p>Dinukil dari nasehat Asy-Syaikh Abdul Muhsin حفظه الله yang berjudul “Wa Marrah Ukhra: Rifqan Ahla As-Sunnah Bi Ahli As-Sunnah” sebanyak empat lembar yang bertanggal 16-01-1432H.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Asy-Syaikh Doktor Shalih bin Sa’ad As-Suhaimy berkata dalam pelajaran di Masjid An-Nabawy waktu subuh pada hari Jum’at 18 Muharram 1432H ketika menjelaskan hadits “<em>Ittaqullah haitsuma kunta&#8230;.</em>”:</p>
<p>“<strong>Pada kesempatan ini aku menganjurkan para penuntut ilmu untuk membaca kitab yang manakjubkan, yang ditulis pada saat-saat ini karya suadara kami Asy-Syaikh Muhammad bin Abdillah Al-Imam, yaitu kitab “Al-Ibanah ‘An Kaifiyah At-Ta’amul Ma’a Al-Khilaf Baina Ahli As-Sunnah wa Al-Jama’ah”. </strong></p>
<p><strong>Sesungguhnya kitab ini adalah kitab yang sangat berharga, aku tidak melihat pada zaman ini ditulis kitab yang semisal dengan itu, aku mengatakan “pada zaman ini”.</strong> Kitab yang sangat berharga yang utama yang dianjurkan untuk diambil manfaatnya, yang meletakkan perkara pada babnya. Beliau telah mendatangkan nukilan dari Syaikhul Islam sendiri sebanyak seratus nukilan dalam menyikapi orang yang menyelisihi dalam lingkup ahlus sunnah. Dan lebih dari empat ratus nukilan dari ulama-ulama yang lain dari generasi terdahulu atau generasi sekarang.”</p>
<p>Dinukil oleh:</p>
<p>&#8216;Umar Al-Indunisy</p>
<p>Darul Hadits &#8211; Ma&#8217;bar, Yaman</p>
<br />Filed under: <a href='http://thalibmakbar.wordpress.com/category/syaikh-muhammad-al-imam/petuah-syaikh-muhammad/'>Petuah Syaikh Muhammad</a>, <a href='http://thalibmakbar.wordpress.com/category/syaikh-muhammad-al-imam/tanya-jawab/'>Tanya Jawab</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thalibmakbar.wordpress.com/537/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thalibmakbar.wordpress.com/537/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thalibmakbar.wordpress.com/537/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thalibmakbar.wordpress.com/537/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thalibmakbar.wordpress.com/537/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thalibmakbar.wordpress.com/537/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thalibmakbar.wordpress.com/537/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thalibmakbar.wordpress.com/537/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thalibmakbar.wordpress.com/537/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thalibmakbar.wordpress.com/537/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thalibmakbar.wordpress.com/537/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thalibmakbar.wordpress.com/537/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thalibmakbar.wordpress.com/537/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thalibmakbar.wordpress.com/537/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thalibmakbar.wordpress.com&amp;blog=10792081&amp;post=537&amp;subd=thalibmakbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thalibmakbar.wordpress.com/2011/01/07/benarkah-syaikh-rabi%e2%80%99-menghentikan-penyebaran-kitab-%e2%80%9cal-ibanah%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">thalibmakbar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Masalah Sihir, Kesurupan Jin, Dan Obatnya (Ruqyah) Edisi 03</title>
		<link>http://thalibmakbar.wordpress.com/2010/12/23/masalah-sihir-kesurupan-jin-dan-obatnya-ruqyah-edisi-03/</link>
		<comments>http://thalibmakbar.wordpress.com/2010/12/23/masalah-sihir-kesurupan-jin-dan-obatnya-ruqyah-edisi-03/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Dec 2010 16:09:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thalibmakbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Faedah Dari Kitab Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Petuah Syaikh Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[al-hadits]]></category>
		<category><![CDATA[al-imam]]></category>
		<category><![CDATA[dar]]></category>
		<category><![CDATA[jin]]></category>
		<category><![CDATA[ma'bar]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[ruqyah]]></category>
		<category><![CDATA[syaikh]]></category>
		<category><![CDATA[yaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thalibmakbar.wordpress.com/?p=531</guid>
		<description><![CDATA[Membacakan Ruqyah Pada Air Zam-zam Tidak tersembunyi bagi seorang muslim barakah yang terkandung pada air Zam-zam. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, خَيْرُ مَاءٍ عَلَى وَجْهِ الْأَرْضِ مَاءُ زَمْزَمَ “Sebaik-baik air di muka bumi adalah air Zam-zam.” Diriwayatkan oleh Ath-Thabrany no. 11168 dari Ibnu ‘Abbas رضي الله عنهما dan disebutkan oleh Al-Albany pada Ash-Shahihah no. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thalibmakbar.wordpress.com&amp;blog=10792081&amp;post=531&amp;subd=thalibmakbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Membacakan Ruqyah Pada Air Zam-zam</strong></p>
<p>Tidak tersembunyi bagi seorang muslim barakah yang terkandung pada air Zam-zam. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>خَيْرُ مَاءٍ عَلَى وَجْهِ الْأَرْضِ مَاءُ زَمْزَمَ</strong></h3>
<p><em>“Sebaik-baik air di muka bumi adalah air Zam-zam.”</em></p>
<p>Diriwayatkan oleh Ath-Thabrany no. 11168 dari Ibnu ‘Abbas رضي الله عنهما dan disebutkan oleh Al-Albany pada Ash-Shahihah no. 1056.</p>
<p>Diriwayatkan oleh Muslim no. 1922 dari Abu Dzar رضي الله عنه bahwa Rasulullah صلى الله وسلم bersabda terkait air Zam-zam,</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>إِنَّهَا مُبَارَكَةٌ إِنَّهَا طَعَامُ طُعْمٍ وَشِفَاءُ سُقْمٍ</strong></h3>
<p><em>“Sesungguhnya ia air yang berbarakah dan dia makanan yang mengenyangkan dan obat dari penyakit.”</em></p>
<p><em><span id="more-531"></span></em>Dan dalam hadits Jabir رضي الله عنه diriwayatkan oleh Ahmad (3/357) dan selainnya dishahihkan oleh Al-Hafizh,</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ</strong></h3>
<p><em>“Air Zam-zam adalah untuk sesuatu yang ia diminum karenanya.”</em></p>
<p>Para ulama memahami dari keumuman lafazh hadits ini bahwa siapa yang meminum air Zam-zam untuk menyembuhkan penyakitnya maka diharapkan akan terkabulkan dan tersembuhkan, siapa yang meminumnya agar fasih dalam bicara maka diharapkan akan mendapat kefasihan, siapa yang meminumnya agar mudah menghafal Al-Qur’an maka diharapkan akan jadi mudah menghafal Al-Qur’an. Dan semua ini atas izin Allah عز وجل. Hadits tersebut mengisyaratkan adanya manfaat yang umum pada air Zam-zam, manfaat secara agamis atau manfaat duniawi.</p>
<p>Adapun meminum air ini dengan tujuan mencari kesembuhan dari gangguan rasukan, sihir dan ‘ain. Para ulama zaman ini berbeda pendapat tentang membacakan ruqyah pada air Zam-zam. Diantara mereka ada yang membolehkan, seperti Al-‘Allamah Ibnu Baz رحمه الله. Dan diantara mereka ada yang tidak membolehkannya, seperti Al-‘Allamah Al-Albany, dengan alasan air Zam-zam itu sendirinya sudah merupakan obat.</p>
<p>Adapun menurut saya, tidak ada larangan secara syar’i terkait membacakan ruqyah pada air Zam-zam. Dan dengan itu terkumpullah dua sebab dari sebab-sebab kesembuhan. Sebab yang kasat mata yaitu air Zam-zam dan sebab maknawi yaitu ruqyah. Hal ini berdalilkan dengan kebanyakan ruqyah Rasulullah صلى الله عليه وسلم terkumpul padanya dua sebab, yang kasat mata dan yang maknawi. Seperti mengumpulkan antara ruqyah dengan debu dan tiupan, doa dengan air, tiupan dengan doa. Dan membacakan ruqyah pada sesuatu itu tidak berarti tidak adanya obat dan barakah padanya.</p>
<p>Apa yang dijadikan alasan oleh Al-Albany رحمه الله akan tidak bolehnya membacakan ruqyah pada air Zam-zam bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم tidak melakukannya.</p>
<p>Maka saya mengatakan: Tidaknya Rasulullah صلى الله عليه وسلم melakukan belum tentu hal itu tidak boleh, karena beralasan dengan bolehnya melakukan itu benar adanya, berdalilkan dengan amalan beliau yang kita sebutkan barusan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Apakah Boleh Mandi Dengan Air Yang Dilebur Padanya Ayat-ayat Al-Qur’an?</strong></p>
<p>Jawab: Telah kita pahami bahwa boleh minum air yang dibacakan ruqyah padanya. Kalau begitu lebih boleh lagi kalau air yang dibacakan ruqyah itu untuk mandi.</p>
<p>Adapun melebur sebagian ayat Al-Qur’an pada air, maka hal ini tidak ada syari’atnya, dimana hal itu tidak ada dalam kitabullah, tidak pula dalam sunnah, tidak pula dalam atsar yang shahih dari ulama salaf.</p>
<p>Adapun mandi atau minum dengan air yang dilebur padanya ayat Al-Qur’an, maka hal ini tidaklah dilakukan oleh ulama salaf terdahulu, dan ini bukanlah jalan yang benar dalam berobat. Melebur ayat ini secara asal sudah salah, maka mandi dengannya pun sama hukumnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Apakah Boleh Membacakan Ruqyah Pada Air Dan Minuman Selain Air?</strong></p>
<p>Jawab: Ya, hal itu boleh berdasarkan beberapa dalil. Misal hadits ‘Aisyah رضي الله عنها yang diriwayatkan oleh Abu Dawud no. 1017, hadits ini dikuatkan dengan hadits-hadits pendukung, <em>bahwa Rasulullah </em><em>صلى الله عليه وسلم mengunjungi Tsabit bin Qais yang sedang sakit maka beliau berdoa,</em></p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>اكْشِفِ الْبَاسَ رَبَّ النَّاسِ</strong></h3>
<p><em>“Hilangkanlah penyakitnya wahai Rabb sekalian manusia.”</em></p>
<p><em>Kemudian beliau mengambil tanah dari Bathhan (suatu lembah di Madinah), beliau meletakkannya pada suatu wadah kemudian beliau meniup padanya kemudian mengusapkannya padanya (Tsabit).</em></p>
<p>Suatu perkara yang telah diketahui bahwa orang yang sakit bisa mengambil manfaat dari air yang dibacakan ruqyah, dan pengaruhnya juga perkara yang bisa dirasakan. Karena pada air itu ada kekhususan, jika ditambah dengan dibacakan ruqyah maka akan ada dua manfaat. Yang terasa dan yang maknawi.</p>
<p>Maka membacakan ruqyah pada air itu perkara yang diperbolehkan.</p>
<p>Demikian juga diperbolehkan membacakan ruqyah pada minuman yang bisa dimanfaatkan secara kesehatan, seperti madu, minyak habbatus sauda’, minyak zaitun dan lain-lain. Dengan catatan tidak melebar-lebarkan masalah, lalu menganggap semua minuman boleh dibacakan ruqyah. Maka harus diperhatikan batasannya yaitu yang bisa dimanfaatkan secara ilmu kesehatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Apakah Boleh Menggunakan Air Yang Dibacakan Ruqyah Di Kamar Mandi Bagi Penderita?</strong></p>
<p>Jawab: Penggunaan air yang dibacakan ruqyah di kamar mandi bagi orang yang tersihir atau kerasukan atau terkena ‘ain itu boleh. Karena air yang dibacakan ruqyah ini tidak ada padanya Al-Qur’an. Yang dikaitkan dengan air adalah tiupan dan sedikit ludah semata. Adapun ayat yang dibaca hanyalah sebagai bentuk panjatan doa dan pujian kepada Allah تعالى dan bentuk kembali kepada-Nya. Maka tidaka ada Al-Qur’an dalam air, tidak lafazhnya dan tidak pula maknanya. Jadi mandi dengannya di kamar mandi boleh karena memang tidak ada unsur perendahan terhadap Al-Qur’an.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Apakah Penggunaan Air Bunga Mawar Bagi Orang Yang Kerasukan Dan Terkena Sihir Itu Disyari’atkan?</strong></p>
<p>Jawab: Aku tidak mengetahui apa keutamaan air bunga mawar ini, namun aku nasehatkan bagi para peruqyah untuk tidak mengarahkan penderita untuk menggunakan air bunga mawar. Bagi saya air biasa itu lebih baik dari air bunga mawar.</p>
<p>Peringatan: Tukang sihir banyak menuliskan mantra-mantra mereka dengan air za’faran dan air bunga mawar, maka siapa yang menggunakan air bunga mawar maka terjatuh pada tasyabuh dengan mereka para tukang tenung dan sihir.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Apakah Bagi Peruqyah Untuk Menggunakan Garam?</strong></p>
<p>Jawab: Diperbolehkan bagi peruqyah menggunakan garam pada iar yang dibacakan ruqyah padanya, karena diketahui hala itu bermanfaat biidznillah. Dalil yang menunjukkan bolehnya hal tersebut adalah hadits Ali رضي الله عنه yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrany no. 5890 sanadnya shahih,</p>
<p>Seekor kalajengking menyengat Nabi صلى الله عليه وسلم saat beliau shalat, ketika selesai shalat beliau bersabda,</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>لَعَنَ اللَّهُ الْعَقْرَبَ ، لاَ تَدَعُ مُصَلِّيًا ، وَلاَ غَيْرَهُ</strong></h3>
<p><em>“Semoga Allah melaknat kalajengking, dia tidak meninggalkan orang yang shalat atau selainnya, kemudian beliau meminta garam dan air, lalu beliau mengusap di atasnya dan membacakan ruqyah&#8230;”</em></p>
<p>Maka penggunaan garam pada kondisi dan cara seperti ini dan yang semisal adalah boleh.</p>
<p>Adapun penggunaan garam dengan caranya para tukang sihir dan dukun maka tidak boleh, karena itu bentuk kesyirikan. Seperti penggunaan garam untuk mengusir jin, menolak ‘ain, atau saat keluarnya pengantin wanita dari rumahnya sampai ke rumah suaminya, atau digunakan pada anak bayi yang baru lahir dan wanita nifas.</p>
<p>Dan harus diketahui bahwa yang mampu mengusir jin itu hanyalah Allah تعالى, sebagaimana dalam firman-Nya,</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>وَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرآنَ جَعَلْنَا بَيْنَكَ وَبَيْنَ الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ بِالآخِرَةِ حِجَابًا مَّسْتُورًا</strong></h3>
<p><em>“Dan jika engkau membaca Al-Qur’an, Kami jadikan antara engkau dan antara orang yang tidak beriman dengan hari akhir sebuah tirai yang menutupi.”</em> (Al-Isra’: 45)</p>
<p>Yang mendorong orang berkata bahwa garam itu untuk mengusir jin adalah sandaran mereka terhadap berita yang masyhur yaitu bahwa jin itu tidak memakan makanan bergaram. Maka dari sini mereka memahami bencinya jin terhadap garam. Dan ini adalah kesimpulan yang bathil dan salah, karena permusuhan jin itu nyata terbukti bedasarkan fitrah dan ayat, dan hanya Allah تعالى yang mampu mengusirnya, melalui sebab memperbanyak dzikir dan doa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Apakah Perbuatan Peruqyah Menjamkan Pandangannya Ke Mata Orang Yang Kerasukan Atau Tersihir Sesuatu Yang Disyari’atkan?</strong></p>
<p>Jawab: Menajamkan mata peruqyah kepada mata yang diruqyah itu mencapekkan peruqyah dan yang diruqyah, dan tidak ada manfaatnya, dan tidaka ada dalil yang menunjukkan hal itu disyari’atkan. Hal itu adalah perkara bid’ah yang dilakukan sebagian peruqyah pada zaman kita ini. Bahkan sebagian peruqyah menjadikan hal ini sebagai perantara untuk memandang mata para pasien wanita. Dan tidak diragukan lagi bahwa hal ini haram.</p>
<p>Dan ini adalah penguluran bahaya yang diberikan syaithan, dan sebagian peruqyah sangat jahat dan menekan untuk bisa memandang pasien wanita.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Apakah Boleh Meletakkan Mushaf Al-Qur’an Di Bawah Kepala Penderita Kerasukan Ketika Tidur Untuk Mengusir Syaithan?</strong></p>
