Benarkah, tidaklah wajib bagi kita untuk taat kepada pemimpin suatu daerah karena kita warga dari daerah lain??!!

Benarkah, tidaklah wajib bagi kita untuk taat kepada pemimpin suatu daerah karena kita warga dari daerah lain??!!

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji hanya milik Allah تعالى, dan semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Rasulullah beserta keluarga, para shahabat dan setiap orang yang mengikuti petunjuk beliau. Amma ba’du:

Ini adalah pertanyaan dari sebagian Da’i Salafy di Indonesia, kami ajukan kepada Syaikh dan Bapak kami Al-Mujahid Al-‘Allamah Muhammad bin Abdillah Al-Imam حفظه الله:

Salah seorang da’i turotsy di Indonesia berkata: ”Yang diwajibkan taat kepada pemimpin pada suatu daerah hanyalah penduduk daerah tersebut. Adapun warga dari luar daerah tersebut tidaklah diharuskan untuk taat kepada pemimpin tersebut, tidak secara sya’i tidak pula secara undang-undang. Semua warga hanyalah diwajibkan taat kepada pemerintah yang tertinggi, yaitu Presiden. Oleh karena itu, apabila ada warga dari luar daerah pemerintah tersebut membicarakan pemerintah itu maka itu tidak menjadi masalah.”

Pertanyaannya: Apakah perkataan ini benar lalu bisa dijadikan sebagai kaedah yang benar?

Lanjutkan membaca

Sekelumit Kisah Perpartaian Di Yaman Dan Sikap Ulama Terhadapnya

Sekelumit Kisah Perpartaian Di Yaman Dan Sikap Ulama Terhadapnya

 

بسم الله الرحمن الرحيم

 

Keterangan: situs-situs rujukan yang kami sebutkan linknya adalah situs berbahasa arab, hanya ada satu yang memiliki translate resmi bahasa inggris. Mohon dimaklumi.

Tidak asing lagi bahwa hampir semua negara islam atau negara yang mayoritas penduduknya muslim diuji dengan keberadaan sistem demokrasi dalam memilih para pemimpin. Temasuk diantaranya Yaman. Sebuah negara yang terletak di kawasan Timur Tengah berbatasan langsung dengan Arab Saudi dan Oman. Berpenduduk sekitar 25 juta jiwa.

Silahkan merujuk profil singkatnya di link berikut: http://ar.wikipedia.org/wiki/%D8%A7%D9%84%D9%8A%D9%85%D9%86 Atau: http://id.wikipedia.org/wiki/Yaman

Karena Yaman memakai sistem demokrasi, maka harus ada beberapa partai yang bertarung berebut kursi kepemimpinan. Dan di Yaman ada sekitar 26 partai yang bertarung untuk berebut kedudukan ini.

Lihat profil partai di Yaman pada link berikut: http://ar.wikipedia.org/wiki/%D8%A7%D9%84%D8%A3%D8%AD%D8%B2%D8%A7%D8%A8_%D8%A7%D9%84%D8%B3%D9%8A%D8%A7%D8%B3%D9%8A%D8%A9_%D8%A7%D9%84%D9%8A%D9%85%D9%86%D9%8A%D8%A9

Diantara partai-partai tersebut …..

Ada partai yang berkiblat atau berisi tokoh Ikhwan Muslimin, seperti Partai At-Tajammu’ Al-Yamany lil Ishlah, yang secara singkat dikenal dengan Partai Ishlah. Partai ini memiliki unsur kemiripan dengan PKS di Indonesia.

Lanjutkan membaca

Orang Yang Tidak Suka Ikut Menyemarakkan Pengusung Fitnah dan Pengusung Kezhaliman

Orang Yang Tidak Suka Ikut Menyemarakkan Pengusung Fitnah dan Pengusung Kezhaliman

 Download Artikelnya (PDF)

بسم الله الرحمن الرحيم

Berikut beberapa nukilan penjelasan Syaikhuna Muhammad bin Abdillah Al-Imam -حفظه الله- dalam pelajaran Shahih Al-Bukhary:

Bab Orang Yang Tidak Suka Ikut Serta Menyemarakkan Pengusung Fitnah dan Pengusung Kezhaliman