<p>Jawab: Hal ini tidak boleh. Karena hal ini bertentangan dengan perintah mengagungkan dan mensucikan Al-Qur’an. Allah تعالى berfirman,</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>فِي صُحُفٍ مُّكَرَّمَةٍ </strong><strong> * </strong><strong> مَّرْفُوعَةٍ مُّطَهَّرَةٍ</strong></h3>
<p><em>“Pada lembaran-lembaran yang terhormat, terangkat dan tersucikan.”</em> (‘Abasa: 13-14)</p>
<p>Maka peletakkan di bawah kepala tidaklah merupakan pemuliaan dan tidak pula mengangkat.</p>
<p>Dan juga, jin itu tidaklah terusir dengan sekedar meletakkan mushaf pada rumah atau kantong atau di bawah kepala, akan tetapi jin itu terusir dengan kita mengamalkan Al-Qur’an, membacanya dan mentadaburinya. Lalu kita mendakwhkan Al-Qur’an tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Apakah Boleh Membacakan Ayat,</strong></p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا فَاسْتَبِقُواْ الْخَيْرَاتِ أَيْنَ مَا تَكُونُواْ يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ</strong><strong></strong></h3>
<p><strong>(Al-Baqarah: 148) Kepada Orang Kerasukan?</strong></p>
<p>Jawab: Boleh untuk membacakan ayat ini kepada orang yang kerasukan, karena terkadang jin itu bersembunyi pada anggota tubuh si penderita. Dan dia tidak ingin menampakkan diri. Maka ayat ini dibaca untuk menghinakan jin tersebut biidznillah. Maka dia nampak pada lisan si penderita atau menyamarkan diri padanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Apakah Boleh Membakar Jin Dengan Api?</strong></p>
<p>Jawab: Suatu yang diketahui bahwa Allah تعالى mengirim panah api untuk syaithan. Allah تعالى berfirman,</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>إِلاَّ مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ ثَاقِبٌ</strong></h3>
<p><em>“Kecuali jin yang mencuri pembicaraan maka dia dikejar panah api yang menyala.”</em> (Ash-Shaaffaat: 10)</p>
<p>Maka Allah تعالى mengadzab jin dengan panah api, dan telah datang hadits yang menerangkan bahwa tidak dipernolehkan mengadzab dengan api kecuali Pencipta api. Sebagaimana dalam hadits Abu Hurairah رضي الله عنه yang diriwayatkan oleh Al-Bukhary no. 3016, bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>وَإِنَّ النَّارَ لاَ يُعَذِّبُ بِهَا إِلاَّ اللَّهُ</strong></h3>
<p><em>“Dan sesungguhnya api itu, tidaklah mengadzab dengannya kecuali Allah.”</em></p>
<p>Dan dari sini maka tidak boleh bagi peruqyah untuk membaka syaithan dengan api, entah pembakaran itu dengan melalui listrik atau selainnya. Dan yang menguatkan alasan pelarangan ini adalah bahwa jin terkadang cepat bersembunyi pergi, sehingga pembakaran itu malah mengenai si penderita, dan justru menyebabkan adanya penyakit yang lain seperti lumpuh dan lain-lain.</p>
<p>Adapun menggunakan alat penyetrum lalat maka itu boleh karena tidak terdapat padanya api yang membakar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Apa Yang Boleh Dan Apa Yang Tidak Boleh Terkait Dengan Membakar Jin Dengan Ruqyah?</strong></p>
<p>Jawab: Di sana ada dua cara yang biasa digunakan peruqyah untuk membakar jin:</p>
<p><strong>Pertama:</strong> Cara yang disyari’atkan yaitu memperbanyak bacaan Al-qur’an kepada si penderita. Dan mengulang-ulang ayat yang bisa menghantam jin seperti ayat-ayat yang berbicara tentang sihir, ayat adzab di akhirat. Maka ayat-ayat ini dan semisalnya menghantam jin lebih dahsyat dari tebasan pedang pada leher, namun sesuai dengan kadar keikhlasan si pembaca dan kekuatan imannya, dan sesuai dengan konsentrasi si penderita mendengarkan ayat-ayat tersebut dan sejauh mana dia menghadap Allah تعالى.</p>
<p>Kalau saja bacaan باسم الله itu membuat syaithan menjadi kecil seperti lalat, sebagaimana dalam hadits Abu Malih رضي الله عنه</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>وَلَكِنْ قُلْ بِسْمِ اللَّهِ فَإِنَّكَ إِذَا قُلْتَ ذَلِكَ تَصَاغَرَ حَتَّى يَكُونَ مِثْلَ الذُّبَابِ</strong></h3>
<p><em>“Akan tetapi katakan </em><em>باسم الله , sesungguhnya jika engkau ucapakan itu syaithan menjadi kecil sampai seperti lalat”,</em></p>
<p>Lalu bagaimana jika dibacakan ayat dan surat-surat?!</p>
<p><strong>Kedua:</strong> Cara yang bid’ah yaitu yang hakekatnya adalah mantra dan khurafat. Yaitu penulisan huruf-huruf tertentu disertai dengan penulisan ayat. Dan penulisan huruf dan ayat ini dilakukan di potongan kain, lalu potongan kain ini dibakar dan si penderita menghirupnya. Dan hal ini menurut anggapan mereka telah membakar jin.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Insyaallah pembahasan akan kami lanjutkan pada edisi berikutnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Disadur Oleh:</p>
<p>&#8216;Umar Al-Indunisy</p>
<p>Darul Hadits &#8211; Ma&#8217;bar, Yaman</p>
<br />Filed under: <a href='http://thalibmakbar.wordpress.com/category/faedah-dari-kitab-ulama/'>Faedah Dari Kitab Ulama</a>, <a href='http://thalibmakbar.wordpress.com/category/syaikh-muhammad-al-imam/petuah-syaikh-muhammad/'>Petuah Syaikh Muhammad</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thalibmakbar.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thalibmakbar.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thalibmakbar.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thalibmakbar.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thalibmakbar.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thalibmakbar.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thalibmakbar.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thalibmakbar.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thalibmakbar.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thalibmakbar.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thalibmakbar.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thalibmakbar.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thalibmakbar.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thalibmakbar.wordpress.com/531/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thalibmakbar.wordpress.com&amp;blog=10792081&amp;post=531&amp;subd=thalibmakbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thalibmakbar.wordpress.com/2010/12/23/masalah-sihir-kesurupan-jin-dan-obatnya-ruqyah-edisi-03/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">thalibmakbar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>(Revisi) Apakah Hipnotis Itu Ada Kaitannya Dengan Jin, Dan Apa Hukumnya?</title>
		<link>http://thalibmakbar.wordpress.com/2010/12/23/apakah-hipnotis-itu-ada-kaitannya-dengan-jin-dan-apa-hukumnya/</link>
		<comments>http://thalibmakbar.wordpress.com/2010/12/23/apakah-hipnotis-itu-ada-kaitannya-dengan-jin-dan-apa-hukumnya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Dec 2010 15:50:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thalibmakbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Faedah Dari Kitab Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[hipnotis]]></category>
		<category><![CDATA[jin]]></category>
		<category><![CDATA[sihir]]></category>
		<category><![CDATA[syaithan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thalibmakbar.wordpress.com/?p=526</guid>
		<description><![CDATA[بسم الله الرحمن الرحيم Apakah Hipnotis Itu Ada Kaitannya Dengan Jin, Dan Apa Hukumnya? Tidak kita pungkiri bahwa pertanyaan ini terkadang selalu muncul pada benak kita. Dan tidak kita pungkiri banyak orang menganggap bahwa penggunaan cara hipnotis itu banyak. Dan kenyataannya memang demikian, namun di suatu negara dan tempat penggunaannya ternyat berbeda. Kalau di jazirah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thalibmakbar.wordpress.com&amp;blog=10792081&amp;post=526&amp;subd=thalibmakbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><strong>بسم الله الرحمن الرحيم</strong></h2>
<h3 style="text-align:center;"><strong>Apakah Hipnotis Itu Ada Kaitannya Dengan Jin, Dan Apa Hukumnya?</strong></h3>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p>Tidak kita pungkiri bahwa pertanyaan ini terkadang selalu muncul pada benak kita. Dan tidak kita pungkiri banyak orang menganggap bahwa penggunaan cara hipnotis itu banyak. Dan kenyataannya memang demikian, namun di suatu negara dan tempat penggunaannya ternyat berbeda. Kalau di jazirah arab banyak digunakan untuk menyembuhkan, menguatkan persiapan ujian, dan lainnya yang kelihatannya baik. Berbeda di negara yang lain digunakan untuk sarana merampok, mencuri dan menipu.</p>
<p>Maka dari sini kita akan berusaha melihat apa hukum yang diberikan para ulama umat ini. Dan alhamdulillah kita bisa menemukan dan setelah itu mengikuti apa yang difatwakan oleh Asy-Syaikh Al-Albany dan Al-Lajnah Ad-Daimah yang dipimpin oleh Asy-Syaikh Ibnu Baz.</p>
<p><span id="more-526"></span>Pertama, kita menyebut perkara ini dengan kata hipnotis, adapu dalam bahasa inggris dengan kata hypnotism atau kata yang mendekatai dengan itu seperti hypnotic atau yang lain. Dan dalam bahasa arab disebut dengan <strong>التَنْوِيْمُ</strong><strong> </strong><strong>المَغْنَاطِيْسِي</strong><strong>.</strong></p>
<p>Berikut fatwa dan pengarahan ulama terkait permasalahan ini.</p>
<p>Sebagaimana pada kitab “Alfu Fatawa Li Asy-Syaikh Al-Albany” (2/90) yang dikumpulka oleh Abu Sanad Fathullah, sebuah pertanyaan ditujukan pada Asy-Syaikh رحمه الله:</p>
<p>Di sana ada bentuk yang lain dari bentuk ruqyah, yaitu yang mereka sebut pada zaman ini dengan <strong>(الطبِّ الرَّوحاني) </strong><strong>/ (</strong><strong>التنويم</strong><strong> </strong><strong>المغناطيسي</strong><strong>)</strong>, apakah hal itu boleh atau tidak?</p>
<p>Jawab: Pengobatan yang diberikan oleh sebagian orang yang menampakkan dirinya seperti orang shalih yang disebut dengan nama di atas, entah dengan cara seperti orang dulu yaitu <strong><em>berhubungan dengan jin seperti dilakukan oleh orang-orang jahiliyah</em>,</strong> atau yang lain yang saya sebut dengan hipnotis, maka hal ini adalah cara yang tidak disyari’atkan. <strong><em>Karena semua ini terjadi dengan meminta pertolongan kepada jin</em></strong>. Yang mana ini merupakan sebab sesatnya kaum musyrikin. Hal ini sebagaimana Allah تعالى sebutkan,</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا</strong></h3>
<p><em>“Dan bahwasanya ada sekelompok lelaki dari bangsa manusia meminta perlindungan kepada sekelompok lelaki bangsa jin, maka mereka menambahi mereka ketakutan dan dosa.”</em> (Al-Jin: 6)</p>
<p>Dinukil dari Ash-Shahihah (6/614)</p>
<p>Dalam kitab “Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah” (1/338) fatwa no. 1779 disebutkan:</p>
<p>Pertanyaan: Apakah hukum islam terkait hipnotis, yang dengannya akan menguat kemampuan penghipnotis (penghilang kesadaran) menguasai yang dihipnotis lalu berikutnya orang tersebut akan mudah dikendalikan, untuk diajak meninggalkan perkara yang haram atau disembuhkan dari penyakitnya, atau melakukan sesuatu yang dituntut oleh penghipnotis?</p>
<p>Jawab: <em><strong>Hipnotis itu merupakan bentuk perilaku perdukunan (sihir) yang dilakukan melalui bantuan jin, yang dengannya penghipnotis bisa mempengaruhi orang yang dihipnotis</strong></em>. Maka dia berbicara sesuai kemauan penghipnotis, dan jin itu memberinya kekuatan untuk melakukan sebagian pekerjaan dengan tekanan pengaruh padanya. Jika hal itu bertepatan dengan penghipnotis maka itu merupakan ketaatan padanya, sebagai balasan dari apa yang dipersembahkan penghipnotis dan menjadikan jin itu yang menghipnotis mentaati kemauan penghipnotis&#8230;.. (Dan seterusnya yang menunjukkan adanya kerjasama antara penghipnotis dan jin). <strong><em>Bahkan hal ini adalah syirik, karena hal ini adalah mengadu dan meminta tolong kepada selain Allah تعالى</em></strong>.</p>
<p>Asy-Syaikh Al-Albany ditanya sebagaimana dalam kaset “Silsilah Huda wa Nur” no. 324:</p>
<p>Apa hukum hipnotis?</p>
<p>Jawab: <em><strong>Ini adalah dajjal model baru,</strong></em> dajjal yang menyesuaikan zaman, maka hal ini tidak boleh.</p>
<p>Pada kaset no. 27 beliau setelah menyebutkan hukum perdukunan dan sebagainya beliau berkata:</p>
<p>Hipnotis ini termasuk perantara yang ghaib dari manusia, kalau memang seperti ini maka tidak boleh ditempuh.</p>
<p>Setelah terjadi diskusi dengan para penanya, maka kesimpulan ucapan beliau bahwa hal ini ditempuh dengan cara perdukunan dan sihir dan meminta bantuan jin.</p>
<p>Guru kami Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam حفظه الله تعالى  berkata:</p>
<p>Hipnotis memiliki keterkaitan dengan ilmu sihir, kedustaan besar (dajl) terhadap manusia, menggunakan bantuan jin dan syaithan. Maka tidak ada yang menggunakan cara ini kecuali orang yang keluar dari agama, yang mana dia tidak punya rasa takut kepada Allah تعالى dan tidak merasa diawasi oleh Allah تعالى, bahkan dia penjahat dan dia termasuk yang disebut dengan dajjal.</p>
<p><strong>Jika seseorang turun berada di suatu tempat dan dia takut akan dihipnotis, apa yang harus dia lakukan?</strong></p>
<p>Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam حفظه الله تعالى menjawab:</p>
<p>Seharusnya dia pergi dari tempat itu dan harus berhati-hati atau mawas diri. Paling tidak dia harus berhati-hati dari hal-hal seperti jika diberi minuman atau hal-hal yang menjadi perantara hipnotis (entah ucapan, pandangan atau sentuhan). Melindungi diri dengan dzikir-dzikir dan doa-doa. Atau berusaha membawa teman dan tidak bepergian sendirian. Dan paling tidak selalu berusaha hati-hati dan mawas diri.</p>
<p><strong>Hipnotis telah dijadikan program acara pada televisi, apakah hukum menyaksikannya dan apakah akan berpengaruh terhadap yang menyaksikan?</strong></p>
<p>Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam حفظه الله تعالى menjawab:</p>
<p>Tidak boleh menyaksikan acara ini karena padanya ada penipuan kepada manusia dan perancuan, serta kedustaan besar terhadap manusia dari sisi terkadang nampak bagi seseorang suatu hal yang seakan-akan benar padahal tidak sebenarnya lalu dia membenarkannya. Dan ini adalah perkara yang bahaya bagi agama seseorang dn keyakinannya.</p>
<p>Dan acara ini bisa jadi akan memberi pengaruh kepada yang menyaksikan, dari sisi akan terjangkit syubhat (kerancuan), menyangka bahwa orang-orang pendusta ini mendatangkan kebenaran.</p>
<p>Disadur Oleh</p>
<p>‘Umar Al-Indunisy</p>
<p>Darul Hadits – Ma’bar, Yaman</p>
<br />Filed under: <a href='http://thalibmakbar.wordpress.com/category/faedah-dari-kitab-ulama/'>Faedah Dari Kitab Ulama</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thalibmakbar.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thalibmakbar.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thalibmakbar.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thalibmakbar.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thalibmakbar.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thalibmakbar.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thalibmakbar.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thalibmakbar.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thalibmakbar.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thalibmakbar.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thalibmakbar.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thalibmakbar.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thalibmakbar.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thalibmakbar.wordpress.com/526/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thalibmakbar.wordpress.com&amp;blog=10792081&amp;post=526&amp;subd=thalibmakbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thalibmakbar.wordpress.com/2010/12/23/apakah-hipnotis-itu-ada-kaitannya-dengan-jin-dan-apa-hukumnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">thalibmakbar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Masalah Sihir, Kesurupan Jin, Dan Obatnya (Ruqyah) Edisi 02</title>
		<link>http://thalibmakbar.wordpress.com/2010/12/12/masalah-sihir-kesurupan-jin-dan-obatnya-ruqyah-edisi-02/</link>
		<comments>http://thalibmakbar.wordpress.com/2010/12/12/masalah-sihir-kesurupan-jin-dan-obatnya-ruqyah-edisi-02/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Dec 2010 06:44:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thalibmakbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Faedah Dari Kitab Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Petuah Syaikh Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[jin]]></category>
		<category><![CDATA[kerasukan]]></category>
		<category><![CDATA[ma'bar]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[ruqyah]]></category>
		<category><![CDATA[sihir]]></category>
		<category><![CDATA[syaikh]]></category>
		<category><![CDATA[yaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thalibmakbar.wordpress.com/?p=523</guid>
		<description><![CDATA[Tanda-tanda Yang Menunjukkan Bahwa Seseorang Terkena Gangguan Jiwa Tanda-tandanya diantaranya sebagai berikut: Pertama: Orang tersebut menyatakan bahwa dia kok jadi benci sama orang-orang, karena jeleknya pergaulan mereka. Berbeda dengan jika dia membenci tanpa terkait dengan keridhaannya, maka ini merupakan sebab kesurupan. Kedua: Perasaan sesak dada karena rasa sedih pada dirinya. Ketiga: Suka menyendiri dengan alasan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thalibmakbar.wordpress.com&amp;blog=10792081&amp;post=523&amp;subd=thalibmakbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>Tanda-tanda Yang Menunjukkan Bahwa Seseorang Terkena Gangguan Jiwa</strong></p>
<p dir="ltr">Tanda-tandanya diantaranya sebagai berikut:</p>
<p dir="ltr"><strong>Pertama:</strong> Orang tersebut menyatakan bahwa dia kok jadi benci sama orang-orang, karena jeleknya pergaulan mereka. Berbeda dengan jika dia membenci tanpa terkait dengan keridhaannya, maka ini merupakan sebab kesurupan.</p>
<p dir="ltr"><strong>Kedua:</strong> Perasaan sesak dada karena rasa sedih pada dirinya.</p>
<p dir="ltr"><strong>Ketiga:</strong> Suka menyendiri dengan alasan banyaknya problema pada manusia.</p>
<p dir="ltr"><strong>Keempat:</strong> Banyak lupa, karena problema itu mengganggu konsentrasi pada sesuatu.</p>
<p dir="ltr"><strong>Kelima:</strong> Rasa lemah dan malas, karena pikiran akan mempengaruhi jasmani.</p>
<p dir="ltr"> <span id="more-523"></span><strong>Apa Obat Bagi Orang Yang Terkena Sihir Atau Kerasukan Jin?</strong></p>
<p dir="ltr"><strong>Jawab: </strong>Dari pembahasan yang telah lewat kita pahami bahwa orang yang terkena sihir atau kerasukan jin diobati dengan dibacakan Al-Qur&#8217;an, diruqyah secara syar&#8217;i dan dia diseru untuk kembali dan mendekatkan diri kepada Allah عز وجل. Dan bukan dibawa kepada tukang sihir atau dukun (paranormal), karena ini tempat yang salah.</p>
<p dir="ltr"> </p>
<p dir="ltr"><strong>Pengertian Ruqyah Syar&#8217;iyah</strong></p>
<p dir="ltr">Dari judul pembahasan ini bisa kita pahami bahwa di antara ruqyah itu ada yang benar secara syar&#8217;i dan juga ada yang salah. Disebut salah entah karena dia sebenarnya bukan ruqyah bahkan semacam jampi-jampi syaithan, namun dipoles jadi seperti ruqyah (maka inilah yang disebut dengan ruqyah syirkiyah). Atau memang dia itu ruqyah namun tidak sesuai dengan petunjuk syari&#8217;at (maka inilah yang disebut dengan ruqyah bid&#8217;iyah).</p>
<p dir="ltr"><strong>Maka ruqyah syar&#8217;iyah adalah meminta perlindungan melalui ayat-ayat Al-Qur&#8217;an, dzikir-dzikir dan doa-doa yang dituntunkan oleh Nabi </strong><strong>صلى الله عليه وسلم</strong>. Dan agar ruqyah itu dikategorikan ruqyah syar&#8217;iyah maka harus memenuhi persyaratannya.</p>
<p dir="ltr"> </p>
<p dir="ltr"><strong>Syarat-syarat Ruqyah Syar&#8217;iyah</strong></p>
<p dir="ltr">Para ulama menyebutkan syarat-syarat agar ruqyah itu dikatakan syar&#8217;iyah, sehingga terbedakan dari ruqyah syirkiyah ataupu ruqyah bid&#8217;iyah.</p>
<p dir="ltr">Al-Hafizh Ibnu Hajar رحمه الله berkata dalam &#8220;Fath Al-Bary&#8221; (10/240): &#8220;Para ulama telah sepakat akan bolehnya ruqyah jika terkumpul tiga persyaratan:</p>
<p dir="ltr"><strong>Pertama: Dengan menggunakan firman Allah </strong><strong>تعالى atau nama-nama-Nya atau sifat-sifat-Nya.</strong></p>
<p dir="ltr"><strong>Kedua: Dengan bahasa arab atau dengan lainnya yang bisa dipahami maknanya.</strong></p>
<p dir="ltr"><strong>Ketiga: Dengan keyakinan bahwa ruqyah itu tidak bisa memberikan pengaruh dengan sendirinya, namun harus diyakini bahwa yang menjadikannya berpengaruh adalah Allah </strong><strong>تعالى.</strong></p>
<p dir="ltr">Dan yang semakna dengan ini adalah apa yang disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah رحمه الله sebagaimana dalam &#8220;Majmu&#8217; Al-Fatawa&#8221; (24/277-278).</p>
<p dir="ltr">Jika dalam ruqyah itu ada kalimat yang diharamkan, seperti kalimat yang mengandung kesyirikan, atau maknanya tidak bisa dipahami, atau terkandung kekufuran padanya. Maka tidak boleh hal ini dilakukan meskipun yang nampak jin yang merasuki itu terenyahkan. Karena secara kaidah: Setiap yang Allah تعالى haramkan itu kerusakannya lebih besar daripada manfaatnya.</p>
<p dir="ltr">Maka hendaknya para peruqyah untuk berhati-hati dan menghidar dari ruqyah yang tidak syar&#8217;i, demikian pula orang yang meminta diruqyah harus hati-hati dan menghindar dari menerima ruqyah yang tidak syar&#8217;i, seperti ruqyahnya paranormal, para dajjal, ahlul bid&#8217;ah dan orang-orang yang sesat.</p>
<p dir="ltr"> </p>
<p dir="ltr"><strong>Kepada Siapa Kita Meminta Ruqyah Kalau Diperlukan?</strong></p>
<p dir="ltr"><strong>Jawab:</strong> Kepada orang-orang yang berpegang teguh dengan agamanya, shalih dan memiliki ilmu tentang syari&#8217;at ini. Dan kita tidak dibolehkan meminta ruqyah dari paranormal (dukun santet dan tukang sihir), para dajjal, ahlul bid&#8217;ah dan orang-orang sesat. Karena dikhawatirkan mereka tidak mendatangkan ruqyah syariyah akan tetapi justru mendatangkan ruqyah syirkiyah atau bid&#8217;iyah. Hal ini bisa kita pahami dari pembahasan bab sebelumnya.</p>
<p dir="ltr">Sebagaimana hal ini dilakukan oleh sebagian penduduk arab, ketika Abu Sa&#8217;id Al-Khudry رضي الله عنه dan para shahabat lewat di tempat tersebut, mereka bertanya kepada para shahabat apakah ada peruqyah di antara mereka. Tentunya para shahabat adalah orang yang dikenal keilmuan dan keshalihannya. Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhary no. 2276 dan Muslim no. 5697.</p>
<p dir="ltr"> </p>
<p dir="ltr"><strong>Kaidah Penting: Obat-obat Kedokteran Tidak Bermanfaat Bagi Orang Kerasukan</strong></p>
<p dir="ltr">Ibnul Qayyim رحمه الله berkata dalam &#8220;Zaad Al-Ma&#8217;ad&#8221; (4/66): &#8220;Kerasukan atau sawan ada dua: Kerasukan akibat roh-roh yang jelek dan kerasukan atau sawan akibat percampuran yang jelek. Adapu jenis keduan adalah perkara yang para dokter membahas sebab dan obatnya. Adapun kerasukan roh (atau jin), maka pakar dan ahli mereka mengakui keberadaan hal tersebut namun tidak bisa menyembuhkannya.&#8221;</p>
<p dir="ltr">Al&#8217;Allamah Ibnu Al-&#8217;Utsaimin رحمه الله berkata sebagaimana dalam &#8220;Majmu&#8217; Al-Fatawa&#8221; (1/299) setelah menukilkan ucapan Ibnul Qayyim di atas: &#8220;Adapun penyembuhan kerasukan jin, maka para pakar kedokteran mengakui bahwa obat-obat kedokteran tidak memberi manfaat padanya. Obatnya adalah dengan doa, bacaan Al-Qur&#8217;an dan wejangan.&#8221;</p>
<p dir="ltr"> </p>
<p dir="ltr"><strong>Kaidah Penting: Pengobatan Cara Nabi (Tibbun Nabawy) Tidak Cocok Kecuali Pada Badan Yang Baik.</strong></p>
<p dir="ltr">Ibnul Qayyim رحمه الله berkata dalam &#8220;Zaad Al-Ma&#8217;ad&#8221; (4/36): &#8220;Tibbun Nabawy itu tidaklah cocok kecuali pada badan yang baik.&#8221;</p>
<p dir="ltr">Maka hendaknya badan ini disiapkan untuk percaya penuh kepada Allah تعالى, bersandar penuh pada-Nya dan meneripa penuh apa yang dikabarkan Rasulullah صلى الله عليه وسلم, agar tibbun nabawy itu bisa bermanfaat pada badan.</p>
<p dir="ltr"> </p>
<p dir="ltr"><strong>Kaidah Penting: Al-Qur&#8217;an Dan As-Sunnah Jika Diterima Oleh Orang Yang Kerasukan Dengan Penuh Keimanan Dan Ketundukan Maka Dia Akan Mendapatkan Kesembuhan Biidznillah.</strong></p>
<p dir="ltr">Dalil yang menunjukkan akan hal ini di antaranya firman Allah تعالى:</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاء وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ</strong></h3>
<p dir="ltr"><em>&#8220;Dan Kami menurunkan Al-Qur&#8217;an itu sesuatu yang menjadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.&#8221;</em> (Al-Isra&#8217;: 82)</p>
<p dir="ltr">Dan Allah تعالى berfirman,</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَاء لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ</strong></h3>
<p dir="ltr"><em>&#8220;Wahai sekalian manusia, telah datang wejangan dari Rabb kalian, dan obat bagi apa yang ada dalam dada kalian, dan juga petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.&#8221;</em> (Yunus: 57)</p>
<p dir="ltr">Maka hendaknya orang yang meruqyah mengingatkan orang yang kerasukan jin untuk banyak berdzikir kepada Allah تعالى, percaya penuh dan bersandar penuh kepada-Nya, mendekatkan diri kepada-Nya, mengagungkan dan tunduk kepada-Nya. Karena ini merupakan sebab terbesar bagi orang yang kerasukan untuk mendapatkan kesembuhan.</p>
<p dir="ltr"> </p>
<p dir="ltr"><strong>Kapan Orang Yang Meruqyah Memberikan Madu Pada Yang Kerasukan?</strong></p>
<p dir="ltr"><strong>Jawab:</strong> Madu memang obat yang bermanfaat, sebagaimana Allah تعالى jelaskan pada surat An-Nahl ayat 68-69:</p>
<h3><strong>يَخْرُجُ مِن بُطُونِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاء لِلنَّاسِ</strong></h3>
<p dir="ltr"><em>&#8220;&#8230; Keluar dari perutnya (lebah) minuman yang berbeda warnanya, padanya terkandung obat bagi manusia.&#8221;</em>.</p>
<p dir="ltr">Dan As-Sunnah juga menganjurkan untuk berobat dengan madu. Akan tetapi orang yang kerasukan tidaklah kesembuhannya itu terdapat pada madu, bahkan kebanyakan mereka tidaklah butuh akan madu. Dan sebagian orang beranggapan bahwa kalau orang itu tersihir melalui minuman maka obatnya minuman yang dicampur dengan madu, dan apa dalil anggapan ini?</p>
<p dir="ltr">Intinya: saran orang yang meruqyah kepada oarng yang kesurupan untuk minum madu itu timbul dari kebodohan orang yang meruqyah. Atau karena orang itu memang pedagang madu, dia menyarankan itu demi melariskan madunya.</p>
<p dir="ltr"> </p>
<p dir="ltr"><strong>Kapan Habbatus Suada&#8217; (Jinten Hitam) Dan Minyaknya Digunakan Untuk Mengobati Orang Kerasukan?</strong></p>
<p dir="ltr"><strong>Jawab:</strong> Habbatus Sauda&#8217; memang merupakan obat yang mujarab. Adapun dalam hal sihir dan kerasukan, maka orang yang terkena sihir atau kerasukan jin tidaklah terlalu membutuhkan berobat dengan sedikitpun darinya. Karena yang dia butuhkan adalah pengobatan dengan ruqyah dengan Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah serta mendekatkan diri kepada Allah تعالى. Dan cukuplah hal ini akan mendatangkan manfaat baginya dalam agamanya dan dunianya. Sesungguhnya penggunaan habbatus sauda&#8217; atau minyaknya sebagai bentuk pengobatan umum maka tidak mengapa, akan tetapi salah kalau habbatus sauda&#8217; dijadikan obat terpenting bagi orang kena sihir dan kerasukan.</p>
<p dir="ltr"> </p>
<p dir="ltr"><strong>Kapan Minyak Zaitun Digunakan Untuk Mengobati Orang Yang Terkena Sihir Atau Kerasukan?</strong></p>
<p dir="ltr"><strong>Jawab:</strong> Minyak Zaitun itu adalah minyak yang keluar dari tanaman yang berbarakah, hal ini sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Mukminun: 20, dan juga dalam hadits Ibnu &#8216;Abbas رضي الله عنهما. Dan minyak ini digunakan dalam momen masak-masak dan juga mengolesi bagian tubuh yang dibutuhkan.</p>
<p dir="ltr">Ketika minyak ini bisa digunakan untuk mengolesi bagian tubuh yang dibutuhkan maka, boleh baginya menggunakan minyak ini pada orang yang tersihir dan kerasukan pada kesempatan sebagai berikut:</p>
<p dir="ltr"><strong>Pertama:</strong> Jika orang yang kerasukan ini dibikin oleh syaithan mendapatkan gangguan pada anggota tubuhnya. Maka diolesi anggota tubuhnya untuk melunakkannya dan membasahinya.</p>
<p dir="ltr"><strong>Kedua:</strong> Jika jin itu berada pada anggota tubuh seperti punggung, paha, tangan dan anggota tubuh yang lain, maka diolesi dengan minyak itu pada waktu sore.</p>
<p dir="ltr">Adapun jika jin itu menyakiti orang yang kerasukan pada akalnya, terkadang jin itu merasukinya dan terkadang mendorongnya untuk menimbulkan fitnah dan kerusakan, maka tidak butuh kepada minyak zaitun. Dan tidak benar orang yang meruqyah menyarankan untuk menggunakan minyak zaitun pada keadaan ini.</p>
<p dir="ltr"> </p>
<p dir="ltr"><strong>Apakah Boleh Menggantungkan Sebagian Ayat Al-Qur&#8217;an Untuk Menolak Sihir, Kerasukan Dan &#8216;Ain?</strong></p>
<p dir="ltr"><strong>Jawab:</strong> Tidak boleh menggantungkan sebagian ayat Al-Qur&#8217;an ataupun hadits pada suatu makhlukpun, yang besar atau yang kecil, manusia ataupun binatang, pembaca ataupun pembaca. Pengharaman ini berdasarkan hal-hal berikut:</p>
<p dir="ltr"><strong>Pertama:</strong> Al-Qur&#8217;an diturunkan untuk dibaca, direnungkan kemudian diamalkan. Sebagaimana dalam ayat,</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ</strong></h3>
<p dir="ltr"><em>&#8220;Suatu Kitab yang Kami turunkan kepadamu, yang berbarakah agar mereka merenungkan ayat-ayat-Nya.&#8221;</em> (Shaad: 29)</p>