عن ابْنُ عَبَّاسٍ: أَنَّ أُنَاسًا مِنَ المُسْلِمِينَ كَانُوا مَعَ المُشْرِكِينَ، يُكَثِّرُونَ سَوَادَ المُشْرِكِينَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَيَأْتِي السَّهْمُ فَيُرْمَى فَيُصِيبُ أَحَدَهُمْ فَيَقْتُلُهُ، أَوْ يَضْرِبُهُ فَيَقْتُلُهُ، فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى: {إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ المَلاَئِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ} [النساء: 97]

“Dari Ibnu ‘Abbas -رضي الله عنهما-: Bahwa beberapa orang dari kaum muslimin berada bersama kaum musyrikin, memperbanyak barisan kaum musyrikin menentang Rasulullah -صلى الله عليه وسلم-. Lalu anak panah dilemparkan lalu mengenai salah satu dari orang-orang tersebut, sehingga membunuhnya, atau mengenainya lalu membunuhnya. Maka Allah تعالى menurunkan: “Sesungguhnya orang-orang yang dimatikan oleh malaikat dalam kondisi menzhalimi diri-diri mereka …” (An-Nisaa: 97).”

Kelengkapan ayat yang turun adalah:

إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ قَالُوا فِيمَ كُنْتُمْ قَالُوا كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الأَرْضِ قَالُوا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا فَأُولَئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَسَاءَتْ مَصِيراً(97) إِلا الْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ لا يَسْتَطِيعُونَ حِيلَةً وَلا يَهْتَدُونَ سَبِيلاً(98) فَأُولَئِكَ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَعْفُوَ عَنْهُمْ وَكَانَ اللَّهُ عَفُوّاً غَفُوراً(99)

” Sesungguhnya orang-orang yang dimatikan oleh malaikat dalam keadaan menzhalimi diri-diri mereka, (kepada mereka) malaikat bertanya : “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?” Mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah).” Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?” Orang-orang itu tempatnya adalah neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. Kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah), maka mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya. Dan adalah Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.” (An-Nisaa: 97-99)

Asy-Syaikh berkata:

Allah تعالى menurunkan ayat ini terkait dengan beberapa orang shahabat yang telah berislam di Makkah dan belum berhijrah, mereka dilarang oleh keluarga mereka, maka mereka tetap di Makkah. Ketika terjadi peperangan antara Rasulullah صلى الله عليه وسلم dengan Quraisy (perang Badr), kaum musyrikin meminta kepada shahabat yang ada di Makkah untuk bergabung bersama kaum musyrikin, kalau tidak maka mereka akan disakiti. Maka sebagian orang bergabung bersama kaum musyrikin, meski mereka tidak ingin memerangi Nabi dan para shahabat dan mereka tidak ikut berperang. Akan tetapi mereka telah bergabung ikut keluar, dan dengan bergabungnya ini telah terjadi penambahan jumlah.

Lanjutkan membaca

Asy-Syaikh Al-Wushaby Menjawab Seputar: Pernikahan, Taklid, Mencela Guru, Al-Halaby, Belajar Pada Turatsy

Asy-Syaikh Al-Wushaby Menjawab Seputar: Pernikahan, Taklid, Mencela Guru, Al-Halaby, Belajar Pada Turatsy

بسم الله الرحمن الرحيم

Berikut kami nukilkan sebagian tanya jawab yang terjadi antara Asy-Syaikh Al-‘Allamah Al-Wushaby -حفظه الله- dengan para pelajar asing di Dar Al-Hadits, Ma’bar. Berlangsung setelah pertemuan para masyayikh. Semoga bermanfaat:

Pertanyaan: Benarkah menikah akan menghalangi dari menuntut ilmu?

Jawab: Tidak mesti begitu, hal itu sesuai dengan kondisi istri. Terkadang menghalangi dan terkadang justru membantu. Kalau istri itu shalihah maka ini akan membantu -insyaallah- untuk menuntut ilmu. Kalau istri tersebut tidak shalihah dan tuntutan yang mereka tuntut dalam pernikahannya sangat melimpah maka ini akan merintangi. Kalau seorang thalibul ilmi tidak memilih wanita yang penuh tamak terhadap dunia, tidaklah wanita yang mengejar kecuali dunia, ingin dan ingin, tuntutannya tidak henti-henti, maka dia harus jauhi model wanita seperti ini.