<p dir="ltr">Kalau digantungkan maka akan menyelisihi hkmah dan tujuan diturunkannya Al-Qur&#8217;an.</p>
<p dir="ltr"><strong>Kedua:</strong> Penggantungan itu tidaklah dilakukan oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Padahal beliau selama dua puluh tiga tahun meruqyah para shahabat dengan berbagai macam bentuk ruqyah dan tidak terjadi yang namanya penggantungan ayat, tidak pula beliau menyarankan untuk melakukan hal itu. Adapun hadits yang menunjukkan bahwa sebagian shahabat melakukan hal itu maka haditsnya lemah (dha&#8217;if).</p>
<p dir="ltr"><strong>Ketiga:</strong> Para shahabat sepeninggal Rasul juga tidak melakukan hal ini. Bahkan mereka membenci melakukan hal ini dengan ayat Al-Qur&#8217;an ataupun selainnya.</p>
<p dir="ltr"><strong>Keempat:</strong> Penggantungan ayat Al-Qur&#8217;an ini akan menyebabkan penghinaan terhadap firman dan ayat Allah تعالى dari beberapa sisi:</p>
<ul>
<li>Dia akan menindihnya jika tidur dan berguling di atasnya.</li>
<li>Masuk kamar mandi dan ayat itu tergantung pada tubuhnya.</li>
<li>Ketika suami menggauli istrinya seringnya ayat itu masih tergantung.</li>
<li>Terkadang peletakan ayat itu pada ketiak, pusar, paha dan lainnya yang merupakan tempat yang tidak layak.</li>
<li>Akan terkena kotoran badan dan keringat, sebagaimana ini sudah terbuktikan.</li>
</ul>
<p dir="ltr"> </p>
<p dir="ltr"><strong>Apakah Boleh Menulis Sebagian Ayat Pada Orang Yang Sakit?</strong></p>
<p dir="ltr"><strong>Jawab:</strong> Sebagian orang menuliskan ayat Al-Qur&#8217;an pada tubuh orang yang sakit, entah pada pahanya, atau pada pusarnya atau pada tempat yang lain. Mereka menyangka bahwa ini boleh, dan sungguh jauh persangkaan itu. Karena mereka yang menyangka boleh itu tidak punya landasan, tidak dari Al-Qur&#8217;an, tidak dari hadits, tidak pula dari para shahabat dan ulama salaf. Adapun yang diriwayatkan dari Al-Marway bahwa Ja&#8217;far Ash-Shadiq menulis baginya beberapa ayat Al-Qur&#8217;an ketika dia sakit panas maka itu tidaklah benar. Riwayat ini lemah, karena dalam sanadnya ada &#8216;Amr bin Majma&#8217; As-Sukuny didha&#8217;ifkan oleh Ad-Daruqutny, Ar-Razy dan Ibnu Syahin. Lihat &#8220;Lisan Al-Mizan&#8221; (4/433).</p>
<p dir="ltr"> </p>
<p dir="ltr"><strong>Apakah Boleh Melebur Ayat Al-Qur&#8217;an Dalam Air Untuk Diminum?</strong></p>
<p dir="ltr"><strong>Jawab:</strong> Di sana ada orang yang melebur ayat Al-Qur&#8217;an dalam air yang digunakan untuk mengobati orang yang terkena sihir dan kerasukan. Orang memberikannya sebagai bentuk pengobatan dengan Al-Qur&#8217;an.</p>
<p dir="ltr">Perbuatan ini tidaklah sesuai dengan petunjuk Rasulullah صلى الله عليه وسلم, dan tidak pula amalan ulama terdahulu. Pelaku hal ini tidaklah memiliki sandaran yang benar. Dan kejelekan perbuatan ini hampir sama dengan kejelekan menggantungkan ayat Al-Qur&#8217;an. Silahkan dirujuk kembali pembahasan yang lewat.</p>
<p dir="ltr"> </p>
<p dir="ltr">Insyaallah pembahasan akan kami lanjutkan pada edisi berikutnya.</p>
<p dir="ltr"> </p>
<p dir="ltr">Disadur Oleh:</p>
<p dir="ltr">&#8216;Umar Al-Indunisy</p>
<p dir="ltr">Darul Hadits &#8211; Ma&#8217;bar, Yaman</p>
<br />Filed under: <a href='http://thalibmakbar.wordpress.com/category/faedah-dari-kitab-ulama/'>Faedah Dari Kitab Ulama</a>, <a href='http://thalibmakbar.wordpress.com/category/syaikh-muhammad-al-imam/petuah-syaikh-muhammad/'>Petuah Syaikh Muhammad</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thalibmakbar.wordpress.com/523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thalibmakbar.wordpress.com/523/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thalibmakbar.wordpress.com/523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thalibmakbar.wordpress.com/523/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thalibmakbar.wordpress.com/523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thalibmakbar.wordpress.com/523/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thalibmakbar.wordpress.com/523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thalibmakbar.wordpress.com/523/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thalibmakbar.wordpress.com/523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thalibmakbar.wordpress.com/523/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thalibmakbar.wordpress.com/523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thalibmakbar.wordpress.com/523/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thalibmakbar.wordpress.com/523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thalibmakbar.wordpress.com/523/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thalibmakbar.wordpress.com&amp;blog=10792081&amp;post=523&amp;subd=thalibmakbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thalibmakbar.wordpress.com/2010/12/12/masalah-sihir-kesurupan-jin-dan-obatnya-ruqyah-edisi-02/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">thalibmakbar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hormatilah Guru Dan Ulamamu</title>
		<link>http://thalibmakbar.wordpress.com/2010/12/12/hormatilah-guru-dan-ulamamu/</link>
		<comments>http://thalibmakbar.wordpress.com/2010/12/12/hormatilah-guru-dan-ulamamu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Dec 2010 06:38:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thalibmakbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Faedah Dari Kitab Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[al-hadits]]></category>
		<category><![CDATA[dar]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[ma'bar]]></category>
		<category><![CDATA[ulama]]></category>
		<category><![CDATA[yaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thalibmakbar.wordpress.com/?p=521</guid>
		<description><![CDATA[بسم الله الرحمن الرحيم   Al-Hafizh Al-Hakamy رحمه الله berkata dalam &#8220;Al-Mimiyah&#8221;: Dan nasehat berikanlah pada pera penuntut ilmu dengan ikhlash Secara tersembunyi dan terang-terangan, Dan guru itu hormatilah Asy-Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr حفظه الله menjelaskan dalam syarahnya hal. 84-86: Nasehat adalah menginginkan kebaikan bagi orang lain. Dan engkau mencintai bagi mereka apa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thalibmakbar.wordpress.com&amp;blog=10792081&amp;post=521&amp;subd=thalibmakbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;">بسم الله الرحمن الرحيم</h2>
<h2> </h2>
<p dir="ltr">Al-Hafizh Al-Hakamy رحمه الله berkata dalam &#8220;Al-Mimiyah&#8221;:</p>
<p dir="ltr">Dan nasehat berikanlah pada pera penuntut ilmu dengan ikhlash</p>
<p dir="ltr">Secara tersembunyi dan terang-terangan, Dan guru itu hormatilah</p>
<p dir="ltr">Asy-Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr حفظه الله menjelaskan dalam syarahnya hal. 84-86:</p>
<p dir="ltr">Nasehat adalah menginginkan kebaikan bagi orang lain. Dan engkau mencintai bagi mereka apa yang engkau cintai bagi dirimu. Jika Allah تعالى telah memuliakan dan menganugerahimu ilmu dan keutamaan, maka tularkanlah hal itu kepada yang lain. Agar mereka juga mendapatkan manfaat.</p>
<p dir="ltr">Dan lakukan semua itu dengan ikhlash mengharap balasan dari Allah تعالى. Janganlah niatmu itu demi mendapatkan balasan dari mereka, akan tetapi haraplah pahala akhirat.</p>
<p dir="ltr"><span id="more-521"></span>Dan sampaikan nasehat itu secara tersembunyi, berdua dan empat mata saja. Terlebih ketika menasehatinya dari sebagian kesalahan dan penyimpangan. Sesungguhnya nasehat itu jika disampaikan dengan menyendiri maka akan lebih berpengaruh dan lebih berfaedah. Al-Hafizh Ibnu Rajab رحمه الله menyebutkan bahwa ulama salaf itu tidak suka melakukan nasehat amar ma&#8217;ruf nahi munkar di depan khalayak ramai, menampakkan orang yang salah. Kemudian beliau mengatakan: &#8220;Mereka lebih suka melakukannya dengan tersembunyi, karena ini merupakan tanda adanya nasehat. Seorang penasehat itu tidaklah selayaknya punya tujuan menyebarkan aib, karena hal ini diharamkan.&#8221;</p>
<p dir="ltr">Dan juga sampaikan dengan terang pada pelajaran, khutbah yang membawa manfaat bagi semua pihak.</p>
<p dir="ltr">Demikian juga hormatilah ustadz dan gurumu. Hendaknya menghormati ulama dan orang yang menyampaikan padanya ilmu. Sesuai dengan kadar hormatnya kepada ulama maka dia akan mendapatkan faedah dari ulama tersebut. Demikian pula sebaliknya.</p>
<p dir="ltr">Asy-Syaikh Muhammad Mani&#8217; رحمه الله (seorang ulama Su&#8217;udiyah) berkata: &#8220;Dan tidak pantas bagi seorang penuntut ilmu itu mencela dan menggunjing ulama dan juga para pengajar yang membantunya. Jangan sampai dia membalas kebaikan ulama dengan kejelekan. Sebagaimana hal ini banyak terjadi pada sekian banyak penuntut ilmu. Sehingga dia diharamkan dari ilmu yang dimiliki ulama tersebut. Bahkan yang wajib adalah dia mengakui keutamaan ulama itu, berdoa untuknya, menyebarkan kebaikannya dan melindungi kejelekannya.&#8221;</p>
<p dir="ltr">Ingatlah ucapan Ibnu Asakir رحمه الله: &#8220;Sesungguhnya daging para ulama itu masmumah.&#8221; Dan apa maksudnya? Ingatlah bahwa orang yang menggunjing, menyebarkan aib dan mencela para ulama yang merupakan pewaris nabi dan hujjah Allah تعالى di muka bumi maka dia terancam dengan kejelekan, kerugian dan kebinasaan. Dia akan rugi karena dia akan diharamkan dari ilmu ulama yang dia cela, dia akan binasa karena bimbingan dan nasehatnya akan luput darinya.</p>
<p dir="ltr">Dan ingatlah ucapan Abu Hazim seorang ulama salaf: &#8220;Engkau tidak akan menjadi ulama (tidak pantas disebut ulama) sampai engkau memiliki tiga perangai:</p>
<ol>
<li>Tidak memusuhi orang yang di atasmu (dari segi ilmu, umur dan kedudukan)</li>
<li>Tidak meremehkan orang yang di bawahmu.</li>
<li>Tidak menginginkan dengan ilmu ini sekelumit dari dunia (entah kedudukan, entah agar dielu-elukan, entah agar kelihatan selalu tampil dan sebagainya). Lihat Siyar A&#8217;lam An-Nubala karya Adz-Dzahaby (6/90).</li>
</ol>
<p dir="ltr">Koreksi dirimu apakah sudah benar tujuan dan langkahmu. Indahkan kehidupanmu dengan adab. Karena Allah تعالى telah mengawali firman-Nya dengan pelajaran adab kepada-Nya. Renungkanlah surat Al-Fatihah niscaya akan ada pelajaran adab padanya.</p>
<p dir="ltr">Kemudian pada hal 159 Asy-Syaikh mengatakan:</p>
<p dir="ltr">Ambillah ilmu dari ulama-ulama besar, sebagaimana hal ini datang dari Ibnu Mas&#8217;ud رضي الله عنه : &#8220;Senantiasa manusia ini akan shalih keadaannya berpegang teguh, selama ilmu itu diambil dari para shahabat Muhammad صلى الله عليه وسلم dan dari ulama-ulama besar mereka. Jika datang dari ulama-ulama kacangan maka niscaya mereka akan binasa.&#8221; Diriwayatkan oleh Abdurrazaq dalam &#8220;Al-Mushannaf&#8221; no. 20446.</p>
<p dir="ltr"> </p>
<p dir="ltr">Disadur oleh</p>
<p dir="ltr">&#8216;Umar Al-Indunisy</p>
<p dir="ltr">Darul Hadits &#8211; Ma&#8217;bar, Yaman.</p>
<br />Filed under: <a href='http://thalibmakbar.wordpress.com/category/faedah-dari-kitab-ulama/'>Faedah Dari Kitab Ulama</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thalibmakbar.wordpress.com/521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thalibmakbar.wordpress.com/521/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thalibmakbar.wordpress.com/521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thalibmakbar.wordpress.com/521/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thalibmakbar.wordpress.com/521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thalibmakbar.wordpress.com/521/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thalibmakbar.wordpress.com/521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thalibmakbar.wordpress.com/521/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thalibmakbar.wordpress.com/521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thalibmakbar.wordpress.com/521/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thalibmakbar.wordpress.com/521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thalibmakbar.wordpress.com/521/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thalibmakbar.wordpress.com/521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thalibmakbar.wordpress.com/521/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thalibmakbar.wordpress.com&amp;blog=10792081&amp;post=521&amp;subd=thalibmakbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thalibmakbar.wordpress.com/2010/12/12/hormatilah-guru-dan-ulamamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">thalibmakbar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Masalah Sihir, Kesurupan Jin, Dan Obatnya (Ruqyah) Edisi 01</title>
		<link>http://thalibmakbar.wordpress.com/2010/12/02/masalah-sihir-kesurupan-jin-dan-obatnya-ruqyah-edisi-01/</link>
		<comments>http://thalibmakbar.wordpress.com/2010/12/02/masalah-sihir-kesurupan-jin-dan-obatnya-ruqyah-edisi-01/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Dec 2010 12:03:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thalibmakbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Faedah Dari Kitab Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Petuah Syaikh Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[al-imam]]></category>
		<category><![CDATA[jin]]></category>
		<category><![CDATA[kesurupan]]></category>
		<category><![CDATA[ma'bar]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[ruqyah]]></category>
		<category><![CDATA[sihir]]></category>
		<category><![CDATA[syaikh]]></category>
		<category><![CDATA[yaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thalibmakbar.wordpress.com/?p=518</guid>
		<description><![CDATA[بسم الله الرحمن الرحيم Masalah Sihir, Kesurupan Jin, Dan Obatnya (Ruqyah) Edisi 01 Tiga hal di atas adalah perkara yang sedikit sekali orang mengetahuinya, atau kalaupun tahu kemungkinan orang tersebut mengetahui tidak pada landasan dan keterangan yang benar, atau juga, tahu tapi tidak begitu menyadarinya. Maka tidak ada keraguan lagi bagi kami untuk mengetengahkan tema [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thalibmakbar.wordpress.com&amp;blog=10792081&amp;post=518&amp;subd=thalibmakbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><strong>بسم الله الرحمن الرحيم</strong></h2>
<h3 style="text-align:center;"></h3>
<h3 style="text-align:center;"><strong>Masalah Sihir, Kesurupan Jin, Dan Obatnya (Ruqyah) Edisi 01</strong></h3>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p>Tiga hal di atas adalah perkara yang sedikit sekali orang mengetahuinya, atau kalaupun tahu kemungkinan orang tersebut mengetahui tidak pada landasan dan keterangan yang benar, atau juga, tahu tapi tidak begitu menyadarinya. Maka tidak ada keraguan lagi bagi kami untuk mengetengahkan tema ini. Dengan harapan agar keterangan yang singkat ini memberikan keterangan yang benar terkait tiga hal di atas dengan keterangan yang berlandaskan pada Al-Qur&#8217;an, As-Sunnah dan keterangan para ulama. Dengan harapan setelah membaca keterangan ini, para pembaca bisa mengambil langkah dalam mencegah atau melakukan tindakan (mengobati).</p>
<p>Pembahasan ini kami sadurkan dari kitab guru kami, satu dari sekian ulama besar Yaman, Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam حفظه الله pengasuh di Darul Hadits &#8211; Ma&#8217;bar, Yaman, yang berjudul &#8220;Ahkam At-Ta&#8217;amul Ma&#8217;a Al-Jin Wa Adab Ar-Ruqa Asy-Syar&#8217;iyah (Pedoman-pedoman Bergaul Bersama Jin Dan Tata Cara Ruqyah Yang Syar&#8217;i)&#8221;, dari halaman 65 &#8211; 124, Insyaallah. Ada sekian pembahasan yang akan kami ketengahkan yang mungkin perlu kami bagi dalam beberapa episode. Nas&#8217;alullaha al-&#8217;aun.</p>
<p><span id="more-518"></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Sebab-sebab Yang Menjadikan Syaithan Merasuki Manusia</strong></p>
<p>Sebab-sebab yang menjadikan jin merasuki manusia tidaklah sedikit, diantaranya:</p>
<p><strong>Pertama: Karena menindak lanjuti permusuhan lama antara kedua bangsa ini, yaitu bangsa jin dan bangsa manusia.</strong></p>
<p>Allah تعالى berfirman,</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ</strong></h3>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya syaithan itu musuh bagi kalian, maka jadikanlah dia musuh. Sesungguhnya ia menyeru pengikutnya agar menjadi penghuni neraka.&#8221;</em> (Fathir: 6)</p>
<p>Sebagian jin ketika tahu ada permusuhan lama antara bangsanya dengan bangsa manusia maka atas dasar fanatik kelompoknya dan dalam rangka membela iblis dia merasuki manusia.</p>
<p><strong>Kedua: Karena unsur balas dendam.</strong></p>
<p>Hal ini disebabkan karena manusia menyakiti mereka. Entah karena mengecinginya, atau menyiram air panas, atau membunuh kerabat jin itu. Dan balas dendamnya ini bisa mengantarkan manusia menjadi buta, lumpuh atau sampai bunuh diri.</p>
<p><strong>Ketiga: Karena alasan cinta.</strong></p>
<p>Sebagian jin bisa jatuh cinta pada wanita bangsa manusia, dan sebagian jin wanita bisa jatuh cinta pada lelaki bangsa manusia. Yang menjadi sebab terbesar datangnya perkara ini adalah tidak membaca doa atau dzikir saat masuk kamar mandi lalu bertelanjang di dalamnya. Dan juga ketika tidur dan ketika mandi. Bahkan ketika berhubungan badan antara suami istri. Jika seorang muslim mengamalkan dzikir dan doa pada kesempatan-kesempatan tersebut maka Allah تعالى akan menjaganya.</p>
<p><strong>Keempat: Karena alasan mengajak taubat.</strong></p>
<p>Sebagian jin yang cinta kebaikan namun dia bodoh akan tuntunan syari&#8217;at merasa tidak suka pada pelaku maksiat, maka dia merasukinya dengan tujuan menyakitinya ketika orang itu melakukan maksiat, sehingga dengan sebab itu dia terdorong untuk bertaubat dan meninggalkan maksiat itu.</p>
<p><strong>Kelima: Karena jin itu terjatuh pada bid&#8217;ah dan maksiat, lalu dia menemukan manusia pelaku bid&#8217;ah dan maksiat.</strong> Maka dengan itu dia merasuki orang itu agar orang itu tetap melakukan bid&#8217;ah dan maksiat.</p>
<p><strong>Keenam: Karena manusia membaca buku-buku sihir atau mantera.</strong></p>
<p>Jika manusia melakukan ini maka bisa jadi sebab jin masuk pada orang itu, meskipun orang yang baca ini tidak menginginkan itu, tidak pula ingin belajar sihir atau menghadirkan jin. Akan lebih mungkin terasuki kalau dia membacanya dengan tujuan belajar sihir atau menghadirkannya.</p>
<p><strong>Ketujuh: Karena alasan mengajak manusia mengamalkan sihir dan ilmu nujum.</strong></p>
<p>Syaithan memiliki bisikan dan tipu daya yang bahaya akan jenis orang ini. Seperti jin itu mengaku dia adalah malaikat yang diutus oleh Allah تعالى kepada orang itu, lalu melakukan hal tertentu sehingga orang itu tertipu lalu membenarkan jin dan bujukannya itu.</p>
<p><strong>Kedelapan: Karena alasan mempermainkan manusia dan menghinakan manusia.</strong></p>
<p>Selama aku mengobati orang yang terkena sihir dan kerasukan, aku terkadang menyaksikan sebgaian orang yang kerasukan itu ketawa, kadang menangis, kadang memperbanyak ibadah, begitu cepat lalu meninggalkannya. Keadaan seperti inilah yang dimanfaatkan syaithan yang berada dalam diri manusia itu.</p>
<p><strong>Kesembilan: Karenanya adanya kesepakatan antara jin dan tukang sihir, agar jin itu masuk ke seseorang yang dinginkan tukang sihir atau dukun itu.</strong></p>
<p><strong>Macam-macan Bentuk Syaithan Yang Dengan Bentuk Ini Menampakkah Diri Kepada Orang Yang Kesurupan Dan Orang Yang Kena Sihir</strong></p>
<p>Syaithan menampakkan diri kepada orang yang kesurupan dalam bentuk yang berbeda-beda, penjelasannya sebagai berikut:</p>
<p><strong>Pertama: Terkadang syaithan datang dalam rupa manusia.</strong></p>
<p>Seringnya syaithan itu menampakkan diri kepada orang yang kesurupan atau tersihir pada saat tidur, dan terkadang menampakkan diri pada saat orang itu bangun terjaga. Jika yang sakit itu seorang pemuda maka seringnya syaithan menampakkan diri dalam rupa wanita cantik. Dan gangguan jin berupa jatuh cintanya jin kepada manusia ini merupakan gangguan yng paling bahaya, karena jin itu tidak akan rela orang yang dicintainya mencintai kaum hawa bangsa manusia.</p>
<p>Kalau pemuda ini orang yang shalih, maka keselamatannya dari gangguan ini akan mudah diharapkan. Kalau pemuda ini orang yang tidak shalih, maka akan hal ini akan membuainya dan menganggap berkesempatan berzina dengan jin wanita ini. Dan petakanya sangat besar.</p>
<p><strong>Kedua: Orang yang kesurupan seringnya melihat dalam tidurnya jin yang mengancamnya dengan pukulan, atau akan dibunuh, atau akan dihancurkan hartanya dan dibunuh anaknya, dan terkadang menampakkan diri saat orang ini tidak tidur.</strong></p>
<p>Jin model ini adalah jin yang menuntut balas dendam, entah dari dirinya sendiri, entah karena utusan keluarganya. Hal ini disebabkan manusia menyakitinya entah dengan menyiram air panas pada tempat yang ada jinnya, atau kencing pada tempat tersebut atau membunuh salah satu keluarganya, karena terkadang jin itu menampakkan diri dengan berwujud ular lalu serta merta manusia membunuhnya tanpa mengingatkannya.</p>
<p><strong>Ketiga: Syaithan menampakkan diri pada orang yang kesurupan dalam bentuk hewan, seperti kera, singa, anjing, macan, kalajengking, ular dan selain itu.</strong></p>
<p>Bentuk seperti ini kebanyakannya menunjukkan bahwa jin tersebut adalah kiriman tukang sihir atau dukun. Artinya: dukun atau tukang sihir ini menyuruh jin untuk menjelma di hadapan orang yang kesurupan dengan bentuk hewan tersebut, dengan tujuan untuk menteror dan menakut-nakuti.</p>
<p><strong>Apa Perbedaan Antara Kesurupan Dan Was-was?</strong></p>
<p><strong>Jawab:</strong> Kesurupan dan was-was itu sama-sama akibat pengaruh syaithan kepada seorang hamba.</p>
<p><strong>Adapun perbedaannya, ada beberapa perkara, diantaranya;</strong></p>
<p><strong>Pertama:</strong> Was-was itu lebih umum cakupannya, adapun kesurupan itu lebih khusus. Manusia bisa sebagiannya membisikkan was-was kepada yang lain, jin juga bisa membisikkan was-was kepada jin yang lain, juga membisikkan was-was pada manusia. Adapun kesurupan hanya terjadi pada sebagian orang. Adapun kesurupan maka jin bisa merasuki manusia dan manusia tidak bisa merasuki jin.</p>
<p><strong>Kedua:</strong> Kesurupan itu terjadi dengan pengaruh jin kepada sebagian manusia, entah dengan langsung atau dengan jalan kiriman tukang santet / sihir. Adapun was-was itu adalah khayalan atau bayangan yang tidak benar.</p>
<p><strong>Ketiga:</strong> Orang yang kesurupan kalau telah keluar jinnya dia bangu dengan keheranan, penuh kegembiraan dan mengucapkan dzikir kepada Allah تعالى.</p>
<p><strong>Keempat:</strong> Was-was itu obatnya dengan belajar agama dan menyibukkan dirinya dengan perkara yang bermanfaat. Adapun kesurupan obatnya dengan membaca Al-Qur&#8217;an dan ruqyah serta kembali kepada Allah تعالى.</p>
<p><strong>Apa Perbedaan Antara Kesurupan Dan Sihir (Tenung, Santet)?</strong></p>
<p><strong>Jawab: </strong>Setiap orang yang kena sihir terkena kesurupan, dan orang yang kesurupan belum tentu terkena sihir.</p>
<p><strong>Kesamaan antara sihir dan kesurupan antara lain:</strong></p>
<p><strong>Pertama:</strong> Orang yang kena sihir dan yang kesurupan sama-sama terkena pengaruh jin.</p>
<p><strong>Kedua:</strong> Orang yang kena sihir dan yang kesurupan sama-sama terancam gangguan jin.</p>
<p><strong>Ketiga:</strong> Orang yang kena sihir dan yang kesurupan sama-sama tidak ada obat yang lebih bermanfaat baginya kecuali ruqyah. Ruqyah adalah obat yang sangat bermanfaat untuk menolak pengaruh jin dan syaithan.</p>
<p><strong>Keempat:</strong> Sihir dan kesurupan bisa menimpa keumuman manusia, dan umumnya terkait dengan akalnya, kalbunya, badannya, hartanya, keluarganya, temannya, urusan agama dan dunianya.</p>
<p><strong>Adapun perbedaan antara kesurupan dengan sihir diantaranya:</strong></p>
<p><strong>Pertama:</strong> Kesurupan itu pengaruh jin yang berasal dari jin itu sendiri. Adapun sihir maka ada unsur kerjasama antara syaithan bangsa manusia yaitu dukun dengan syaithan bangsa jin, untuk menimpakan sesuatu pada seseorang. Kalau ada yang terkena maka semua itu sesuai yang Allah تعالى ijinkan.</p>
<p><strong>Kedua:</strong> Kesurupan itu seringnya terjadi karena jin melakukan balas dendam, atau kasus cinta, atau mempermainkan manusia. Adapun sihir itu datangnya dari ulah sebagian manusia terhadap sebagian yang lain, disebabkan karena permusuhan antara mereka.</p>
<p><strong>Ketiga:</strong> Sihir itu entah memang keinginan si dukun  itu sendiri, atau bisa juga dia melakukan atas permintaan orang.</p>
<p><strong>Keempat:</strong> Orang yang kesurupan itu seringnya orang yang lalai dari syari&#8217;at dan pelaku maksiat, adapun orang yang kena sihir itu seringnya orang baik-baik, orang yang shalih.</p>
<p><strong>Kelima:</strong> Jin yang dikirim dukun jika diminta oleh dukun itu untuk keluar terkadang dia mau keluar karena jin itu anak buahnya, tapi terkadang tidak mau keluar karena membangkang pada si dukun. Adapun jin yang masuk dengan jalan kesurupan maka si dukun tidak punya wewenang mengeluarkannya. Maka tidak ada faedah mengobati kesurupan pada tukang sihir atau dukun.</p>
<p><strong>Keenam: </strong>Terkadang jin yang dikirim si dukun ingin keluar dari yang disihir, akan tetapi si dukun melarangnya dan mengancamnya akan dibunuh kalau keluar. Adapun jin yang masuk dengan jalan merasuki kapan dia ingin keluar maka dia keluar dengan izin Allah تعالى .</p>
<p><strong>Ketujuh:</strong> Gangguan jin yang dikirim tukang sihir itu sesuai dengan keinginan si tukang sihir, kalau diperintah membunuh yang tersihir ya dibunuh. Adapun jin yang masuk dengan merasuki maka gangguannya sesuai kemauan jin itu sendiri.</p>
<p><strong>Ada</strong><strong> Yan Berkata: &#8220;Ada Beberapa Jenis Sihir Yang Tidak Ada Obatnya.&#8221; Apakah Ucapan Ini Benar?</strong></p>
<p><strong>Jawab:</strong> Ucapan ini tidak benar. Hal ini bertentangan dengan dalil-dalil dalam syari&#8217;at ini. Dalil yang umum terkait semua penyakit dan dalil yang umum terkait sihir.</p>
<p>Adapun dalil yang umum terkait semua penyakit adalah yang diriwayatkan oleh Al-Bukhary no. 5678 dari Abu Hurairah رضي الله عنه bahwa Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda,</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>مَا أَنْزَلَ اللَّهُ دَاءً إِلاَّ أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً</strong></h3>
<p><em>&#8220;Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit kecuali Allah juga turunkan baginya obatnya.&#8221;</em></p>
<p>Dalam hadits Usamah bin Syarik رضي الله عنه yang diriwayatkan oleh Ahmad (4/278) bahwa Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda,</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>تَدَاوَوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلاَّ وَضَعَ لَهُ دَوَاءً</strong></h3>
<p><em>&#8220;Berobatlah kalian!! Sesungguhnya tidaklah Allah meletakkan suatu penyakit kecuali meletakkan baginya pula obatnya.&#8221;</em></p>
<p>Adapun dalil umum yang terkait dengan penghilang sihir secara umum tanpa kecuali adalah firman Allah عز وجل,</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>قَالَ مُوسَى مَا جِئْتُم بِهِ السِّحْرُ إِنَّ اللَّهَ سَيُبْطِلُهُ إِنَّ اللَّهَ لاَ يُصْلِحُ عَمَلَ الْمُفْسِدِينَ</strong></h3>
<p><em>&#8220;Musa berkata: &#8220;Apa yang kalian datang dengannya adalah sihir, sesungguhnya Allah akan menggagalkannya. Sesungguhnya Allah tidaklah memperbaiki amalnya orang yang berbuat rusak.&#8221;</em> (Yunus: 81)</p>
<p>Ayat ini menunjukkan apapun jenis sihirnya maka Allahعز وجل  yang akan menggagalkannya.</p>
<p><strong>Apakah Jin Juga Merasuki Anak-anak Untuk Menyakiti Mereka?</strong></p>
<p><strong>Jawab:</strong> Banyak keadaan yang padanya jin mengganggu anak-anak, diantaranya:</p>
<p>Kagetnya anak-anak ketika sedang tidur, atau terlihat banyak menangis selama beberapa jam, padahal tidak nampak pada naka tersebut sakit pada anggota badannya. Jin yang mengganggu anak-anak terkadang tidak merasuki tubuhnya, maka ia mengganggunya dari luar badannya dan meninggalkannya. Sebagaimana ini ditunjukkan dalam hadits Abu Hurairah رضي الله عنه yang diriwayatkan oleh Al-Bukhary no. 4548 dan Muslim no. 2366, bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>مَا مِنْ مَوْلُود يُولَدُ إِلَّا نَخَسَهُ الشَّيْطَان فَيَسْتَهِلُّ صَارِخًا مِنْ نَخْسَةِ الشَّيْطَان إِلَّا اِبْن مَرْيَم وَأُمّه</strong></h3>
<p><em>&#8220;Tidaklah seorang anak dilahirkan kecuali dicucuk oleh syaithan, maka bayi itu menangis keras saat lahir akibat cucukan syaithan, kecuali Ibnu Maryam (Nabi &#8216;Isa) dan ibunya (Maryam).&#8221;</em></p>
<p>Dan terkadang jin itu merasuk pada tubuh anak, maka ini lebih bahaya dan gangguannya lebih besar. Dan terkadang jin ini merasuki ibunya maka dia menyakiti anak itu sebagai efek dari menyakiti ibunya. Dengan ini tampaklah bahwa para ibu sangat butuh melindungi anak-anaknya, serta bekerja sama dengan para suami dan kerabatnya dalam hal ini. Adalah Rasulullah صلى الله عليه وسلم membentengi Hasan dan Husain dengan berdoa,</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ</strong></h3>
<p><em>&#8220;Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari setiap syaithan dan semua binatang beracun, dan dari semua mata yang mendatangkan kejelekan.&#8221;</em></p>