Lanjutkan membaca

Pertemuan Para Masyayikh Yaman Di Dar Al-Hadits Ma’bar (revisi link download)

بسم الله الرحمن الرحيم

Pertemuan Para Masyayikh Yaman Di Dar Al-Hadits Ma’bar

(10 – 12 Jumada Tsany 1434H / 20 – 22 April 2013)

Pada beberapa hari sebelum pertemuan Guru kami Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam mengumumkan bahwa akan diadakan pertemuan para masyayikh di Dar Al-Hadits, Ma’bar. Maka kami merasakan bahwa kegembiraan akan datang, dengan bertemu para masyayikh, mendapatkan berbagai siraman nasehat dari mereka semua.

Bisa kami katakan bahwa seluruh masyayikh Yaman datang menghadiri pertemuan ini, terutama Masyayikh Kibar yang disebutkan Asy-Syaikh Muqbil رحمه الله dalam wasiat beliau. Hanya saja Asy-Syaikh Yahya Al-Hajury tidak hadir dalam pertemuan ini.

Sebagaimana disebutkan oleh Pengajar sekaligus Imam di Dar Al-Hadits Ma’bar (Asy-Syaikh ‘Aidh Ar-Rabi’i) dalam pengantarnya:

“Selamat datang kami ucapkan kepada para tamu di masjid Allah تعالى ini, terutama sekalian ulama (masyayikh) ahlus sunnah wal jama’ah, dan yang terdepan adalah para ulama seperti:

Lanjutkan membaca

Ringkasan Untuk Menjelaskan Beberapa Kerusakan Pada Jalan Yang Ditempuh Oleh Al-Hajury

Ringkasan Untuk Menjelaskan Beberapa Kerusakan Pada Jalan Yang Ditempuh Oleh Al-Hajury

 

Download versi Arab (PDF)         atau          Download Terjemahnya (PDF)

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله، وأشهد أن لا إله إلا الله، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، أما بعد:

Sungguh Allah تعالى telah mendatangkan Guru kami Al-Muhadits Al-‘Allamah Abu Abdirrahman Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i -رحمه الله- pada kurun ini. Maka beliau menunaikan dakwah kepada Allah تعالى dan pengajaran di atas ilmu dan petunjuk. Sehingga para penuntut ilmu dari berbagai belahan dan penjuru bumi datang kepada beliau, dari dalam Yaman dan luar Yaman. Bahkan belum pernah terjadi rihlah kepada seorang ulama di Yaman setelah Imam Abdurrazaq bin Hammam Ash-Shan’any رحمه الله sebagaimana terjadi kepada Guru kami Al-Wadi’i.

Lanjutkan membaca

Perbaiki Diri Akan Menghindarkan Jiwa Dari Kebinasaan

Perbaiki Diri Akan Menghindarkan Jiwa Dari Kebinasaan

بسم الله الرحمن الرحيم

Ayat ke 116-117 dari Surat Hud ini akan memberikan nasehat kepada kita semua, bagaimana kita dan masyarakat kita bisa menghindarkan diri kebinasaan. Ulasan penjelasan kedua ayat ini disampaikan oleh guru kami Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam حفظه الله dalam pelajaran tafsir yang berlangsung setelah shalat zhuhur. Allah تعالى berfirman:

{ فَلَوْلَا كَانَ مِنَ الْقُرُونِ مِنْ قَبْلِكُمْ أُولُو بَقِيَّةٍ يَنْهَوْنَ عَنِ الْفَسَادِ فِي الْأَرْضِ إِلَّا قَلِيلًا مِمَّنْ أَنْجَيْنَا مِنْهُمْ وَاتَّبَعَ الَّذِينَ ظَلَمُوا مَا أُتْرِفُوا فِيهِ وَكَانُوا مُجْرِمِينَ * وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَى بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ }

“Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kalian orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang dari pada (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebahagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka, dan orang-orang yang zhalim hanya mengikuti (mementingkan) kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.Dan Rabbmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zhalim, sedang penduduknya adalah orang-orang yang berbuat perbaikan.” (Hud: 116-117)

Lanjutkan membaca

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 71 pengikut lainnya.