<p>Terkadang anak itu terlihat tiba-tiba jatuh dan pingsan, kalau diperhatikan anak itu membelalakkan matanya ke atap atau ke tembok. Jika ditemukan hal ini maka tandanya anak ini kerasukan jin. Maka bersegeralah untuk membacakan Al-Qur&#8217;an meruqyahnya. Diriwayatkan oleh Ahmad (4/170) dari Ibnu &#8216;Abbas dan Ya&#8217;la bin Murrah رضي الله عنهم, bahwa ada seorang wanita datang membawa anaknya kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم lalu beliau berkata kepada jin yang berada dalam tubuh anak itu,</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>اخْسَأْ عَدُوَّ اللهِ</strong></h3>
<p><em>&#8220;Enyahlah (dalam riwayat: Keluarlah) wahai musuh Allah.&#8221;</em></p>
<p><strong>Kenapa Kesurupan Dan Sihir Itu Banyak Terjadi Pada Kaum Wanita?</strong></p>
<p><strong>Jawab:</strong> Sebab intinya kembali pada dua perkara yang disebutkan dalam hadits, bahwa kaum wanita itu; Pertama: Memiliki kekurangan akal, Kedua: Memiliki kekurangan agama. Sebagaimana dalam hadits Abu Sa&#8217;id رضي الله عنه yang diriwayatkan oleh Al-Bukhary no. 304 bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>مَا رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِينٍ أَذْهَبَ لِلُبِّ الرَّجُلِ الْحَازِمِ مِنْ إِحْدَاكُنَّ</strong></h3>
<p><em>&#8220;Tidaklah aku melihat orang yang kurang akal dan agamanya lebih membuaikan kalbu lelaki yang teguh dari pada salah satu dari kalian (para wanita).&#8221;</em></p>
<p>Lalu bercabang dari dua perkara ini banyak masalah, yaitu:</p>
<p><strong>Pertama: Sedikitnya ketaatan kepada Allah </strong><strong>تعالى, terkhusus ketika datang bulan atau nifas.</strong> Meskipun pada saat seperti ini wanita tidak boleh melakukan ibadah shalat dan puasa, namun tetap diperintahkan untuk beribadah dengan berdzikir, berdoa, beristighfar dan membaca Al-Qur&#8217;an (meski dalam boleh tidaknya memegang Al-Qur&#8217;an ada khilaf).</p>
<p><strong>Kedua: Sebagian wanita banyak memanggil jin di sebagian tempat,</strong> seperti ucapan sebagian wanita pada anak-anaknya: &#8220;Semoga jin ini datang padamu&#8221;, atau &#8220;Semoga jin membawamu&#8221;, atau &#8220;Semoga jin mengambilmu&#8221;. Hal ini bisa termasuk bentuk meminta tolong kepada jin, dan ini sangat berbahaya bagi aqidahnya.</p>
<p><strong>Ketiga: Sebagian wanita sangat suka dengan alat-alat musik,</strong></p>
<p><strong>Keempat: Besarnya rasa takut pada kalbu para wanita terhadap jin dan syaithan.</strong> Hal ini disebabkan kejahilan yang ada pada mereka terhadap syari&#8217;at Allah تعالى dan sunnah Rasul-Nya.</p>
<p><strong>Kelima: Keterkaitan sebagia wanita dengan tukang tenung, dukun dan tukang ramal.</strong> Para wanita ini bolak balik mendatangi dukun minta ini dan itu, sehingga pengaruh jin makin bercokol padanya.</p>
<p><strong>Kelima: Banyaknya rasa hasad, iri dengki antara kaum wanita,</strong> maka syaithan menghembuskan penyakit ini dan mnyuburkannya, lalu mengantarkan pemilik penyakit ini kepada kehancuran.</p>
<p><strong>Keenam: Perasaan sedih yang sangat, entah karena musibah atau yang lain.</strong> Perasaan ini merupakan sebab terbesar.</p>
<p><strong>Ketujuh: Sebagian wanita mudah dan cepat takut ketika mendengar dan melihat sesuatu.</strong> Lihat ini khawatir, dan dengar itu khawatir dan sebagainya.</p>
<p><strong>Kedelapan: Hasadnya sebagian pemuda terhadap sebagian pemudi karena penolakan cinta dan sebagainya.</strong> Agar wanita itu tidak dimiliki oleh dirinya juga tidak pula oleh saingannya.</p>
<p>Insyaallah pembahasan akan kami lanjutkan pada edisi berikutnya.</p>
<p>Disadur oleh:</p>
<p>&#8216;Umar Al-Indunsiy</p>
<p>Darul Hadits &#8211; Ma&#8217;bar, Yaman</p>
<br />Filed under: <a href='http://thalibmakbar.wordpress.com/category/faedah-dari-kitab-ulama/'>Faedah Dari Kitab Ulama</a>, <a href='http://thalibmakbar.wordpress.com/category/syaikh-muhammad-al-imam/petuah-syaikh-muhammad/'>Petuah Syaikh Muhammad</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thalibmakbar.wordpress.com/518/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thalibmakbar.wordpress.com/518/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thalibmakbar.wordpress.com/518/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thalibmakbar.wordpress.com/518/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thalibmakbar.wordpress.com/518/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thalibmakbar.wordpress.com/518/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thalibmakbar.wordpress.com/518/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thalibmakbar.wordpress.com/518/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thalibmakbar.wordpress.com/518/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thalibmakbar.wordpress.com/518/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thalibmakbar.wordpress.com/518/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thalibmakbar.wordpress.com/518/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thalibmakbar.wordpress.com/518/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thalibmakbar.wordpress.com/518/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thalibmakbar.wordpress.com&amp;blog=10792081&amp;post=518&amp;subd=thalibmakbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thalibmakbar.wordpress.com/2010/12/02/masalah-sihir-kesurupan-jin-dan-obatnya-ruqyah-edisi-01/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">thalibmakbar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Oleh-oleh Haji Syaikh Muhammad Al-Imam حفظه الله</title>
		<link>http://thalibmakbar.wordpress.com/2010/11/25/oleh-oleh-haji-syaikh-muhammad-al-imam-%d8%ad%d9%81%d8%b8%d9%87-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87/</link>
		<comments>http://thalibmakbar.wordpress.com/2010/11/25/oleh-oleh-haji-syaikh-muhammad-al-imam-%d8%ad%d9%81%d8%b8%d9%87-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Nov 2010 16:05:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thalibmakbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Petuah Syaikh Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[al-hadits]]></category>
		<category><![CDATA[al-imam]]></category>
		<category><![CDATA[dar]]></category>
		<category><![CDATA[haji]]></category>
		<category><![CDATA[ma'bar]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[syaikh]]></category>
		<category><![CDATA[yaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thalibmakbar.wordpress.com/?p=515</guid>
		<description><![CDATA[بسم الله الرحمن الرحيم &#160; Oleh-oleh Haji Syaikh Muhammad Al-Imam حفظه الله &#160; Syaikh Muhammad Al-Imam bercerita sepulang dari menunaikan haji: Ada pelarangan pengajaran hafalan Al-Qur&#8217;an disebagian tempat di Makkah. Dengan alasan mereka lebih mengedepan dan lebih memilih para pengajar yang memiliki keterkaitan dengan pelaku pengeboman dan terorisme, atau kalau mau bisa kita sebut dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thalibmakbar.wordpress.com&amp;blog=10792081&amp;post=515&amp;subd=thalibmakbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><strong>بسم الله الرحمن الرحيم</strong><strong></strong></h2>
<p>&nbsp;</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>Oleh-oleh Haji Syaikh Muhammad Al-Imam </strong><strong>حفظه الله</strong></h3>
<p>&nbsp;</p>
<p>Syaikh Muhammad Al-Imam bercerita sepulang dari menunaikan haji:</p>
<p>Ada pelarangan pengajaran hafalan Al-Qur&#8217;an disebagian tempat di Makkah. Dengan alasan mereka lebih mengedepan dan lebih memilih para pengajar yang memiliki keterkaitan dengan pelaku pengeboman dan terorisme, atau kalau mau bisa kita sebut dengan pengikut Al-Qaidah. Namun mereka juga mengatakan bahwa pelarangan ini bukanlah maksudnya bahwa pelajaran menghafal Al-Qur&#8217;an akan ditiadakan, akan tetapi mereka akan melihat para pengajar yang memang warga negara Sa&#8217;udi sendiri.</p>
<p>Intinya, perkara dan tindakan ini tidaklah benar. Keberadaan individu yang mengajarkan Al-Qur&#8217;an dan mereka punya keterkaitan dengan kelompok dan unsur yang dikenal berbackground kejelekan dan fitnah, bukanlah sebagai alasan untuk melarang pengajaran hafalan Al-Qur&#8217;an.</p>
<p>Sikap yang benar adalah: negara memiliki kesatuan intelejen seperti biji yang bertabur di mana-mana. Negara Sa&#8217;udi dan negara yang lain memiliki intelejen yang tersebar di mana-mana. Maka siapa yang terbukti di mata mereka bahwa suatu individu atau kelompok memiliki keterkaitan dengan pihak terorisme maka sepantasnya memang tidak diijinkan untuk melakukan pengajaran, khutbah ataupun ceramah.</p>
<p><span id="more-515"></span>Namun menyama-ratakan kesalahan lalu menghukum semua orang yang memberikan pengajaran sampai yang tidak terkait sekalipun maka ini tidaklah benar. Tindakan seperti inilah, yaitu menyama-ratakan hukuman inilah yang dimaukan oleh musuh-musuh islam. Musuh-musuh islam seperti Amerika dan orang-orang barat berbicara tentang terorisme dan para pelakunya, sehingga kaum muslimin menyangka bahwa mereka memerangi pelaku teror semata, padahal kenyataannya mereka itu hendak menghancurkan islam dengan perantara alasan memerangi terorisme, memerangi kelompok teror yang ada di tengah-tengah kaum muslimin.</p>
<p>Maka kami menasehatkan kepada semua pemerintah kaum muslimin agar tidak melakukan tindakan yang menyempitkan kaum muslimin, atau melakukan tindakan yang memang itu yang diinginkan musuh-musuh islam. Maka siapa yang beriman kepada Allah تعالى dan hari akhir untuk mengambil tindakan yang akan memudharatkan kaum muslimin, dan melimpahkan kesalahan individu kepada semua orang secara merata, yaitu terhadap orang-orang yang tidak bersalah.</p>
<p>Sebagian pemerintah mengetahui bahwa negaranya memiliki kelompok dan partai yang banyak yang berbeda-beda dalam hal berpegang teguhnya dengan agama. Kalau orang yang shalih juga dihukum karena orang yang jahat, orang yang tidak bersalah ikut serta dihukum karena kesalahan orang lain, maka ini adalah kezhaliman yang besar.</p>
<p>Dan bisa jadi tindakan pelarangan itu bukan atas nama negara namun hanya tindakan individu petugas atau pejabat yang memiliki tujuan tertentu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pertanyaan: Kalau di antara kami ada yang mengetahui bahwa di suatu tempat ada orang atau kelompok yang terkait dengan aksi pengeboman dan tenidakan teror, apakah boleh kami melaporkan pada pihak intelejen atau keamanan?</strong></p>
<p><strong>Jawab:</strong> Sebenarnya para intelejen tidaklah meninggalkan celah sedikitpun, mereka lebih dahulu tahu dari pada kita. Dan mereka tidak butuh kepada informasi kita, informasi di tangan mereka lebih lengkap dan banyak. Maka lebih baik kita menjauhi fitnah. Akan tetapi demi mengamalkan agama kita, maka kita harus memperingatkan umat dari tindakan pengeboman dan terorisme. Di dalam khutbah, atau ceramah, atau tulisan dan sebagainya. Bahwa tindakan pengeboman bukan dari islam, tindakan itu salah dan tidak benar. Bukan merupakan bagian dakwah kepada islam, dan tindakan itu membawa kerusakan bagi kaum muslimin dan tidak memberikan kebaikan keadaan. Bahkan menambah fitnah di tengah-tengah kaum muslimin.</p>
<p>Dan kita tentunya juga tidak rela untuk menjadi mata-mata, tidak untuk memata-matai para pengebom atau memata-matai kelompok bid&#8217;ah yang lain.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pertanyaan: Apakah Syaikh bertemu dengan para ulama Sa&#8217;udy?</strong></p>
<p><strong>Jawab:</strong> Alhamdulillah, kami bertemu dengan sebagian ulama seperti Syaikh Rabi&#8217;, Syaikh &#8216;Ubaid, Syaikh Abdullah Al-Bukhary, dan ulama yang lain. Namun kami terluput dari Syaikh Fauzan, karena sempitnya waktu dan tidak ada yang membuatkan janji dengan beliau. Kita tahu para ulama sangat sibuk dengan banyak perkara. Semoga ditahun depan kami bisa bertemu dengan para ulama.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pertanyaan: Apakah antum mengadakan pelajaran di sana?</strong></p>
<p><strong>Jawab:</strong> Kami di tempat travel sempat mengadakan pelajaran setiap ba&#8217;da &#8216;Ashr selama beberapa hari. Dan kami juga mengadakan beberapa ceramah di beberapa tempat.</p>
<p>Al-Akh Jabr salah satu pengawal Syaikh mengabarkan: Bahwa Syaikh Muhammad Al-Imam dan Syaikh Abdurrahman Al-&#8217;Adny selalu bersam, entah ketika pergi atau duduk atau acara yang lain. Bahkan ketika ada orang yang bertanya Syaikh Muhammad selalu mengalihkannya kepada Syaikh Abdurrhman, &#8220;Silahkan tanya kepada Syaikh Abdurrahman.&#8221;. Sehingga kedua Syaikh ini seakan tidak terpisah. Syaikh Muhammad, Syaikh Abdurrahman dan Syaikh Abdullah &#8216;Utsman mengadakan ceramah pada tempat yang sama secara bergantian di Mina, pada hari Tarwiyah. Demikian juga di Mina pada hari Tasyriq Syaikh Muhammad dan Syaikh Abdurrahman memberikan ceramah secara bergantian. Dan juga terjadi ijtima&#8217; (pertemuan) para ulama di Jeddah yang dihardiri oleh Syaikh Muhammad Al-Wushaby, Syaikh Muhammad Al-Imam, Syaikh Abdurrahman, Syaikh Abdullah &#8216;Utsman, Syaikh Abdul &#8216;Aziz Al-Bura&#8217;y. Dan yang memberikan ceramah adalah Syaikh Muhammad Al-Wushaby dan Syaikh Muhammad Al-Imam. (Lihat terkait pertemuan ini di <a href="http://www.wahyain.com/">www.wahyain.com</a>).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pertanyaan: Ada orang pergi haji dan dia shalat di sana, namun ketika balik dia tidak shalat lagi. Bagaimana dia?</strong></p>
<p><strong>Jawab:</strong> Pada saat dia shalat maka terhitung muslim pada saat dia tidak shalat terhitung kafir.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pertanyaan: Apakah hajinya diterima?</strong></p>
<p><strong>Jawab:</strong> Orang seperti ini perlu ditegakkan padanya hujah. Apa yang menjadikan dia berbuat seperti itu. Apakah dia mendapatkan keracuan dari orang-orang sesat atau apa? Intinya: hukum terkait orang tertentu dibutuhkan penegakkan hujah, terpenuhi syaratnya dan terlepas penghalangnya.</p>
<p>Adapun hukum secara umum bahwa orang yang haji dan dia tidak shalat saat haji atau saat sudah pulang maka yang nampak hajinya tidak diterima. <em>&#8220;Sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang-orang yang bertakwa.&#8221;</em> Dan orang ini tergolong kafir, jadi bukan orang yang bertakwa. Namun jika dia meninggalkan shalatnya setelah pulang haji maka ini adalah masalah yang lain, hal ini terkait dengan apakah amalan itu terhapus dengan terjatuhnya seseorang pada dosa atau terhapus sesuai kondisi dia saat mati. Jika dia mati dalam keadaan kafir maka terhapus amalannya, dan jika mati dalam keadaan telah bertaubat maka amalanya tetap sebagaimana adanya. Maka ini adalah masalah yang kedua berbeda dengan yang pertama.</p>
<p>Disampaikan oleh Syaikh Muhammad</p>
<p>17 Dzul Hijjah 1431 H</p>
<p>Darul Hadits Ma&#8217;bar, Yaman</p>
<p>Diterjemahkan oleh</p>
<p>&#8216;Umar Al-Indunisy</p>
<br />Filed under: <a href='http://thalibmakbar.wordpress.com/category/syaikh-muhammad-al-imam/petuah-syaikh-muhammad/'>Petuah Syaikh Muhammad</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thalibmakbar.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thalibmakbar.wordpress.com/515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thalibmakbar.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thalibmakbar.wordpress.com/515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thalibmakbar.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thalibmakbar.wordpress.com/515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thalibmakbar.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thalibmakbar.wordpress.com/515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thalibmakbar.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thalibmakbar.wordpress.com/515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thalibmakbar.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thalibmakbar.wordpress.com/515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thalibmakbar.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thalibmakbar.wordpress.com/515/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thalibmakbar.wordpress.com&amp;blog=10792081&amp;post=515&amp;subd=thalibmakbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thalibmakbar.wordpress.com/2010/11/25/oleh-oleh-haji-syaikh-muhammad-al-imam-%d8%ad%d9%81%d8%b8%d9%87-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">thalibmakbar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teruntuk Suadaraku Di Indonesia Yang Menghadapi Musibah (02)</title>
		<link>http://thalibmakbar.wordpress.com/2010/11/13/teruntuk-suadaraku-di-indonesia-yang-menghadapi-musibah-02/</link>
		<comments>http://thalibmakbar.wordpress.com/2010/11/13/teruntuk-suadaraku-di-indonesia-yang-menghadapi-musibah-02/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Nov 2010 16:18:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thalibmakbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Faedah Dari Kitab Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[dar. al-hadits]]></category>
		<category><![CDATA[ma'bar]]></category>
		<category><![CDATA[yaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thalibmakbar.wordpress.com/?p=512</guid>
		<description><![CDATA[Manfaat-manfaat Ujian Dan Musibah Ujian dan musibah tersirat padanya manfaat yang banyak, dan akan kami paparkan di sini sepuluh manfaat -biidznillah-, diantaranya: Pertama: Mengembalikan Para Hamba Untuk Mengingat Allah تعالى. Allah تعالى menguji kita agar kita kembali kepada-Nya, mengingat-Nya, berdoa kepada-Nya dan bersimpuh di hadapan-Nya. Karena sebelum kita diingatkan dengan musibah tersebut kita termasuk orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thalibmakbar.wordpress.com&amp;blog=10792081&amp;post=512&amp;subd=thalibmakbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Manfaat-manfaat Ujian Dan Musibah</strong></p>
<p>Ujian dan musibah tersirat padanya manfaat yang banyak, dan akan kami paparkan di sini sepuluh manfaat -biidznillah-, diantaranya:</p>
<p><strong>Pertama: Mengembalikan Para Hamba Untuk Mengingat Allah تعالى.</strong></p>
<p>Allah تعالى menguji kita agar kita kembali kepada-Nya, mengingat-Nya, berdoa kepada-Nya dan bersimpuh di hadapan-Nya. Karena sebelum kita diingatkan dengan musibah tersebut kita termasuk orang yang lalai dan lupa kepada Allah تعالى, atau bisa jadi diantara kita berusaha menghindar dan lupa dari-Nya -kita berlindung dari sikap ini-. Allah تعالى ingin melihatmu berdoa kepada-Nya, memelas kepada-Nya dan engkau mengatakan: &#8220;Wahai Rabbku&#8230;.&#8221; dengan penuh keikhlasan dalam kalbumu. Allah تعالى berfirman,</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>فَأَخَذْنَاهُمْ بِالْبَأْسَاء وَالضَّرَّاء لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُونَ</strong></h3>
<p><em>&#8220;Maka Kami adzab hukum mereka dengan kesengsaraan dan kemelaratan agar mereka bermohon (kepada Allah) dengan penuh ketundukan dan rendah diri.&#8221;</em> (Al-An&#8217;am: 42)</p>
<p><span id="more-512"></span>Artinya ditimpakan pada mereka musibah setelah musibah, musibah yang berturut-turut. Sehingga dengan itu mereka menjadi berhubungan erat dengan Allah تعالى. Maka berdoalah kepada-Nya dan jangan lalai. Siapapun yang berdoa kepada-Nya Allah تعالى akan mengabulkannya. Tapi apakah harus dikabulkan secara langsung? Disana ada yang mengatakan: &#8220;Aku sudah berdoa, tapi buktinya mana, tidak ada pengkabulan, tidak ada jawaban?&#8221; Maka kami ingatkan, bahwa Allah تعالى itu maha adil, maha bijak, maha mendengar dan maha mengabulkan doa. Janganlah kita putus asa dari raahmat-Nya. Dan perhatikan hadits Abu Sa&#8217;id رضي الله عنه yang diriwayatkan oleh Ahmad dishahihkan oleh Al-Albany dalam &#8220;Shahih At-Targhib&#8221;, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلا قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاثٍ: إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ، وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الآخِرَةِ، وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنْ السُّوءِ مِثْلَهَا، قَالُوا: إِذًا نُكْثِرُ ،قَالَ: اللَّهُ أَكْثَرُ</strong></h3>
<p><em>&#8220;Tidaklah seorang muslimpun berdoa dengan suatu doa yang tiada disertai dosa padanya, tidak pula terkandung pemutusan tali persaudaraan kecuai Allah akan memberinya salah satu dari tiga hal: Entah akan disegerakan baginya pengkabulan doanya. Entah akan disimpan baginya untuk di akhirat nanti. Entah akan diganti dengan dipalingkannya dari kejelekan yang semisalnya.&#8221; Mereka berkata: &#8220;Kalau begitu kami akan memperbanyak (doa).&#8221; Beliau bersabda: &#8220;Allah lebih banyak (pengkabulannya).&#8221;</em></p>
<p>Ingat perbendaharaan Allah تعالى itu tidaklah akan habis, meskipun semua makhluk dari awal sampai akhir semua meminta kepada-Nya dan dikabulkan semua itu, maka hal itu tidaklah mengurangi perbendaharaan-Nya kecuali seperti jarum yang dimasukkan pada samudra, sebagaimana hal ini disebutkan dalam sabda Rasul yang lain. Allah تعالى juga berfirman,</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِي إِذَا دَعَانِ</strong></h3>
<p><em>&#8220;Dan jika hamba-Ku bertanya kepadamu tentang-Ku maka sesungguhnya Aku dekat, Aku mengabulkan doa orang yang berdoa jika dia berdoa pada-Ku.&#8221;</em> (Al-Baqarah: 186)</p>
<p><strong>Kedua: Agar Orang Yang Teruji Dengan Musibah Senantiasa Memohon Ampun Kepada Allah تعالى.</strong></p>
<p>Ketika kita tertimpa musibah maka hendaknya segera memohon ampun kepada Allah تعالى, maka hendaknya kita segera mengakui dosa-dosam kita sebelum engkau memohon ampun kepada Rabb kita, betapa banyak dosa-dosa kita. Dan ingatlah, betapa besar dan luas ampunan Rabb kita. Tidak akan mampu kita menebusnya dengan harta ataupun kedudukan. Namun yang dibutuhkan adalah kalbu yang bersyukur, lidah yang selalu berdzikir dan jiwa yang selalu bertaubat memohon ampunan kepada Allah تعالى.</p>
<p>Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda dalam hadits Abu Bakr رضي الله عنه yang diriwayatkan oleh Ahmad, At-Tirmidzy dan dishahihkan oleh Al-Albany dalam &#8220;Shahih Al-Jami&#8217;&#8221;:</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>«مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا، فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلا غَفَرَ اللَّهُ لَهُ» ثُمَّ قَرَأَ هَذِهِ الآيَةَ: وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُواْ فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُواْ أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُواْ اللّهَ فَاسْتَغْفَرُواْ لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ اللّهُ وَلَمْ يُصِرُّواْ عَلَى مَا فَعَلُواْ وَهُمْ يَعْلَمُونَ</strong></h3>
<p><em>&#8220;Tidaklah seorang hamba terjatuh dalam dosa, kemudian dia bersuci dengan baik lalu melakukan shalat dua raka&#8217;at kemudian memohon ampun kepada Allah kecuali Allah akan mengampuninya.&#8221; Kemudian beliau membaca ayat: &#8220;Dan orang-orang yang jika melakukan perbuatan tercela atau menzhalimi diri-diri mereka mereka ingat kepada Allah lalu memohon ampun (pada-Nya) akan dosa-dosanya, dan siapakah yang akan mengampuni dosa kalau bukan Allah, dan mereka tidak terus berada dalam dosa yang mereka lakukan sedang mereka mengetahui.&#8221; </em></p>
<p><strong>Ketiga: Agar Tinggi Kedudukannya.</strong></p>
<p>Kita memiliki contoh teladan yang baik dalam hal ini, yaitu bapak orang-orang yang mengesakan Allah تعالى, beliau adalah Nab Ibrahim عليه السلام. Allah تعالى berfirman,</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>وَإِذِ ابْتَلَى إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَمِن ذُرِّيَّتِي قَالَ لاَ يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ</strong></h3>
<p><em>&#8220;Dan tatkala Rabbmu menguji Ibrahim dengan suatu &#8220;kalimat&#8221; lalu dia menyempurnakannya. Allah berfirman: &#8220;Sesungguhnya Aku menjadikanmu pemimpin bagi manusia.&#8221; Ibrahim berkata: &#8220;Dan juga dari anak keturunanku.&#8221; Allah berfirman: &#8220;Janjiku tidaklah akan diperuntukkan bagi orang-orang yang zhalim.&#8221;</em> (Al-Baqarah: 124)</p>
<p>Para ahli tafsir ada yang mengatakan bahwa kata &#8220;kalimat&#8221; yang diujikan pada Ibrahim adalah perintah untuk menyembelih anaknya, yang laing mengatakan diuji dengan penegakkan syari&#8217;at islam.</p>
<p><strong>Keempat: Luluhnya Kalbu Dan Tunduk Kepada Allah تعالى.</strong></p>
<p>Orang yang teruji jika menyadari dirinya maka dia akan luluh kalbunya dan akan tunduk kepada Allah تعالى. Sehingga dia akan memohon kepada-Nya dengan tulus dan belajar untuk bersabar seperti nabi Ayyub dan belajar untuk bersyukur seperti nabi Nuh serta belajar untuk ikhlas seperti nabi Yusuf. Semua kisah mereka disebutkan dalam Al-Qur&#8217;an.</p>
<p>Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda sebagaimana dalam hadits Abu Hurairah رضي الله عنه diriwayatkan oleh Al-Hakim dishahihkan oleh Al-Albany dalam &#8220;Shahih Al-Jami&#8217;&#8221;:</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>قَالَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: إِذَا ابْتَلَيْتُ عَبْدِي المؤْمِنَ فَلَمْ يَشْكُنِي إِلَى عُوَّادِهِ أَطْلَقْتُهُ مِنْ إِسَارِي، ثُمَّ أَبْدَلْتُهُ لَحْمًا خَيْرًا مِنْ لَحْمِهِ وَدَمًا خَيْرًا مِنْ دَمِهِ؛ ثُمَّ يَسْتَأْنِفُ العَمَلَ</strong></h3>
<p><em>&#8220;Allah yang maha suci berfirman: &#8220;Jika aku telah menguji hamba-Ku yang mukmin, lalu dia tidak mengadukanku pada orang yang mengunjunginya kecuali aku bebaskan dia dari ujian-Ku, kemudian Aku gantikan baginya daging yang lebih baik dari dagingnya, ganti darah yang lebih baik dari darahnya, kemudian dia memulai beramal.&#8221;</em></p>
<p><strong>Kelima: Untuk Menampakkan Mana Yang Mencintai Dan Mana Yang Membenci.</strong></p>
<p>Ketika datang musibah akan terlihat mana yang baik dan mana yang jelek, mana yang perhatian pada saudaranya dan mana yang tidak melirik sama sekali, mana yang tersentuh kalbunya dan mana yang justru mencerca dan menyalahkan. Ingatkan kita dengan kejadian yang Allah تعالى sebutkan dalam Al-Qur&#8217;an dalam surat An-Nur, sebuah kisah tentang Ummul Mukminin &#8216;Aisyah  رضي الله عنها ketika disebarkan berita bahwa beliau melakukan perbuatan tidak pantas. Maka kaum mukminin yang mencintainya terasa tersentuh dan tidak bisa menerima hal itu, adapun kaum munafiq begitu bahagia membuat api fitnah itu makin membara.</p>
<p><strong>Keenam: Merasakan Betapa Indahnya Nikmat Allah تعالى.</strong></p>
<p>Tidak sedikit dari kita yang lalai bahwa apa yang kita nikmati ini semua datangya dari Rabb langit dan bumi yaitu Allah تعالى. Kita terkadang tidak merasakan indahnya nikmat kemenangan kecuali kita telah dikalahkan, kita tidak merasakan indahnya nikmat ketenagan dan keamanan kecuali setelah datangnya bencana, dan kita tidak merasakan indahnya nikmat kecukupan kecuali setelah datangnya kemiskinan.</p>
<p>Rasulullah صلى الله عليه وسلم menasehatkan kepada kita sebagaimana dalam hadits At-Tirmidzy yang dihasankan oleh Al-Albany dalam &#8220;Shahih Al-jami&#8217;&#8221;:</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلاكَ بِهِ، وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلاً لَمْ يُصِبْهُ ذَلِكَ الْبَلاءُ</strong></h3>
<p><em>&#8220;Segala puji bagi Allah yang telah menghindarkan aku dari ujian yang menimpamu, dan mengutamakan aku dari sekian banyak makhluk dengan suatu keutamaan yang tidak ada musibah yang menimpanya.&#8221; </em></p>
<p><strong>Ketujuh: Menyeru Kita Untuk Membaca Dan Merenungi Isi Al-Qur&#8217;an.</strong></p>
<p>Karena padanya ada banyak pelajaran dari kisah umat yang telah lewat bagaimana mereka diadzab, ditimpakan pada mereka musibah, dan apa sebabnya mereka diberi musibah.</p>
<p><strong>Kedelapan: Untuk Membersihkan Dan Mensucikan Kita Dari Dosa.</strong></p>
<p>Sebagaimana hal ini telah lewat pembahasannya, lihat kembali pada pembahasan <strong>&#8220;Tingkatan-tingkatan ujian&#8221;</strong> pada pembagian yang <strong>Kedua: Tingkatan Pembersihan Dan Pensucian Dari Dosa Dan Kesalahan</strong></p>
<p><strong>Kesembilan: Untuk Mewujudkan Tauhid Yang Sempurna Dari Seorang Hamba Bagi Allah تعالى.</strong></p>
<p>Ketika datang suatu ujian maka hendaknya kita menghadap kepada Allah تعالى semata dengan kalbu yang khusyu&#8217; dan memohon kepada-Nya serta mengesakan-Nya. Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengajarkan pada kita sebagaimana dalam hadits Muslim,</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>ضَعْ يَدَكَ عَلَى الَّذِى تَأَلَّمَ مِنْ جَسَدِكَ وَقُلْ بِاسْمِ اللَّهِ. ثَلاَثًا. وَقُلْ سَبْعَ مَرَّاتٍ أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ</strong></h3>
<p><em>&#8220;Taruh telapak tanganmu di atas bagian yang engkau rasakan sakit dari jasadmu dan ucapkan: </em><strong><em>بِاسْمِ اللَّهِ</em></strong><em> (Dengan nama Allah) sebanyak tiga kali, dan ucapkan sebanyak tujuh kali: </em><strong><em>أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ</em></strong><em> (Aku berlindung kepada Allah dan sifat Maha Mampu-Nya dari kejelekan perkara yang aku temukan dan aku waspadai).&#8221;</em></p>
<p>Dan jika kita terkena musibah Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم ketika terkena musibah berkata:</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>لا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ، لا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، لا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ الأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ</strong></h3>
<p><em>&#8220;Tiada sesembahan yang benar kecuali Allah yang maha besar juga maha lembut, Tiada sesembahan yang benar kecuali Allah Rabb &#8216;Arsy yang luas, Tiada sesembahan yang benar kecuali Allah Rabb langit dan Rabb bumi dan Rabb &#8216;Arsy yang mulia.&#8221;</em></p>
<p>Dishahihkan oleh Al-Albany dalam &#8220;Shahih Al-Jami&#8217;&#8221;.</p>
<p><strong>Kesepuluh: Untuk Mendekatkan Kepada Allah تعالى Dan Agar Kokoh Istiqamah Di Atas Hal Itu Sampai Mati.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Apa Rahasia Dari Turunnya Ujian Dan Musibah???</strong></p>
<p>Allah تعالى menguji hambanya bukan untuk membinasakannya, akan tetapi untuk menyadarkannya dan mendidiknya. Karena bisa jadi ada manusia yang dia itu sombong dengan keadaan dirinya lalu dia diuji dengan penyakit yang tidak kunjung sembuh. Sampai dia merasa tersadar dan kembali kepada bimbingan Allah تعالى. Bisa jadi pula ada orang yang terus menumpuk maksiat, berupa kesyirikan, perzinaan, riba rentenir dan sebagainya, lalu Allah تعالى menurunkan musibah disebabkan orang-orang ini. Hal ini agar mereka tahu bahwa Allah  تعالى yang menciptakan mereka semua itu lebih kuat, Rabb yang mereka maksiati itu maha mampu memberi mereka pelajaran. Allah تعالى berfirman,</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ</strong></h3>
<p><em>&#8220;Dan apa yang menimpa kalian berupa musibah, maka hal itu akibat ulah tangan-tangan kalian. Dan Allah memaafkan banyak hal.&#8221;</em> (Asy-Syura: 30)</p>
<p>Dan Allah تعالى berfirman,</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>ذَلِكَ جَزَيْنَاهُم بِبَغْيِهِمْ وِإِنَّا لَصَادِقُونَ</strong></h3>
<p><em>&#8220;Yang demikian itu Kami membalas mereka akibat kezhaliman mereka. Dan Kami itu maha benar.&#8221;</em> (Al-An&#8217;am: 146)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Perbedaan Antara Hukuman Syar&#8217;iyah Dan Hukuman Takdir</strong></p>
<p>Hukuman syar&#8217;iyah itu hukuman yang khusus yang ditegakkan secara syar&#8217;i di muka bumi bagi yang berbuat kesalahan. Contohnya hukuman bagi pezina dengan rajam atau cambuk, hukuman bagi pencuri dengan dipotong tangannya, hukuman bagi pembunuh dibalas bunuh, dan lain sebagainya.</p>
<p>Adapun hukuman takdir adalah hukuman yang tidak terkena hanya pada yang berbuat salah akan tetapi akan melanda seluruh masyarakat. Dalam hadits Ibnu &#8216;Umar رضي الله عنهما yaang dishahihka Al-Albany dalam &#8220;Shahih Al-Jami&#8217;&#8221; Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>خَمْسٌ إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ وَأَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ: لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ؛ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إِلا فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ وَالأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلافِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا، وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ إِلا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّةِ الْمَئُونَةِ وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ، وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنَ السَّمَاءِ، وَلَوْلا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا، وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللَّهِ وَعَهْدَ رَسُولِهِ إِلا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ؛ فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ</strong></h3>
<p><em>&#8220;Lima perkara jika kalian diuji dengannya -dan aku berlindung kepada Allah kalian jangan sampai menemuinya-: Tidaklah banyak muncul perbuatan buruk (zina, homoseks, lesbian dll) pada suatu kaum sampai hal itu mereka lakukan terang-terangan kecuali akan rata pada mereka wabah tha&#8217;un, dan berbagai penyakit yang belum pernah ada pada pendahulu mereka. Dan tidaklah mereka curang mengurangi timbangan kecuali akan ditimpakan pada mereka paceklik, sulitnya penghasilan dan pemimpin yang jahat pada mereka. Dan tidaklah mereka menahan zakat harta mereka kecuali akan ditahan dari mereka curahan air dari langit, kalaulah bukan karena keberadaan binantang meleta niscaya mereka tidak akan dapat hujan. Dan tidaklah ada orang yang melanggar janji Allah dan janji Rasul-Nya kecuali Allah akan kuasakan pada mereka musuh dari selain mereka, maka mereka merampas sebagian dari apa yang merek miliki. Dan tidaklah pemimpin mereka tidak berhukum dan mereka mengedepankan hukum dari apa yang Allah turunkan kecuali Allah akan jadikan kesialan mereka diantara mereka.&#8221;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Tidaklah Bencana Yang Ada Ini Cuma Kejadian Alam Semata Akan Tetapi&#8230;.!</strong></p>
<p>Tidaklah perlu bagi kita untuk menghias-hiasi bencana dengan mengatakan ini kejadian alam saja. Tidak seharusnya kita menyandarkan segala sesuatu kepada kejadian alam. Allah تعالى berfirman,</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>وَإِذَا أَرَادَ اللّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلاَ مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِ مِن وَالٍ</strong></h3>
<p><em>&#8220;Dan jika Allah menginginkan untuk menimpakan pada suatu kaum suatu kejelekan maka tiada yang bisa menghalanginya. Dan tiada bagi mereka dari selain Allah seorang pelindungpun.&#8221;</em> (Ar-Ra&#8217;d: 11)</p>
<p>Banyak orang yang lupa dan tidak tahu ayat ini, lalu mengatakan bahwa bencana itu cuma kejadian alam dan tidak ada kaitannya dengan maksiat. Rasul sendiri takut dengan ayat-ayat Al-Qur&#8217;an yang berisi ancaman Allah تعالى, lalu beliau bersimpuh dan memohon kepada Allah تعالى. Apakah kita akan mengatakan bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم tidak paham kejadian alam!!?? Yang benar adalah kejadian yang ada ini semuanya terjadi karena kehendak dan ketentuan Allah تعالى. Jika terjadi suatu musibah dan bencana maka lihatlah dan telitilah bahwa di sana ada penyebabnya, entah dosa yang tiak kunjung ditaubati, entah lalai dari Allah تعالى dan sebagainya. Allah تعالى berfirman,</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللّهُ النَّاسَ بِظُلْمِهِم مَّا تَرَكَ عَلَيْهَا مِن دَآبَّةٍ وَلَكِن يُؤَخِّرُهُمْ إلَى أَجَلٍ مُّسَمًّى فَإِذَا جَاء أَجَلُهُمْ لاَ يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلاَ يَسْتَقْدِمُونَ</strong></h3>
<p><em>&#8220;Dan kalau Allah menghukum manusia karena kezhalimana mereka maka tidaklah Allah akan meninggalkan di atasnya binatang melata pun, akan tetapi Allah menangguhkan mereka sampai waktu yang ditentukan. Dan jika telah datang waktu mereka, maka Allah tidak akan mengakhirkan barang sesaatpun dan tidak pula</em> <em>memajukannya.&#8221;</em> (An-Nahl: 61)</p>
<p>Jika Allah تعالى memberi tangguh itu artinya memberi kesempatan untuk bertaubat, dan tidaklah dosa terangkat kecuali dengan taubat. Dalam hadits Abu Musa رضي الله عنه diriwayatkan oleh Al-Bukhary &#8211; Muslim,</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>إِنَّ اللهَ لَيُمْلِي لِلظَّالِمِ حَتَّى إِذَا أَخَذَهُ لَمْ يُفْلِتْهُ قَالَ ثُمَّ قَرَأَ [وَكَذَلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَى وَهِيَ ظَالِمَةٌ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ]</strong></h3>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya Allah benar-benar menangguhkan bagi orang yang zhalim sampai jika Dia hendak menghukumnya maka Allah tidak melepaskannya.&#8221; Kemudian belaiu membaca (ayat): &#8220;Dan demikian hukuman Rabbmu jika Dia menghukum suatu negeri yang negeri itu zhalim. Sesungguhny hukuman Allah itu sangat menyakitan dan sangat keras.&#8221; </em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Perbedaan Antara Hukuman Dan Ujian</strong></p>
<p>Untuk mengetahui hal ini mungkin perlu melihat kondisi perseorangan. Akan tetapi bisa kita membedakan kedua hal tersebut dengan melihat hal-hal berikut:</p>
<p><strong>Pertama: Ujian itu cobaan dan hukuman adalah balasan yang disegerakan.</strong></p>
<p>Hukuman itu ada bagi orang yang gagal dalam ujiannya, jika dia orang kafir nan jahat misalnya maka apa yang menimpa dirinya akan tergolong hukuman. Contohnya keadaan Qarun orang dari umat nabi Musa, Allah تعالى menghukumnya karena dia tidak lulus ketika diuji dengan harta,</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>فَخَسَفْنَا بِهِ وَبِدَارِهِ الأَرْضَ فَمَا كَانَ لَهُ مِن فِئَةٍ يَنصُرُونَهُ مِن دُونِ اللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ المُنتَصِرِينَ</strong></h3>
<p><em>&#8220;Maka kami tenggelamkan dia dengan hartanya dan rumahnya ke dalam bumi, mak tiada baginya suatu kelompok yang menolongnya selain Allah, dan dia tidak termasuk orang yang dapat pertolongan.&#8221;</em> (Al-Qashash: 81)</p>
<p><strong>Kedua: Ujian itu terkait dengan sebab adapun hukuman itu hasil dari penyimpangan.</strong></p>
<p><strong>Ketiga: Ujian itu kembalinya pada keistiqamahan adapun hukuman kembalinya pada bertambahnya kefasikan.</strong></p>
<p>Jika seseorang itu shalih, bertakwa maka apa mengenainya itu adalah ujian. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda dalam hadits yang diriwayatkan Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albany dalam &#8220;Shahih Al-Jami&#8217;&#8221;:</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>أَشَدُّ النَّاسِ بَلاءً الأَنْبِيَاءُ، ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ؛ يُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ&#8230;</strong></h3>
<p><em>&#8220;Orang yang paling berat ujiannya adalah para nabi, kemudian orang yang semisal dengan mereka kemudian orang yang semisal dengan mereka. Orang akan diuji sebagaimana kadar agamanya&#8230;..&#8221;</em></p>
<p><strong>Keempat: Ujian itu isyarat terbukanya jalan meraih sesuatu adapun hukuman isyarat diharamkan dari sesuatu tersebut.</strong></p>
<p>Allah تعالى berfirman,</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>وَإِذِ ابْتَلَى إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَمِن ذُرِّيَّتِي قَالَ لاَ يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ</strong></h3>
<p><em>&#8220;Dan tatkala Rabbmu menguji Ibrahim dengan suatu &#8220;kalimat&#8221; lalu dia menyempurnakannya. Allah berfirman: &#8220;Sesungguhnya Aku menjadikanmu pemimpin bagi manusia.&#8221; Ibrahim berkata: &#8220;Dan juga dari anak keturunanku.&#8221; Allah berfirman: &#8220;Janjiku tidaklah akan diperuntukkan bagi orang-orang yang zhalim.&#8221;</em></p>
<p><strong>Kelima: Ujian itu berlandaskan pada kecintaan Allah تعالى adapun hukuman berlandaskan pada kemarahan Allah تعالى.</strong></p>
<p>Oleh karena itu, kalau saja ada suatu musibah yang datang maka ingatlah ayat ini,</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنبِكَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ&#8230;</strong></h3>
<p><em>&#8220;Maka bersabarlah, sesungguhnya janji Allah itu benar, dan memohonlah ampun dan bertasbihlah dengan memuji Rabbmu&#8230;&#8221;</em> (Ghafir: 55)</p>
<p><strong>Keenam: Ujian itu menyatukan umat adapun hukuman itu mencerai beraikan umat.</strong></p>
<p><strong>Ketujuh: Ujian itu butuh ketakwaan dan kesabaran adapun hukuman butuh taubat dan permohonan ampun.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Bagaimana Kita Menghadapi Musibah Dan Ujian???</strong></p>
<p><strong>Pertama: Kuatkan iman dan berpegang teguh dengan ajaran Allah تعالى.</strong></p>
<p>Allah تعالى berfirman,</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>وَمَن يَعْتَصِم بِاللّهِ فَقَدْ هُدِيَ إِلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ</strong></h3>
<p><em>&#8220;Dan siapa yang berpegang teguh dengan Allah maka sungguh telah ditunjuki pada jalan yang lurus.&#8221;</em> (Ali-&#8217;Imran: 101)</p>
<p><strong>Kedua: Ambillah petunjuk dari Nabimu.</strong></p>
<p>Bagaimana sekian banyak musibah beliau hadapi, berbagai gangguan dakwah beliau terima. Namun semua itu beliau hadapi dengan baik, dengan sabar dan mencari keridhaan Allah تعالى. Cukup kisah beliau di Tha&#8217;if sebagai contoh ketika beliau dilempari sampai berdarah, beliau ditawari oleh Jibril untuk memberi perintah pada malaikat yang telah diijinkan oleh Allah تعالى untuk diperintah, namun beliau memilih bersabar dan berdoa agar anak turunnya menjadi orang yang bertauhid.</p>
<p>Demikian semoga apa yang kami sajikan membawa manfaat untuk kita semua. Selama nafas masih ada belum ada kata terlambat untuk menata apa yang telah luluh lantak, menata apa yang telah rata dengan tanah, masih ada waktu dan kesempatan untuk memperbaiki apa yang telah rusak, diri kita, kehidupan kita dan tempat kita.</p>
<p>Hendaknya kita berusaha menjadikan tempat kita, desa kita, negeri kita menjadi tempat yang diberkahi. Kalau sudah diberkahi Allah تعالى maka dengan sendirinya akan diikuti keamanan, kemakmuran dan kesejahteraan. Yang mana semua itu bisa tercapai dengan keimanan dan ketakwaan. Allah تعالى berfirman,</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاء وَالأَرْضِ</strong></h3>
<p><em>&#8220;Dan kalaulah penduduk negeri itu beriman dan bertakwa niscaya Kami akan bukakan bagi mereka barakah yang banyak dari langit dan bumi.&#8221;</em> (Al-A&#8217;raf: 96)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Disadur dengan beberapa tambahan oleh:</p>
<p>&#8216;Umar Al-Indunisy</p>
<p>Darul Hadits &#8211; Ma&#8217;bar, Yaman</p>
<br />Filed under: <a href='http://thalibmakbar.wordpress.com/category/faedah-dari-kitab-ulama/'>Faedah Dari Kitab Ulama</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thalibmakbar.wordpress.com/512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thalibmakbar.wordpress.com/512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thalibmakbar.wordpress.com/512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thalibmakbar.wordpress.com/512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thalibmakbar.wordpress.com/512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thalibmakbar.wordpress.com/512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thalibmakbar.wordpress.com/512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thalibmakbar.wordpress.com/512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thalibmakbar.wordpress.com/512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thalibmakbar.wordpress.com/512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thalibmakbar.wordpress.com/512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thalibmakbar.wordpress.com/512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thalibmakbar.wordpress.com/512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thalibmakbar.wordpress.com/512/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thalibmakbar.wordpress.com&amp;blog=10792081&amp;post=512&amp;subd=thalibmakbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thalibmakbar.wordpress.com/2010/11/13/teruntuk-suadaraku-di-indonesia-yang-menghadapi-musibah-02/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">thalibmakbar</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
